Kawal Bumil Fest 2025 di Kiara Artha Park: Blackmores Dorong Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia Ibu Hamil di Jawa Barat
Senin, 17 November 2025
Bandung - Acara Kawal Bumil Fest 2025 berlangsung meriah di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada Sabtu (15/11/2025). Acara yang berfokus pada edukasi kesehatan ibu hamil ini dihadiri ratusan peserta dan didukung berbagai lembaga, termasuk Blackmores, yang turut berperan aktif dalam memberikan edukasi gizi dan pencegahan anemia bagi perempuan di Jawa Barat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kesehatan ibu hamil, Blackmores menyerahkan bantuan kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Selain itu, Blackmores juga membuka booth yang menjadi salah satu pusat perhatian para pengunjung, khususnya ibu hamil yang antusias mengikuti edukasi, konsultasi kesehatan, serta menerima produk Blackmores secara langsung.
Booth tersebut tak pernah sepi pengunjung sepanjang acara. Para ibu hamil mendapatkan informasi mengenai pentingnya asupan nutrisi, terutama zat besi, untuk mencegah anemia selama kehamilan. Kegiatan interaktif yang disiapkan Blackmores turut menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan.
Priyo Setyanto, Nasional Sales & Promotion Manager Kalbe Blackmores Nutrition, menyoroti tingginya angka anemia pada perempuan di Jawa Barat. “Sekitar 70 persen kasus anemia perempuan secara nasional ada di Jabar. Modernisasi, pola hidup cepat, istirahat kurang, semua memengaruhi kondisi ini,” ujarnya. Ia menambahkan, pola makan yang tidak seimbang serta tingginya konsumsi makanan cepat saji memperparah kondisi tersebut.
Menurut Priyo, intervensi kesehatan yang lebih intensif menjadi hal mendesak karena populasi yang besar dan mobilitas tinggi di Jawa Barat membuat perempuan semakin rentan terhadap anemia. Ia berharap Kawal Bumil Fest dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil sebagai pondasi kualitas generasi mendatang. “Stunting itu masalah jangka panjang. Jika satu generasi terdampak, generasi berikutnya ikut berisiko,” tegasnya.
Dukungan terhadap kesehatan ibu hamil juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui edukasi reproduksi, deteksi dini, dan pemenuhan gizi. Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan, menegaskan bahwa persoalan kesehatan ibu dan anak berakar sejak masa remaja. “Ketika kita bicara kesehatan ibu dan anak, sebetulnya kita bicara mulai dari remaja. Banyak perempuan yang bahkan tidak sadar bahwa dirinya sedang hamil, padahal dua bulan pertama seluruh susunan saraf janin sudah terbentuk,” jelasnya.
Kukuh menekankan pentingnya program Kawal Bumil sebagai pendamping ibu hamil, pemantau risiko, dan penjaga pemenuhan nutrisi. Menurutnya, ada tiga fokus utama yang dikejar: menurunkan angka kematian ibu, menekan kematian anak, serta mencegah stunting. Ia juga menyoroti anemia pada remaja sebagai faktor risiko terbesar sehingga edukasi gizi dan tablet tambah darah menjadi bagian penting pencegahan.
Sementara itu, Kabid Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Bandung, Endah Komalasari, menyampaikan bahwa Pemkot Bandung terus memperkuat layanan melalui program BKB dan BKR. Ia menekankan pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai masa emas pembentukan kualitas anak. Audit stunting rutin dilakukan, termasuk kunjungan langsung ke rumah ibu hamil berisiko dengan tim medis lengkap.
Namun, ia mengakui tantangan perkotaan seperti kepadatan penduduk, sanitasi, akses air bersih, hingga pengelolaan sampah masih memengaruhi tingginya kasus stunting. Untuk mengatasi hal tersebut, Bandung meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting, didukung berbagai pihak termasuk Rumah Zakat, Blackmores, PKBI, hingga UNFPA. Meski posyandu tersebar luas, tingkat kehadiran masih menjadi kendala dengan angka hanya 50–60 persen.
Pada kesempatan tersebut, Kawal Bumil Fest menghadirkan prenatal yoga, talkshow interaktif, dan berbagai booth aktivitas bagi ibu hamil. Kukuh menegaskan bahwa penyelenggaraan acara di Jawa Barat sangat relevan, mengingat angka kesehatan ibu dan anak yang masih menjadi perhatian serius. “Kami yakin event ini menjadi wadah edukasi yang sangat bermanfaat bagi para ibu hamil,” pungkasnya.
What's Your Reaction?