Tingkatkan Standar Industri Kreatif, LKP Revi Model Academy Hadirkan Pendidikan Modeling Berbasis Kurikulum di Bandung
Kamis, 23 April 2026
BANDUNG – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Revi Model Academy (RMA) resmi menawarkan standar baru dalam dunia pendidikan modeling dan akting di Kota Bandung. Berlokasi strategis di Jalan Mutumanikam No. 69, Cijagra, RMA hadir sebagai solusi bagi talenta muda melalui kurikulum terstruktur yang berada langsung di bawah naungan serta sertifikasi Dinas Pendidikan, guna memastikan kualitas lulusan yang kompeten di bidangnya.
Pendiri LKP RMA, Bunda Revi Lantika, menjelaskan bahwa pendirian lembaga ini didasari oleh kegelisahannya terhadap minimnya lembaga pemodelan resmi yang memiliki modul ajar baku. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di sela acara Halal Bihalal Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) yang berlangsung di Gedung Indonesia Merah Putih Telkom Bandung, Rabu (22/04/2026).
Menurut Bunda Revi, tuntutan industri kreatif saat ini sudah jauh berkembang, di mana talenta tidak lagi sekadar dituntut untuk bisa berpose di depan kamera atau berjalan di atas catwalk. Di era digital yang kompetitif, anak muda wajib memiliki nilai tambah berupa etika, mental yang kuat, wawasan budaya, serta rasa percaya diri yang tinggi sebagai fondasi utama yang dibangun di RMA.
Eksistensi RMA sendiri telah teruji selama tujuh tahun berkiprah dengan catatan prestasi yang mengesankan, yakni telah melahirkan lebih dari 1.000 lulusan. Sebagian besar alumni tersebut kini telah aktif berkarier di industri hiburan, baik di kancah nasional maupun internasional, yang menjadi bukti nyata bahwa pelatihan terstruktur mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) siap kerja.
Sistem pembelajaran di RMA dirancang secara berkala dengan prosesi wisuda yang dilakukan setiap enam bulan sekali sebagai bentuk apresiasi kelulusan. Pada Desember tahun lalu, sebanyak 250 siswa telah resmi diwisuda, dan per April 2026 ini, RMA tengah membina 150 siswa aktif yang tersebar dalam 10 kelas berbeda untuk menjaga kualitas pengajaran.
Demi memastikan pendampingan yang optimal dan personal, setiap kelas di RMA dibatasi maksimal hanya untuk 15 peserta. Segmen pesertanya pun tergolong luas, mulai dari anak-anak usia dini yakni 4 tahun hingga kategori remaja, dengan metode pengajaran yang disesuaikan berdasarkan tingkatan usia dan kebutuhan perkembangan masing-masing siswa.
Khusus untuk peserta usia dini, metode belajar dikemas secara menyenangkan melalui permainan dan stimulasi motorik. Sementara itu, untuk jenjang usia sekolah dan remaja, fokus pendidikan lebih diarahkan pada penguatan karakter, pemahaman etika profesi yang mendalam, serta pembangunan kepercayaan diri agar mereka siap menghadapi publik.
Bagi Bunda Revi, menjadi seorang model profesional hanyalah sebuah bonus dari proses pendidikan di lembaganya. Target utama RMA adalah membentuk pribadi yang tangguh, santun, dan memiliki integritas tinggi, sehingga mereka tidak sekadar menjadi penampil, tetapi menjadi manusia unggul yang mampu bersaing secara sehat di bidang apa pun yang mereka tekuni nantinya.
Melihat potensi Bandung sebagai kota mode, Bunda Revi menilai ekosistem industri modeling dan akting di kota ini sangat kuat, namun memerlukan dukungan kebijakan dan regulasi yang jelas. Tanpa adanya pembinaan yang tersertifikasi, talenta muda dikhawatirkan rentan masuk ke dalam lingkungan kerja yang tidak terlindungi secara profesional.
Menutup keterangannya, ia berharap Pemerintah Kota Bandung dapat bersinergi lebih erat dengan lembaga kursus bersertifikat melalui kemitraan program maupun fasilitasi kompetensi. Melalui pendekatan berbasis kurikulum dan kolaborasi yang berkelanjutan, RMA optimistis dapat melahirkan generasi aktor dan model yang tidak hanya laku di pasar, tetapi juga mampu mengharumkan nama Bandung di level yang lebih tinggi.
What's Your Reaction?