Wujud Toleransi di Bulan Suci: Yayasan Harapan Kasih Gelar Pasar Sembako Murah di Bandung
Bandung - Suasana khidmat bulan Ramadan di kawasan Bojongloa Kidul terpancar melalui aksi nyata kepedulian sosial. Yayasan Harapan Kasih, yang berlokasi di Jl. Mekar Kencana No. 2A, Komplek Mekarwangi, resmi menggelar Pasar Sembako Murah bagi warga sekitar. Kegiatan ini menjadi oase di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari raya.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian besar aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Komunitas Masyarakat Tionghoa Peduli sepanjang bulan suci ini. Secara keseluruhan, komunitas tersebut menargetkan penyaluran sekitar 10.000 paket sembako murah yang tersebar di berbagai titik strategis di Kota Bandung, sebagai bentuk solidaritas antar sesama warga.
Khusus di lokasi Yayasan Harapan Kasih, panitia telah menyiapkan sebanyak 500 paket sembako murah yang diperuntukkan bagi warga prasejahtera. Sejak pagi hari, masyarakat sudah mulai berdatangan dengan tertib untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini.
Keamanan dan kelancaran arus masyarakat pun terjaga dengan sangat baik. Jalannya acara dipantau langsung oleh Lurah setempat, Babinsa, serta aparat dari Polsek Bojongloa Kidul. Kehadiran unsur pimpinan wilayah ini memastikan bahwa penyaluran bantuan tepat sasaran dan mematuhi protokol ketertiban umum yang berlaku.
Di lapangan, para relawan Yayasan Harapan Kasih tampak sigap dan ramah dalam melayani setiap warga yang datang. Keramahan para relawan ini memberikan kenyamanan tersendiri bagi masyarakat, sehingga proses penukaran kupon dan pengambilan paket sembako berlangsung cepat tanpa kendala yang berarti.
Ketua Yayasan Harapan Kasih, Tjie Tjin Fung, dalam wawancaranya dengan awak media mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme warga yang luar biasa. Menurutnya, kesabaran warga dalam mengantre menunjukkan betapa pentingnya keberadaan pasar murah ini bagi kebutuhan dapur mereka sehari-hari di bulan puasa.
"Tujuan utama kami adalah membantu warga yang kurang beruntung, terutama saat bulan puasa dan menjelang Lebaran di mana harga sembako biasanya mulai merangkak naik," ujar Tjie Tjin Fung. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yayasan terhadap lingkungan sekitarnya.
Hanya dengan membayar Rp60.000, warga sudah bisa membawa pulang paket yang berisi 5 kg beras kualitas terbaik, 1 liter minyak goreng kualitas bagus, dan 4 bungkus mie instan. Nilai paket ini jauh di bawah harga normal, sehingga sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga di tengah bulan Ramadan.
Dukungan penuh dari pemerintah setempat juga menjadi faktor kunci keberhasilan acara ini. Sinergi antara lembaga sosial, komunitas etnis, dan aparatur negara menciptakan ekosistem gotong royong yang kuat, membuktikan bahwa sekat-sekat perbedaan bisa lebur dalam semangat kemanusiaan.
Menariknya, Tjie Tjin Fung menyampaikan harapan yang cukup mendalam terkait masa depan kegiatan sosial ini. Ia justru berharap suatu saat nanti kegiatan pasar murah seperti ini tidak perlu diadakan lagi, karena hal itu merupakan indikator bahwa taraf hidup masyarakat telah meningkat secara signifikan.
"Harapan kita semua adalah semoga kegiatan ini segera berhenti. Sebab, jika kegiatan ini berhenti, itu berarti masyarakat kita sudah mencapai tingkat kesejahteraan dan kemakmuran yang merata. Itulah cita-cita besar yang ingin kita capai bersama," pungkasnya dengan penuh optimisme.
Yayasan Harapan Kasih sendiri dikenal sebagai lembaga pendidikan dan sosial yang menjunjung tinggi keberagaman serta toleransi lintas iman. Selain menyelenggarakan pendidikan formal dari jenjang PG hingga SMA dengan keunggulan multibahasa, fasilitas ini juga kerap menjadi pusat kegiatan komunitas, mulai dari donor darah hingga musyawarah pembangunan wilayah.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Yayasan Harapan Kasih dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pgtkharapankasihbandung.
What's Your Reaction?