Phinera Wijaya Kembali Nakhodai IPSI Jabar: Tekad Bawa Pencak Silat Menuju Panggung Olimpiade
Sabtu, 2 Mei 2026
BANDUNG – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat sukses menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-XII untuk masa bakti 2026–2030 di Hotel Savoy Homann, Sabtu (2/5/2026). Forum tertinggi organisasi silat tingkat provinsi ini menjadi momentum krusial untuk melakukan konsolidasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis dalam membawa pencak silat Jawa Barat merambah panggung dunia.
Mengusung tema besar “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade, Melanjutkan Tradisi Juara Menuju Pencak Silat Jabar Istimewa”, Musprov XII ini tidak sekadar menjadi ajang laporan pertanggungjawaban. Agenda ini menegaskan komitmen kolektif seluruh elemen persilatan di Jawa Barat untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan serta sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan demi mempertahankan supremasi di level nasional.
Ketua panitia penyelenggara, Kolonel Mustofa, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas soliditas yang ditunjukkan oleh pengurus IPSI kabupaten/kota serta perguruan silat se-Jawa Barat. Ia menekankan bahwa rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini terjaga merupakan fondasi utama dalam mendorong terciptanya ekosistem pencak silat Jabar yang unggul, tangguh, dan berkarakter.
Perhelatan ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pemangku kebijakan olahraga. Di barisan tamu kehormatan, tampak hadir perwakilan Ketua Umum IPSI Pusat Sumarsono, Pangdam III/Siliwangi Nurul Yaqin, Komandan Kodiklat AD, hingga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Budiana. Kehadiran para petinggi ini menegaskan bahwa pencak silat memiliki posisi strategis dalam pertahanan budaya dan prestasi olahraga.
Dalam dinamika sidang pleno yang berjalan kondusif, Phinera Wijaya kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin IPSI Jawa Barat periode 2026–2030. Dalam sambutan hangatnya setelah terpilih kembali, Phinera menggarisbawahi pentingnya menjaga kesinambungan prestasi yang telah diraih sembari mempercepat proses regenerasi, baik di level atlet maupun fungsionaris pengurus di daerah.
Kepemimpinan Phinera di periode sebelumnya memang mencatatkan rapor hijau dengan berbagai capaian gemilang, mulai dari prestasi di kancah internasional hingga dominasi mutlak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Rekam jejak "Tradisi Juara" inilah yang dinilai para peserta Musprov sebagai modal sosial dan teknis yang kuat untuk menatap target yang lebih tinggi di masa depan.
Salah satu ambisi besar yang dicanangkan dalam kepengurusan baru ini adalah mendorong pencak silat agar segera dipertandingkan secara resmi di ajang Olimpiade. Jabar sebagai lumbung atlet nasional merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membuktikan bahwa seni bela diri asli nusantara ini layak bersaing di level tertinggi olahraga internasional dengan standar profesionalisme yang ketat.
Selain fokus pada raihan medali, IPSI Jabar juga menyoroti inovasi pembangunan sarana prasarana. Jawa Barat telah mencatatkan sejarah sebagai pelopor pembangunan padepokan pencak silat seluas 8 hektare di Jatinangor. Fasilitas megah ini dirancang bukan sekadar tempat berlatih fisik, melainkan pusat pengembangan riset budaya serta destinasi wisata berbasis olahraga tradisional (sport tourism).
Ketua KONI Jawa Barat, Budiana, memberikan pujian atas kepemimpinan IPSI Jabar yang dinilai sangat solid dan konsisten dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. Menurutnya, keberhasilan IPSI Jabar dalam menyelaraskan organisasi dan pembinaan prestasi harus menjadi contoh bagi cabang olahraga lain. Ia optimistis kolaborasi kuat antara KONI dan IPSI akan membuat Jabar tetap tak terkalahkan.
Musprov XII IPSI Jabar akhirnya ditutup dengan tekad bulat dari seluruh perwakilan kabupaten dan kota. Pertemuan di Hotel Savoy Homann ini menjadi titik tolak baru bagi perjalanan panjang pencak silat di Jawa Barat—sebuah langkah pasti untuk tidak hanya menjaga warisan leluhur dan tradisi juara, tetapi juga mewujudkan visi besar: membawa silat mendunia hingga ke podium Olimpiade.
What's Your Reaction?