BPJS Ketenagakerjaan Dukung Penghargaan Kesehatan Koperasi Kota Bandung 2025: 113 Koperasi Raih Predikat Sehat
Kamis, 13 November 2025
Bandung - BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu sponsor utama dalam Acara Penganugerahan Penghargaan Tingkat Kesehatan Koperasi Kota Bandung Tahun 2025 yang digelar di Gedung Manunggal Tridaya Cakti Pussenkav, Jalan Gatot Subroto No.112, Bandung, pada Rabu (12/11/2025). Acara yang mengusung tema “Dengan Semangat Kolaborasi Wujudkan Koperasi Maju Mendukung Bandung Utama” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan sebagai sponsor utama menunjukkan dukungan nyata lembaga tersebut terhadap keberlangsungan dan kesejahteraan pelaku koperasi. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Moch. Faisal, hadir langsung dalam acara dan menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para koperasi yang berhasil meraih predikat “Sehat”.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja seluruh koperasi yang telah berupaya menjaga tata kelola yang baik dan keberlanjutan usaha. BPJS Ketenagakerjaan memiliki komitmen yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan anggota koperasi di Kota Bandung,” ujar Faisal kepada awak media selepas acara.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Koperasi dan UKM mengumumkan hasil pemeriksaan tingkat kesehatan koperasi tahun 2025. Sebanyak 113 koperasi dinyatakan berpredikat “Sehat” dari total 175 koperasi yang diperiksa. Sementara itu, 42 koperasi lainnya memperoleh predikat “Cukup Sehat”.
“Kualitas koperasi saat ini semakin meningkat. Dari 175 koperasi yang kami evaluasi, 113 koperasi atau 64% berhasil meraih predikat ‘Sehat’, sementara 42 koperasi (24%) tergolong ‘Cukup Sehat’,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana. Ia menambahkan, penilaian tersebut didasarkan pada empat indikator utama, yakni tata kelola, profil kelembagaan, manajemen, dan kinerja keuangan.
Dari 113 koperasi yang dinilai sehat, dipilih 20 koperasi terbaik untuk menerima penghargaan dalam tiga kategori: Koperasi Fungsional, Koperasi Warga/PKK, dan Koperasi TNI/POLRI. Budhi juga mengungkapkan bahwa tahun depan akan ditambahkan kategori baru, yakni Koperasi Kelurahan Merah Putih, guna memperluas ruang partisipasi koperasi di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang diwakilkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Dudy Prayudi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras para pengurus dan anggota koperasi. “Capaian 113 koperasi sehat dan 42 cukup sehat bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan nyata dari dedikasi, kerja keras, dan semangat kebersamaan,” ujarnya dalam sambutan resmi.
Farhan menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di tengah tantangan ekonomi modern. “Koperasi adalah wadah yang menumbuhkan semangat gotong royong, solidaritas, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Koperasi yang sehat dan transparan menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga bagi kemajuan Kota Bandung,” tambahnya.
Kegiatan penganugerahan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha, termasuk BPJS Ketenagakerjaan. Melalui dukungan ini, BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi anggota koperasi di Kota Bandung.
Dengan terselenggaranya Penghargaan Tingkat Kesehatan Koperasi Kota Bandung Tahun 2025, Pemerintah Kota Bandung bersama para mitra strategis seperti BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya koperasi yang sehat, modern, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan semangat “Bandung Utama” menuju ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?