Aksi Penyamaran Unik Bongkar Sindikat Pencuri Ternak, Kapolsek Cileungsi Terima Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 1 Juli 2026

Jul 1, 2026 - 15:38
Jul 8, 2026 - 18:01
 0  32
Aksi Penyamaran Unik Bongkar Sindikat Pencuri Ternak, Kapolsek Cileungsi Terima Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-80

​BANDUNG – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cileungsi, Kompol Edison, S.H., resmi menerima piagam penghargaan bergengsi dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (1/7/2026). Penghargaan luar biasa ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi taktis dalam penegakan hukum di wilayah Jawa Barat.

​Apresiasi tinggi tersebut dituangkan dalam Piagam Penghargaan Nomor: P/3/VI/KEP/2026 yang diterbitkan oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat tertanggal 30 Juni 2026. Berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani langsung oleh Kapolda Jabar, Komaris Jenderal Polisi Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Kompol Edison dengan NRP 71050069 dinilai telah menunjukkan prestasi yang melampaui tugas pokoknya sebagai bagian dari kesatuan Polda Jabar.

​Penghargaan ini diberikan berkat keberhasilan spektakuler Kompol Edison beserta jajarannya dalam menangkap pelaku pencurian hewan ternak milik warga yang sempat meresahkan. Demi membongkar jaringan tersebut, Kompol Edison melakukan aksi penyamaran yang sangat cerdik, mulai dari menyamar sebagai petugas PLN hingga menjadi seorang juragan domba. Strategi penyamaran taktis yang tidak biasa ini bahkan sempat viral di berbagai platform media sosial dan menuai pujian luas dari masyarakat netizen.

​Rekam jejak Kompol Edison memang dikenal sangat aktif turun langsung ke lapangan untuk memimpin berbagai pengungkapan kasus kriminal menonjol di bawah naungan Polres Bogor. Sebelum kasus pencurian ternak ini, pada April 2026 ia pernah menyamar sebagai petugas keamanan (satpam) untuk meringkus pengedar obat keras ilegal daftar G. Tidak hanya itu, pada Januari 2026, ia bahkan mengajak polwan beserta istrinya sendiri untuk menyamar demi menggagalkan praktik aborsi sepasang kekasih di kawasan Puncak, di samping keberhasilannya membongkar pengoplosan gas LPG bersubsidi dan peredaran narkoba jenis tembakau gorila pada tahun sebelumnya.

​Dalam sambutannya di upacara HUT Bhayangkara tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi mendalam terhadap kinerja nyata yang ditunjukkan personel di lapangan serta reformasi internal yang terus berjalan di tubuh Polri. Menurut Dedi, kepolisian merupakan institusi yang paling dekat dengan keseharian warga. Hal itulah yang membuat Polri menjadi lembaga yang paling sering menerima kritik, sekaligus menjadi tempat utama bagi masyarakat untuk mengadu dan berkeluh kesah.

​"Saya lihat Polri terus melakukan reformasi diri. Polri institusi yang paling sering dapat kritik warga, karena tempat berkeluh kesah dan layanannya langsung kepada masyarakat, sehingga akan terus berdinamika," ujar Dedi di hadapan para peserta upacara. Mantan Bupati Purwakarta tersebut menilai, Polri saat ini mampu menyikapi setiap dinamika dan masukan publik dengan bijak, serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi yang positif untuk terus berbenah secara simultan.

​Upaya perbaikan yang konsisten ini terbukti membuahkan hasil positif pada tingkat kepercayaan publik. Berdasarkan data terbaru dari survei Litbang Kompas, angka kepuasan publik terhadap institusi Polri mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu dari 65,1 persen pada tahun 2025 menjadi 67,6 persen pada tahun ini. Dedi menyebut capaian tersebut sebagai cerminan bahwa proses pembenahan di internal korps Korps Bhayangkara berjalan dengan sangat baik dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat.

​Pada kesempatan yang sama, Dedi juga membagikan pengalaman pribadinya mengenai efektivitas komunikasi yang terjalin erat dengan Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol Rudi Setiawan, dalam menjaga kondusifitas wilayah. Sinergi yang cepat dan responsif ini sangat dirasakan manfaatnya saat menangani berbagai laporan krusial di lapangan, mulai dari aksi premanisme yang meresahkan, balapan liar, geng motor, hingga aksi tawuran antarpelajar yang kerap diadukan oleh warga Jawa Barat.

​"Saya selalu merespons apa yang terjadi di masyarakat. Ada ibu-ibu menangis dipalak, ada balapan liar, geng motor, hingga tawuran. Biasanya saya langsung meneruskan informasi itu lewat pesan WhatsApp ke Pak Kapolda. Tidak butuh waktu lama, laporan selalu dapat respons dengan cepat dan para pelakunya berhasil ditangkap," tutur Dedi menambahkan, mencontohkan bagaimana koordinasi tingkat tinggi dapat membuahkan hasil instan bagi keamanan warga.

​Kendati memuji capaian kepuasan publik yang terus merangkak naik, Gubernur Dedi Mulyadi mengingatkan agar jajaran kepolisian, termasuk para perwira berprestasi seperti Kompol Edison, tidak cepat berpuas diri. Ia berharap hasil positif ini dijadikan pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan tanpa henti. "Jangan berpuas diri terhadap capaian yang sekarang. Anggaplah Polri ini masih banyak kekurangan, sehingga bisa terus meningkatkan layanan sampai masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat, benar-benar merasa puas," pungkasnya menutup pidato.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )