Kolaborasi WANOJA BENTANG RANCAGE & Maxindo Siap Sukseskan Legenda Wastra Nusantara 2026
Nurmalina (Ketua Wanoja Bentang Rancage)
BANDUNG — Festival Batik, Bordir, & Tenun "Legenda Wastra Nusantara 2026" resmi digelar sebagai wadah nyata untuk pelestarian, apresiasi, dan edukasi terhadap kekayaan kain tradisional Indonesia. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mendekatkan masyarakat luas dengan warisan budaya luhur bangsa yang sarat akan nilai sejarah.
Melalui jalinan benang dan corak yang penuh makna, festival ini tidak sekadar memamerkan keindahan fisik kain semata. Penyelenggara mengemas nilai historis dan filosofis yang terkandung di setiap helai kain agar dapat dipahami dan dicintai oleh generasi muda sebagai penerus bangsa.
Pameran yang terbuka untuk masyarakat umum ini diselenggarakan di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, mulai tanggal 1 hingga 5 Juli 2026. Selama lima hari berturut-turut, pengunjung disuguhkan keanekaragaman mahakarya batik, bordir, serta tenun ikonik yang datang langsung dari berbagai pelosok daerah di Indonesia.
Memasuki hari kedua pelaksanaan pada Kamis pagi (2/7/2026), suasana festival terasa semakin hangat dan semarak. Acara hari ini dimeriahkan oleh kehadiran anak-anak disabilitas dan Down syndrome yang turut tampil di atas panggung melalui pertunjukan bernyanyi serta fashion show busana adat yang memukau para penonton.
Kehadiran Lin Nurhayani, SE., istri dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, turut menambah keistimewaan acara. Dalam wawancaranya, beliau mengapresiasi tinggi dedikasi para perempuan dan ibu-ibu kreatif di balik layar festival yang memiliki empati besar dalam melestarikan sekaligus menampilkan kekayaan budaya Indonesia ke ranah publik.
Terkait dengan hal tersebut, Lin Nurhayani menyampaikan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan memiliki Balai Pelatihan Vocasional (BBPVP/BLK) yang siap merangkul masyarakat umum dan kelompok disabilitas. Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga Bandung untuk mengasah keterampilan agar mereka bisa menjadi mandiri dan berdaya.
Beliau memaparkan berbagai program pelatihan ramah disabilitas yang tersedia, seperti pelatihan barista dan melukis untuk anak-anak Down syndrome, serta pelatihan tata boga dan pembuatan roti. Sementara bagi penyandang tunarungu, tersedia pelatihan khusus di bidang perhotelan, seperti teknik merapikan tempat tidur (making bed).
Tidak hanya bagi penyandang disabilitas, Lin Nurhayani juga mengajak para ibu, bapak-bapak yang akan menghadapi masa pensiun, hingga masyarakat luas untuk mempersiapkan diri di Balai BPPK Ketenagakerjaan Lembang. Di sana, mereka dapat mengikuti berbagai pelatihan produktif mulai dari bercocok tanam, berkebun, beternak, hingga budidaya perikanan.
Semangat inklusivitas ini juga diamini oleh Hj. Rr. Ina Wiyandini, BA., pemilik jenama legendaris Ina Cookies sekaligus Ketua Alisa Khadijah ICMI Jawa Barat. Menghadiri acara yang bekerja sama dengan Maxindo dan Wanoja Bentang Rancage ini, beliau mengaku kagum dengan kemajuan pesat pameran yang setiap tahunnya selalu menghadirkan inovasi baru yang fokus pada kelestarian wastra.
Ibu Ina juga menekankan pentingnya inovasi dalam dunia fesyen nusantara, seperti memadukan batik dengan kain ulos, songket, maupun tenun agar tampilannya semakin menarik dan modern. Menurutnya, para pengusaha batik harus memiliki modal kreativitas, keuletan, kejujuran, optimisme, serta keberanian yang akurat untuk membawa perubahan bagi Indonesia.
Sebagai pembina Asosiasi Penyandang Disabilitas Lansia (APDL), Ibu Ina mengaku sangat bangga melihat karya-karya luar biasa yang ditampilkan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dalam festival ini. Keberhasilan para penyandang disabilitas dalam menghasilkan karya seni yang indah diharapkan dapat memicu motivasi dan semangat bagi masyarakat luas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Wanoja Bentang Rancage (WBR), Nurmalina yang akrab dipanggil Bu Noy menjelaskan bahwa kehadiran festival hari ini merupakan bentuk sinergi positif antara Wanoja Bentang Rancage, Maxindo, dan Biruku Indonesia. Melalui program "Gebyar Musik Disabilitas", mereka berkomitmen menyediakan ruang bagi anak-anak spesial untuk menyalurkan bakatnya.
Nurmalina berharap Wanoja Bentang Rancage dapat terus melaksanakan kegiatan serupa dengan skala yang jauh lebih besar di masa mendatang. Baginya, dukungan penuh terhadap kaum disabilitas sangat penting karena mereka terbukti memiliki keahlian dan potensi luar biasa yang patut diapresiasi oleh semua pihak.
Selain diramaikan oleh seniman dan pelaku UMKM, hari kedua festival ini juga dihadiri oleh 15 atlet berprestasi dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung. Kehadiran para atlet ini membawa angin segar sekaligus memperkuat pesan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi.
Wawa Gunawan, atlet angkat berat peraih medali emas dari NPCI Kota Bandung, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas undangan dari pihak Wanoja dan Maxindo. Ia berharap sinergi dan perhatian terhadap para atlet disabilitas ini dapat terus berlanjut demi kemajuan dunia olahraga inklusif di Jawa Barat.
Momentum kehadiran di festival ini juga dimanfaatkan Wawa untuk memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Mengingat Kota Bandung didapuk menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat pada November 2026 mendatang, NPCI Kota Bandung menargetkan diri untuk keluar sebagai juara umum.
Wanoja Bentang Rancage, sebuah organisasi yang mengusung slogan utama "Anggun Berbudaya, Mandiri Berkarya", hadir berkomitmen untuk menjaga keanggunan etika dan keluhuran budaya, sekaligus menumbuhkan taji bagi kaum perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi dan terus melahirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai program dan kontribusi nyata dari gerakan ini berpusat di Sekretariat yang beralamat di Jl. Bina Budaya No. 6, Komplek Bumi Citeureup Permai, Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Cimahi 40512. Bagi masyarakat yang ingin berkolaborasi, mendapatkan informasi lebih lanjut, atau menjalin kemitraan, organisasi ini dapat dihubungi secara langsung melalui nomor telepon 0812 2020 543 atau via email resmi di wanojabentangrancage@gmail.com.
What's Your Reaction?