Pemkot Bandung Matangkan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis MICE
Selasa, 3 Februari 2026
Bandung - Pemerintah Kota Bandung menggelar Forum Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Pengembangan Pariwisata Kota Bandung Berbasis MICE (Meeting, Incentive, Conference, dan Exhibition). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Ballroom Aryaduta Hotel, Bandung.
FGD tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terstruktur dan berdaya saing. Melalui sektor MICE, Bandung diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa Kota Bandung memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis MICE. Menurutnya, keunggulan geografis dan ketersediaan fasilitas menjadi modal penting untuk pengembangan sektor tersebut.
“Kota Bandung memiliki potensi besar untuk mengembangkan MICE, karena memiliki lokasi yang strategis dan fasilitas yang memadai,” ujar Nuzrul Irwan Irawan saat menyampaikan paparannya dalam FGD tersebut.
Ia menambahkan, keberadaan hotel, gedung pertemuan, pusat konvensi, serta aksesibilitas yang baik menjadikan Bandung sebagai destinasi yang ideal untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.
Nuzrul juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan MICE di Kota Bandung. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha pariwisata sangat diperlukan agar strategi yang disusun dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami berharap ada masukan dari teman-teman para pelaku usaha wisata untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Bandung,” katanya, seraya membuka ruang diskusi dan pertukaran gagasan dalam forum tersebut.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan pariwisata. Ia menilai bahwa kenyamanan dan pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam menarik wisatawan MICE ke Bandung.
“Harus bebaskan MICE untuk yang wisata ke Bandung, harus menunjukkan kita pelayanannya bagus, harus nyaman, dan kita harus memanfaatkan apa yang kita miliki hari ini, gedung yang ada, tempat yang ada,” ujar Asep Mulyadi.
Ia juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan berbagai kelebihan yang dimiliki Kota Bandung, termasuk pengembangan teknologi pendukung pariwisata dan perhatian terhadap aspek lingkungan. Menurutnya, pariwisata modern harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Melalui FGD ini, Pemkot Bandung berharap dapat merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis MICE yang komprehensif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kota Bandung optimistis mampu meningkatkan daya saing pariwisata MICE sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang berkunjung.
What's Your Reaction?