N
Minggu, 25 Januari 2026
Bandung - PARAHITA Klinik & Laboratorium menjadi salah satu sponsor dalam Seminar Kebebasan Finansial melalui Entrepreneur dan Bisnis yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (UNPAD). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Graha Sanusi UNPAD, Jalan Dipatiukur, Bandung, pada Sabtu (24/1/2026), dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
Dukungan PARAHITA dalam acara ini menegaskan komitmen perusahaan di bidang layanan kesehatan untuk berkontribusi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendekatan preventif dan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai fondasi produktivitas dan kemandirian finansial.
Branch Manager PARAHITA, dr. Dina, hadir sebagai salah satu narasumber dalam sesi Business Matching. Dalam pemaparannya, dr. Dina menekankan bahwa kesehatan merupakan investasi yang sangat berharga, karena kondisi kesehatan yang baik akan menentukan kemampuan seseorang untuk bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi secara optimal dalam jangka panjang.
Menurut dr. Dina, perencanaan keuangan dan kebebasan finansial tidak dapat dipisahkan dari aspek kesehatan. Biaya kesehatan yang tidak terencana dapat menjadi beban finansial di masa depan, sehingga upaya menjaga kesehatan sejak dini merupakan langkah strategis dalam pengelolaan keuangan pribadi maupun keluarga.
Selain berperan sebagai sponsor dan narasumber, PARAHITA juga membuka booth layanan kesehatan dalam acara ini. Booth PARAHITA tampak ramai dikunjungi peserta seminar yang memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis sebagai bentuk edukasi dan kepedulian terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
Layanan cek kesehatan gratis ini mendapat respons positif dari peserta, karena memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara dini. Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat seminar yang tidak hanya membahas kebebasan finansial, tetapi juga kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi masa depan.
Seminar ini turut menghadirkan keynote speech dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini. Dalam sambutannya, Menteri Rini menegaskan bahwa masa purnabakti ASN bukanlah akhir dari kontribusi, melainkan fase keberlanjutan peran yang perlu dipersiapkan dengan lebih terencana.
Ia menyampaikan bahwa banyak ASN memasuki masa purnabakti dalam kondisi masih produktif, berpengalaman, dan memiliki jejaring luas, sehingga memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan, termasuk melalui dunia usaha dan entrepreneur.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Umum IKA UNPAD yang juga Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono; Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor; Wali Kota Bandung Muhammad Farhan; serta Ketua Dewan Penasihat IKA UNPAD Omay K. Wiraatmadja, bersama para narasumber, pengurus, dan alumni UNPAD.
Setelah sesi ISHOMA, Ketua Umum IKA UNPAD menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk PARAHITA Klinik & Laboratorium, atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan seminar ini. IKA UNPAD pun berencana menggelar acara lanjutan dengan skala yang lebih besar agar manfaat seminar kebebasan finansial dapat dirasakan lebih luas oleh alumni dan masyarakat.
What's Your Reaction?