PSMTI Kota Bandung Gelar Pasar Murah di Surapati Core, Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga
Kamis, 5 Maret 2026
Bandung - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Bandung menunjukkan kepedulian nyatanya terhadap kondisi ekonomi masyarakat dengan menyelenggarakan aksi sosial berupa Pasar Murah. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib pada Kamis, 5 Maret 2026.
Acara yang dipusatkan di halaman Law Office AR & Associates, Kompleks Ruko Surapati Core Blok C 18, Bandung ini dimulai tepat pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Meskipun durasinya terbilang singkat, antusiasme warga sudah terlihat sejak pagi hari sebelum gerbang dibuka.
Pelaksanaan Pasar Murah ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kewilayahan dan tokoh penting, di antaranya Camat Cibeunying Kidul, Drs. Moch. Edi Purwadi. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan penuh pemerintah setempat terhadap inisiatif sosial yang melibatkan komunitas etnis di Kota Bandung.
Selain unsur kecamatan, tampak hadir pula Kapolsek Cibeunying Kidul beserta jajarannya serta Danramil beserta jajaran untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara. Kehadiran aparat TNI/Polri ini memberikan rasa aman bagi warga yang datang mengantre paket sembako.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Lurah Pasirlayung serta Tokoh Masyarakat Tionghoa Peduli, Dr. Djoni Toat, SH., MM. Kehadiran Dr. Djoni bersama tokoh masyarakat lainnya mempertegas semangat kolaborasi dalam membantu sesama tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Dalam kegiatan ini, PSMTI Kota Bandung menyediakan sebanyak 400 paket sembako. Jumlah tersebut dialokasikan khusus bagi warga sekitar yang telah memenuhi kriteria dan memiliki kupon resmi yang dibagikan sebelumnya oleh pejabat kewilayahan setempat.
Setiap paket sembako tersebut dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp60.000 per paket. Isinya tergolong lengkap untuk kebutuhan rumah tangga, terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, empat bungkus mie instan, dan dua bungkus roti.
Camat Cibeunying Kidul, Drs. Moch. Edi Purwadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah PSMTI. Menurutnya, kegiatan ini sangat tepat momentumnya mengingat harga-harga kebutuhan pokok di pasar yang cenderung mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Edi menekankan bahwa manfaat dari acara ini tidak hanya dari sisi ekonomi semata. Ia menilai aksi sosial seperti ini mampu menumbuhkan rasa solidaritas yang kuat antar berbagai golongan masyarakat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang efektif bagi warga dan komunitas.
Meskipun sukses, Edi berharap untuk ke depannya jumlah paket yang disediakan dapat disesuaikan lagi dengan jumlah warga yang ada. Ia juga menyarankan agar koordinasi terus ditingkatkan karena ini merupakan kali pertama kegiatan serupa dilaksanakan di lokasi tersebut agar distribusi lebih tepat sasaran.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PSMTI Kota Bandung, Dr. Ir. Agus Mulya Sutanto, SH., MH., MM., mengungkapkan harapan besarnya agar program ini tidak berhenti sampai di sini. Ia ingin kegiatan pasar murah bisa dilakukan secara periodik, misalnya setiap 4 hingga 5 bulan sekali.
Agus menambahkan bahwa misi PSMTI adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil. Ia pun bercita-cita agar jangkauan pasar murah ini bisa diperluas hingga ke seluruh wilayah di Kota Bandung, tidak hanya terpusat di area tengah kota atau lokasi tertentu saja.
Kegembiraan juga terpancar dari wajah para penerima manfaat, salah satunya Yaya. Ia mengaku sangat terbantu karena paket yang dibelinya memiliki selisih harga lebih dari 50% jika dibandingkan dengan harga normal di pasar, dan ia berharap program serupa bisa menjadi agenda rutin di lingkungannya.
What's Your Reaction?