Sokong Kemajuan UMKM, Teh Jawa Jadi Sponsor Asia Africa Festival 2026 di Bandung
Senin, 13 Juli 2026
BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung resmi membuka gelaran megah Asia Africa Festival (AAF) 2026 di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, pada Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema "Unity in Diversity, Rising in Harmony", festival tahunan ini dirancang untuk menguatkan kolaborasi global dan keberlanjutan. Melalui nilai keberagaman dan inklusivitas, perhelatan ini sukses menghidupkan kembali semangat persahabatan antarbangsa di jantung Kota Kembang.
Kemeriahan pembukaan AAF 2026 langsung berlanjut dengan suguhan Asia Africa Carnival yang memukau ribuan pasang mata. Karnaval budaya yang membentang dari Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat ini menampilkan delegasi dari berbagai negara Asia-Afrika, perwakilan kota kembar (sister city), mahasiswa internasional, serta beragam komunitas seni budaya lokal. Jalur protokol tersebut berubah menjadi ruang interaksi yang hangat, mempertemukan masyarakat dengan keanekaragaman budaya dunia.
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan budaya, festival ini juga menjadi panggung besar bagi penguatan ekonomi lokal melalui kehadiran AAF Market Corner yang berlokasi di Jalan Braga Pendek, Bandung. Kehadiran zona ekonomi ini mendapat dukungan penuh dari sektor swasta, salah satunya adalah merek teh legendaris, Teh Jawa, yang tampil sebagai salah satu sponsor gelaran tersebut. Kehadiran produk legendaris produksi PT Sari Melati Sejahtera sejak 1986 ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pameran.
Salah satu Staff Teh Jawa, Muhammad Nastain, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bandung atas terselenggaranya festival bertaraf internasional ini. Menurutnya, acara ini merupakan momentum luar biasa, tidak hanya untuk memperkuat citra produk lokal di tingkat nasional, tetapi juga sebagai wadah strategis bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Nastain menilai langkah kolaboratif pemerintah dan swasta dalam ajang ini sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif pascapandemi.
"Kami sangat berterima kasih atas ruang yang diberikan dalam Festival Asia Afrika ini. Acara ini sangat bagus, terutama dalam mendukung para pelaku UMKM lokal serta produk-produk lainnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bagi kami, ini adalah kesempatan berharga untuk melakukan pengenalan agar masyarakat Bandung dan sekitarnya semakin mengenal kualitas produk Teh Jawa," ujar Muhammad Nastain saat diwawancarai awak media di sela-sela pameran.
Lebih lanjut, Nastain menjelaskan bahwa Teh Jawa membawa identitas cita rasa asli Nusantara yang diproduksi langsung dari Pekalongan, Jawa Tengah. Teh yang dikenal luas melalui akun Instagram @tehjawa.official dan situs resmi www.tehjawa.co.id ini memiliki karakteristik yang sangat kuat dan autentik. Menggunakan daun teh pilihan, produk ini mempertahankan kualitas rasa sepet yang pas dipadukan dengan aroma melati yang pekat, menghasilkan kesegaran teh yang khas dan asli Jawa bagi para penikmatnya.
Selama pameran berlangsung di AAF Market Corner, stan Teh Jawa diserbu pengunjung berkat berbagai program promosi interaktif yang mereka siapkan. Perusahaan menyediakan sampel gratis (free tester) bagi setiap pengunjung yang ingin mencicipi langsung kehangatan teh melati mereka. Selain itu, terdapat program bonus pembelian produk serta undian berupa lucky dip dengan hadiah menarik yang sukses menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan.
Mengakhiri sesi wawancara, perwakilan Teh Jawa ini menyampaikan imbauan dan harapannya agar masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat pada umumnya terus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Asia Africa Festival. Menurutnya, kepedulian masyarakat untuk meramaikan dan menjaga ketertiban acara akan menjadi modal utama agar festival ini terus berjalan setiap tahun secara konsisten. Dukungan kolektif tersebut diyakini mampu membawa esensi diplomasi budaya dan kebangkitan ekonomi kreatif lokal ke level yang jauh lebih baik di masa depan.
What's Your Reaction?