Yayasan Anak Bunda Istimewa Raih Penghargaan sebagai Organisasi Peduli Disabilitas pada Peringatan HKN ke-61 Kota Bandung
Selasa, 25 November 2025
Bandung - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kota Bandung diselenggarakan melalui Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung pada Senin, 24 November 2025. Dalam apel tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berkesempatan membacakan amanat resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya percepatan transformasi kesehatan sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.
Apel pagi berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan instansi kesehatan, mulai dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, para staf ahli, asisten daerah, kepala perangkat daerah, direktur rumah sakit, camat, lurah, hingga para tenaga kesehatan dari berbagai institusi. Kehadiran mereka menggambarkan semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Bandung.
Dalam momen penting tersebut, Yayasan Anak Bunda Istimewa dianugerahi penghargaan “Organisasi Peduli Disabilitas Kota Bandung”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. dr. Sony Adam, SH., MM., kepada Ketua Yayasan Anak Bunda Istimewa, Rika Yulianti Windriani, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yayasan dalam mendampingi dan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Usai menerima penghargaan, Rika Yulianti Windriani menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Saya merasa bersyukur dan bangga atas kepedulian pemerintah, terutama terhadap organisasi atau yayasan disabilitas dan sosial. Mudah-mudahan penghargaan ini bisa memberi manfaat lebih luas bagi kami dan bagi komunitas disabilitas,” ujarnya.
Rika juga menekankan bahwa penghargaan seperti ini seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial. Ia berharap ada program lanjutan yang lebih nyata. “Supaya tidak hanya sekedar seremonial, tapi ada aksi-aksi berikutnya yang lebih bermanfaat. Semoga ke depan lebih banyak organisasi lain yang dilibatkan dan mendapatkan apresiasi serupa,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan orang tua penyandang disabilitas dalam setiap program. “Tidak hanya anak-anak disabilitasnya saja, tapi perkumpulan orang tuanya juga perlu dilibatkan lebih banyak. Karena anak-anak kami sangat didukung penuh oleh keluarganya,” tegasnya.
Lebih jauh, Rika berharap dukungan tidak hanya datang dari Dinas Kesehatan, tetapi juga dari dinas-dinas lainnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat ekosistem layanan bagi penyandang disabilitas. “Semoga dinas-dinas lain juga ikut mendukung agar manfaatnya bisa meluas,” tuturnya.
Sementara itu, amanat Menteri Kesehatan yang dibacakan Wali Kota Farhan kembali menegaskan bahwa tema HKN tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” menjadi pengingat bahwa 84 juta anak Indonesia saat ini harus dipersiapkan menjadi generasi unggul pada tahun 2045. Farhan mengutip pesan Menkes: “Kita mungkin tidak lagi menyaksikan matahari hangat pada 17 Agustus 2045. Namun kita berkewajiban memastikan anak-anak Indonesia hari ini memiliki masa depan yang sehat dan produktif.”
Amanat tersebut juga menjabarkan enam pilar transformasi kesehatan nasional, mulai dari transformasi layanan primer, rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan, SDM kesehatan, hingga teknologi kesehatan. Menteri Kesehatan turut mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan, akademisi, media, organisasi masyarakat, dan para kader yang berkontribusi menjaga martabat bangsa. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto juga disampaikan sebagai langkah penting mempercepat penanganan TBC di Kota Bandung.
Acara ditutup dengan pelaksanaan screening kesehatan gratis serta peluncuran logo baru Dinas Kesehatan Kota Bandung, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Farhan. Peringatan HKN ke-61 ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama menuju transformasi kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?