Tampil Nyentrik di Ciwalk, Tim ‘The Mang Bagja’ RSKGM Kota Bandung Raih Penghargaan Penampil Terunik dari Walikota

Sabtu, 6 Juni 2026

Jun 6, 2026 - 19:24
Jun 6, 2026 - 20:50
 0  6
Tampil Nyentrik di Ciwalk, Tim ‘The Mang Bagja’ RSKGM Kota Bandung Raih Penghargaan Penampil Terunik dari Walikota

​BANDUNG – Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung tidak hanya unggul dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu menunjukkan taji di bidang pelestarian budaya. Tim angklung RSKGM yang dikenal dengan nama "The Mang Bagja" berhasil menyabet Piagam Ucapan Terima Kasih dari Walikota Bandung sebagai Penampil Terunik dalam ajang "Bandung Diriung Angklung Vol. 2" yang sebelumnya digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk) Mall. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti nyata bahwa kesibukan sebagai tenaga medis bukan halangan untuk berkreasi dan menorehkan prestasi.

​Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Istri Walikota Bandung sekaligus Ketua TP PKK Kota Bandung masa bakti 2025–2030, Aryatri Benarto. Prosesi penyerahan apresiasi ini berlangsung meriah di tengah kekhusyukan acara puncak Bandung Kota Angklung Festival 2026 yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026. Kehadiran tim RSKGM di atas panggung utama mendapat sambutan hangat dari seluruh tamu undangan dan masyarakat yang memadati area Balai Kota.

​Ditemui di sela-sela acara, perwakilan dari Instalasi Rawat Jalan RSKGM Kota Bandung, drg. Mia Rachmawati. Sp.KG, idak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian ini. drg. Mia memberikan pesan penyemangat bagi seluruh anggota tim yang berjumlah sekitar 40 orang agar tetap konsisten mengasah kemampuan musik mereka. Ia berharap aktivitas seni ini tidak hanya sekadar menjadi wadah kompetisi, melainkan juga berfungsi sebagai sarana penyegaran pikiran di tengah rutinitas pelayanan kesehatan yang padat.

​"Untuk para anggota tim, agar selalu semangat dan terus berlatih di sela-sela kesibukan bekerja sebagai tenaga kesehatan. Semoga ini menjadi ajang refreshing, tetapi juga bisa menghasilkan prestasi sebagai juara," ungkap drg. Mia Rachmawati dengan penuh optimisme saat diwawancarai oleh awak media.

​Lebih lanjut, drg. Mia membeberkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi timnya adalah keterbatasan waktu untuk berkumpul akibat jadwal sif pelayanan rumah sakit yang ketat. Berkat komitmen yang kuat, tim "The Mang Bagja" berhasil memaksimalkan persiapan yang tergolong singkat sebelum hari H pertunjukan. "Karena kita sering latihan mandiri sebelumnya, jadi kemarin untuk persiapan intensif hanya memakan waktu 2 minggu terakhir sebelum penampilan," tambahnya terkait rahasia kekompakan tim.

​Gelaran Bandung Kota Angklung Festival 2026 ini sengaja dirancang sebagai ruang kolaborasi budaya yang masif. Acara ini sukses mempertemukan para seniman, komunitas, jajaran pemerintah, hingga masyarakat luas dalam satu frekuensi yang sama. Sinergi ini ditujukan untuk memperkuat identitas Kota Kembang sebagai Kota Angklung, sekaligus menjadi langkah konkret dalam melestarikan warisan budaya dunia yang telah diakui secara resmi oleh UNESCO.

​Suasana festival tahun ini terasa semakin semarak berkat penampilan memukau dari penyanyi kondang Ade Astrid. Ia berkolaborasi di atas panggung bersama lebih dari 500 pegiat dan seniman angklung dari berbagai komunitas lintas wilayah se-Kota Bandung. Selain performa kolosal tersebut, panggung utama juga dimeriahkan oleh lima peserta terunik dari rangkaian praacara—termasuk RSKGM—serta penampilan bakat-bakat muda dari para juara Festival Angklung Pelajar Bandung Raya.

​Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, dalam sambutannya menegaskan bahwa angklung memiliki nilai filosofis yang sangat mendalam melampaui fungsinya sebagai alat musik tradisional. Menurut Zulkarnain, angklung adalah simbol kebersamaan yang sarat akan nilai gotong royong, toleransi, dan harmoni kehidupan. Melalui simfoni bambu ini, Kota Bandung kembali menegaskan posisinya di kancah nasional maupun internasional sebagai kota yang menghargai sejarah.

​"Hari ini kita menunjukkan kepada Indonesia bahkan dunia bahwa Bandung bukan hanya kota kreatif, kota pendidikan, atau kota wisata. Bandung adalah kota yang menjaga akar budayanya dengan penuh cinta dan tanggung jawab. Angklung mengajarkan gotong royong, kebersamaan, dan toleransi. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipersatukan menjadi sebuah kekuatan," ujar Iskandar Zulkarnain dengan tegas.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa festival ini merupakan puncak peringatan Hari Bandung Kota Angklung yang kini memasuki tahun kelima sejak pertama kali dideklarasikan. Sebelum acara puncak di Balai Kota, Disparbud telah menggelar rangkaian Road to Festival sepanjang Mei 2026 di lima mal besar, yaitu Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, The Botanica Mall, Summarecon Mall, dan Festival Citylink, yang melibatkan 57 grup angklung dan menyedot ribuan pengunjung. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )