Kobarkan Semangat Perjuangan, Duta Kampung Toleransi Mamih Yeane Apresiasi Peringatan 80 Tahun Bandung Lautan Api

Kamis, 23 April 2026

Apr 23, 2026 - 18:44
Apr 23, 2026 - 18:58
 0  23
Kobarkan Semangat Perjuangan, Duta Kampung Toleransi Mamih Yeane Apresiasi Peringatan 80 Tahun Bandung Lautan Api

​Bandung - Suasana khidmat menyelimuti Balai Kota Bandung pada Kamis, 23 April 2026, saat Pemerintah Kota Bandung menggelar Upacara Peringatan ke-80 Peristiwa Bersejarah Bandung Lautan Api (BLA). Di tengah deretan tamu undangan, hadir sosok Duta Kampung Toleransi Kota Bandung, Mamih Yeane, yang turut memberikan warna tersendiri dalam peringatan yang sempat tertunda akibat momentum Hari Raya Idulfitri tersebut.

​Dalam kehadirannya, Mamih Yeane menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menjaga nilai-nilai sejarah. Menurutnya, kehadiran para tokoh lintas generasi di acara ini menunjukkan bahwa api semangat perjuangan rakyat Bandung tahun 1946 tidak pernah padam. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana penguat simpul kebangsaan dan kerukunan antarwarga.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan bahwa peringatan tahun ini adalah momen krusial untuk menghidupkan kembali nilai patriotisme. "Alhamdulillah, peringatan ini dihadiri banyak tokoh, termasuk para mantan wali kota dan para veteran. Ini momentum penting untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda," ujar Farhan dalam amanatnya yang disambut hangat oleh seluruh peserta upacara.

​Mendengar hal tersebut, Mamih Yeane menyatakan dukungan penuhnya terhadap visi Wali Kota. Sebagai Duta Kampung Toleransi, ia memahami betul bahwa semangat kebersamaan yang dahulu digunakan untuk melawan penjajah, kini harus bertransformasi menjadi modal sosial untuk membangun kota. Dukungan ini ia sampaikan sebagai bentuk sinergi antara masyarakat adat, komunitas toleransi, dan pemerintah daerah.

​Upacara yang berlangsung di lapangan Balai Kota ini terasa kian istimewa dengan kehadiran para legiun veteran yang masih tampak gagah. Penampilan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Bandung pun menjadi sorotan karena dinilai tampil maksimal dan presisi, menambah nuansa patriotik yang kental di bawah langit Bandung yang cerah pagi itu.

​Namun, Farhan juga mengingatkan bahwa makna BLA tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia mengajak seluruh warga mencerminkan peristiwa 1946 sebagai bahan refleksi dalam menghadapi persoalan kota saat ini. Salah satu "musuh" nyata yang sedang dihadapi adalah permasalahan sampah yang kian mendesak untuk diselesaikan secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.

​Berdasarkan data yang disampaikan, Kota Bandung masih berjuang menangani sekitar 200 ton sampah per hari yang belum terangkut sepenuhnya. Kendala ini dipicu oleh pembatasan pengangkutan ke TPA Sarimukti serta rencana penutupan lokasi tersebut pada akhir tahun. Tantangan inilah yang disebut sebagai "medan pertempuran" baru bagi warga Bandung di masa modern.

​Menanggapi hal itu, Mamih Yeane sepakat bahwa nilai pengorbanan dalam peristiwa BLA harus diterapkan dalam kedisiplinan mengelola sampah. Ia mendukung penuh langkah Pemkot Bandung yang berencana membangun 24 titik fasilitas pengolahan sampah baru dengan berbagai teknologi, mulai dari teknologi termal hingga pengolahan sampah organik di tingkat kewilayahan.

​Langkah konkret pemerintah tersebut diharapkan mampu memotong beban sampah langsung dari hulu, seperti pasar, hotel, dan pusat perbelanjaan. Upaya ini juga menjadi strategi antisipasi terhadap lonjakan volume sampah pascalibur Lebaran yang biasanya meningkat drastis, sehingga stabilitas kebersihan kota tetap terjaga meski dalam kondisi transisi TPA.

​Peringatan ke-80 Bandung Lautan Api ini ditutup dengan pesan kuat dari Wali Kota Farhan dan dukungan dari tokoh masyarakat seperti Mamih Yeane. Semangat perjuangan tahun 1946 kini dicanangkan sebagai kekuatan untuk menyelesaikan krisis lingkungan. Dengan kerja sama seluruh warga, Bandung diharapkan mampu memenangkan pertempuran melawan sampah, demi mewujudkan kota yang bersih, toleran, dan bermartabat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )