Bandung Cetak Sejarah: Resmikan Otomatisasi Darah Pertama di Indonesia, Direktur Utama IRRA Tekankan Makna Kemanusiaan

Heru Firdausi Syarif (Direktur Utama PT. Itama Ranoraya, Tbk)

May 4, 2026 - 22:47
May 4, 2026 - 23:13
 0  4
Bandung Cetak Sejarah: Resmikan Otomatisasi Darah Pertama di Indonesia, Direktur Utama IRRA Tekankan Makna Kemanusiaan

​Bandung - Pemerintah Kota Bandung kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir inovasi kesehatan nasional. Pada Senin (4/5/2026), Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan fasilitas laboratorium pengolahan darah berteknologi tinggi di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Fasilitas yang mencakup Good Laboratory Practice (GLP) dan Whole Blood Automation System (WBA) ini menjadi tonggak sejarah baru dalam dunia medis tanah air.

​Kehadiran sistem ini menempatkan Indonesia pada peta kemajuan teknologi kesehatan regional, mengingat fasilitas WBA di Bandung merupakan yang pertama di Indonesia dan ketiga di Asia Tenggara. Pencapaian ini membuktikan bahwa Kota Bandung memiliki kapasitas besar dalam mengadopsi teknologi medis mutakhir guna bersaing di level internasional sekaligus meningkatkan standar layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

​Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari digitalisasi pengelolaan donor darah. Menurutnya, penggunaan teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya sistematis untuk memastikan proses pengolahan darah berjalan lebih efisien, cepat, dan optimal dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan.

​Secara teknis, teknologi WBA mampu mempercepat proses pemisahan darah donor menjadi komponen-komponen vital seperti plasma, trombosit, sel darah merah (PRC), dan leukosit. Selain faktor kecepatan, sistem digital ini mengeliminasi proses pencatatan manual. Hal ini sangat krusial karena selama ini pencatatan manual memiliki risiko tinggi terhadap kesalahan manusia (human error) yang dapat berdampak fatal dalam prosedur medis.

​Integrasi data secara digital menjamin akurasi sampel sehingga risiko tertukarnya data pasien atau pendonor dapat dihindari sepenuhnya. Dengan kapasitas penanganan yang luar biasa mencapai lebih dari 1.000 sampel per hari, laboratorium ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan darah masyarakat secara cepat tanpa mengesampingkan standar keamanan tertinggi yang ditetapkan secara global.

​Momentum bersejarah ini juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), Heru Firdausi Syarif. Sebagai sosok di balik sektor swasta yang mendukung pengadaan teknologi ini, Heru yang merupakan alumnus Sarjana Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran angkatan 1983, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Kota Bandung atas pencapaian luar biasa tersebut. 

​Dalam pidatonya, Heru Firdausi Syarif menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaannya dalam mendukung transformasi kesehatan di Indonesia. Ia memandang bahwa inovasi ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar kecanggihan alat. "Semoga langkah yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama, yang tidak hanya soal urusan teknologi, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi kemanusiaan," ujar Heru dengan penuh optimisme.

​Sinergi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci utama di balik terwujudnya fasilitas ini. Keberhasilan pengadaan alat tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kota Bandung, PMI Jawa Barat, PMI Pusat, serta dukungan penuh dari PT Abbott dan PT Itama Ranoraya, Tbk. Farhan berharap kecanggihan alat ini dapat memotivasi warga untuk lebih aktif mendonorkan darah, karena sistem ini juga berfungsi sebagai sarana pemeriksaan kesehatan dini bagi pendonor.

​Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, menambahkan bahwa inovasi ini merupakan implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Ia berkomitmen menjadikan sistem GLP di Bandung sebagai acuan atau benchmark nasional bagi unit donor darah lainnya di seluruh penjuru Indonesia agar standar pelayanan serupa dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

​Menutup rangkaian acara, Ade menginformasikan bahwa transformasi ini akan segera meluas ke kota-kota besar lainnya. "Kami bertugas menyediakan darah yang aman dan sehat. Setelah Bandung, insyaallah PMI DKI Jakarta dan Surabaya akan segera menyusul dalam menerapkan standar pelayanan serupa," pungkasnya, menandai era baru pengelolaan darah di Indonesia yang lebih modern dan manusiawi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )