Semarak Asia Afrika Festival 2026: Delegasi Petaling Jaya Malaysia Pukau Bandung dengan Karnaval Budaya dan Produk Unggulan Komunitas
Senin, 13 Juli 2026
BANDUNG — Jalan Asia Afrika di Kota Bandung kembali menjadi saksi bisu kemegahan sejarah dan eratnya persaudaraan lintas negara. Perhelatan akbar Asia Afrika Festival (AAF) 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 12 Juli 2026 sukses menyedot perhatian dunia. Di antara berbagai partisipan internasional yang hadir, kehadiran Pemerintah Kota Petaling Jaya, Malaysia, menjadi salah satu daya tarik utama yang memeriahkan festival tahunan ini.
Keikutsertaan delegasi dari negeri jiran ini membuktikan komitmen kuat dalam mempererat hubungan bilateral dan diplomasi budaya di tingkat regional. Rombongan dari Petaling Jaya tampil memukau dalam sesi karnaval budaya, bersanding erat dengan perwakilan dari negara-negara sahabat lainnya seperti Fiji dan Rwanda. Langkah kaki para peserta karnaval yang penuh warna seolah menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung di sepanjang koridor bersejarah tersebut.
Tidak hanya unjuk gigi dalam parade budaya, Pemerintah Petaling Jaya juga aktif berpartisipasi dengan membuka sebuah booth pameran yang interaktif. Langkah ini diambil untuk memperkenalkan lebih dekat potensi ekonomi kreatif yang berbasis kemasyarakatan kepada para pengunjung festival. Kehadiran booth ini menjadi sarana efektif dalam mempromosikan identitas lokal mereka di panggung internasional.
Booth pameran milik Petaling Jaya menyajikan berbagai produk unggulan yang menarik perhatian warga Bandung dan wisatawan asing. Beberapa komoditas yang dipamerkan antara lain madu kelulut khas, kopi berkualitas tinggi, hingga aneka kerajinan tangan bermutu estetika tinggi. Salah satu produk unik yang menjadi pusat perhatian adalah batik tulis yang diaplikasikan di atas media kayu sebagai suvenir eksklusif.
Pentingnya momentum ini turut ditegaskan oleh kehadiran pejabat struktural dari pemerintahan Malaysia. Senior Assistant Director Development Planning Department Majlis Bandaraya Petaling Jaya (MBPJ), Nazihah Jaafar, hadir langsung di lokasi acara untuk memberikan dukungan penuh. Beliau menyempatkan diri meninjau jalannya festival serta berkunjung ke booth pameran untuk melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan komunitas MBPJ Petaling Jaya, Aziz Bin Ma'as, menyampaikan rasa syukur dan tujuan utama dari partisipasi mereka. Beliau menjelaskan bahwa kehadiran rombongannya pada tanggal 11 dan 12 Juli tersebut mengusung misi utama membawa dan mengenalkan produk-produk hasil karya komunitas setempat. Melalui pengenalan ini, diharapkan produk lokal Petaling Jaya dapat dikenal lebih luas di pasar internasional.
Lebih lanjut, Aziz mengungkapkan bahwa partisipasi dalam Asia Afrika Festival 2026 ini diharapkan mampu melahirkan kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan. Ia berharap program pertukaran budaya dan ekonomi seperti ini dapat terus dipertahankan setiap tahunnya. Menurutnya, festival ini menjadi wadah edukasi yang sangat baik bagi kedua belah pihak untuk saling mempelajari hasil karya komunitas masing-masing.
Aziz juga membocorkan rencana masa depan bahwa pada gelaran festival berikutnya, pihak Petaling Jaya akan membawa variasi produk komoditas yang berbeda agar terus menyajikan inovasi baru bagi pengunjung. Terkait visi ekonomi, ia berharap terbangun sebuah jaringan kerja (networking) yang jauh lebih luas antara agensi pemerintah Malaysia dan Kota Bandung. Jaringan yang kuat diyakini mampu mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan komunitas lokal di kedua negara.
Di sisi lain, perhelatan AAF 2026 ini juga memberikan kesan mendalam bagi para delegasi Malaysia selama dua hari menghabiskan waktu di Kota Kembang. Aziz mengungkapkan kekagumannya yang luar biasa terhadap atmosfer sosial dan keramahtamahan yang ada di Kota Bandung. Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga lokal memberikan warna tersendiri bagi rombongan delegasi selama berada di lapangan.
Salah satu hal yang paling memikat hati delegasi Petaling Jaya adalah harmonisasi budaya dan kesatuan bahasa yang ditunjukkan oleh masyarakat Bandung. Aziz mengaku sangat kagum melihat bagaimana seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan etnis tetap berkomunikasi dengan bangga menggunakan bahasa Indonesia. Kekayaan budaya yang berpadu dengan persatuan bahasa ini dinilai menjadi energi positif yang membuat Asia Afrika Festival 2026 menyisakan memori indah bagi semua delegasi mancanegara.
What's Your Reaction?