Manifesto Gerakan dari Saparua: PKC PMII Jawa Barat Siap Rebut Masa Depan Peradaban
Sabtu, 2 Mei 2026
BANDUNG – Gedung Olahraga (GOR) Saparua menjadi saksi bisu gelombang biru kuning yang memadati jantung Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat secara resmi menggelar perhelatan akbar bertajuk "Konsolidasi Akbar, Manifesto Gerakan, dan Semarak Harlah PMII". Acara ini menandai babak baru kepemimpinan mahasiswa nahdliyin di tanah Pasundan dengan semangat transformasi yang progresif.
Mengusung tema besar "Reignite PMII Jawa Barat Menuju Masa Depan Peradaban", kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Sebanyak 160 pengurus dari 23 pengurus cabang kota dan kabupaten se-Jawa Barat resmi dilantik di hadapan sekitar 2.000 kader yang datang dari berbagai penjuru daerah. Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan yang berlangsung di Jalan Saparua No. 28, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan tersebut.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah menambah bobot prestisius acara ini. Terlihat hadir Komisioner Bawaslu RI Lolly Suhenty, Ketua Umum PB PMII M. Sofiyulloh Cokro, serta tokoh senior PMII Dr. H. Cucun A. Syamsurijal yang menjabat sebagai Mobinas PB PMII. Kehadiran para tokoh ini memberikan suntikan moral bagi para pengurus baru yang akan mengemban amanah selama satu periode ke depan.
Selain itu, deretan pejabat publik dan alumni turut menyaksikan momentum bersejarah ini, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jabar sekaligus Ketua Mobinda PMII Jawa Barat H. Acep Jamaludin, Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Anang Jauharuddin, serta Kadispora Jabar Hery Antasari. Dukungan lintas sektor ini menunjukkan bahwa PMII Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam dinamika pembangunan dan pengawasan demokrasi di wilayah Jawa Barat.
Pelantikan pengurus ini berlandaskan pada Surat Keputusan PB PMII Nomor 187.A/1.03/2026. Sahabat Rusli Hermawan secara resmi menakhodai PKC PMII Jawa Barat setelah sebelumnya berhasil meraih dukungan mayoritas dengan 17 dari 23 suara cabang. Bersamanya, Anisa Nurhopipah Disastra juga dilantik sebagai Ketua KOPRI PKC PMII Jabar, membawa harapan baru bagi gerakan perempuan di lingkup mahasiswa.
Dalam pidato perdananya yang menggelegar, Ketua PKC PMII Jabar Rusli Hermawan menegaskan tiga pilar utama yang akan menjadi kompas gerakannya: otoritas moral, otoritas intelektual, dan otoritas praksis. Rusli menekankan bahwa kader PMII harus memiliki kedalaman berpikir sekaligus ketajaman dalam bertindak demi membela kepentingan rakyat kecil.
"Keadilan tidak jatuh dari langit. Ia mesti kita rebut, kita ambil, dan kita perjuangkan!" tegas Rusli di hadapan ribuan kader yang menyambutnya dengan riuh tepuk tangan. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa PMII Jawa Barat akan tetap konsisten menempatkan diri sebagai mitra kritis pemerintah dan garda terdepan dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan.
Menariknya, PKC PMII Jabar kali ini secara khusus mengadopsi spirit Bandung dan memori kolektif Konferensi Asia Afrika era Bung Karno. Semangat ini digunakan sebagai landasan filosofis untuk melawan berbagai bentuk dominasi kapital, hegemoni politik, serta ancaman neo-imperialisme dan neokolonialisme wajah baru yang kian nyata di era digital.
Sebagai bentuk komitmen nyata, dideklarasikan pula Spirit Dasa Sila Pergerakan yang akan menjadi arah gerak organisasi. Deklarasi ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah pengurus selaras dengan nilai-nilai dasar perjuangan PMII, yakni keislaman dan keindonesiaan yang moderat dan inklusif.
Menutup rangkaian sambutannya, Rusli mengajak seluruh elemen dari tingkat Rayon, Komisariat, hingga Cabang untuk memperkuat solidaritas struktural. Ia berjanji akan melakukan standarisasi kader dan menghidupkan kembali gerakan sosial berbasis akar rumput. Visi besar "Reignite" ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, namun mampu diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret di 23 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
What's Your Reaction?