Merajut Ukhuwah dan Menebar Manfaat, Ratusan Lansia dan Dewasa Meriahkan Gebyar Kemerdekaan MQA di Pusdai Bandung
Minggu, 30 Agustus 2026
Bandung - Suasana penuh suka cita dan kebersamaan tampak jelas di Area Plaza Tiang Bendera, Masjid Pusdai Bandung, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Majelis Qurrata A'yun (MQA) di bawah naungan Yayasan Taawun Amanah Insani sukses menyelenggarakan acara "Gebyar Kemerdekaan Bersama MQA" untuk pertama kalinya. Mengusung tema "Merajut Ukhuwah Menebar Kebermanfaatan", kegiatan ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para peserta.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dirancang khusus untuk merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Tidak hanya sekadar perayaan seremonial, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi akbar bagi para anggota majelis. Kehadiran para peserta dari berbagai kalangan usia menciptakan atmosfer kekeluargaan yang sangat hangat di lingkungan masjid bersejarah tersebut.
Ketua Majelis Qurrata A'yun, Rinna Noerhayati, menjelaskan bahwa MQA merupakan lembaga bimbingan belajar Al-Qur'an khusus dewasa dan lansia. Kegiatan belajar mengajar ini biasanya rutin diadakan setiap hari Sabtu, Ahad, dan Senin di Pusdai. Melalui perayaan kemerdekaan perdana ini, pihak penyelenggara ingin mempererat tali persaudaraan sekaligus memberikan ruang rekreasi yang bermanfaat bagi para jemaahnya.
Perkembangan majelis ini tergolong sangat pesat sejak berdirinya. Rinna Noerhayati mengungkapkan bahwa saat ini MQA telah mencapai angkatan ke-29 dan bahkan tengah membuka pendaftaran untuk angkatan ke-30. Mayoritas peserta bimbingan belajar ini adalah kalangan dewasa dan lansia yang belajar membaca Al-Qur'an dari tingkat dasar atau basic hingga fasih.
Rangkaian acara pada hari tersebut diawali dengan prosesi khidmat berupa upacara, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan teks proklamasi. Setelah prosesi formal selesai, suasana berubah menjadi meriah dengan digelarnya berbagai perlombaan khas Agustusan. Berbagai lomba dan fun games tersebut diadakan untuk membangkitkan semangat kebersamaan para peserta lansia dan dewasa.
Antusiasme jemaah terlihat sangat tinggi dengan kehadiran sekitar 200-an peserta di lokasi acara. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total jemaah aktif MQA yang hampir mencapai angka 250 hingga 300 orang. Meskipun sebagian jemaah berhalangan hadir, kehadiran ratusan peserta yang memadati area plaza membuktikan tingginya solidaritas di antara mereka.
Selain perlombaan, kemeriahan acara juga didukung dengan adanya pembagian doorprize, kuis kemerdekaan, serta stan jelajah UMKM jamaah MQA. Keberadaan stan UMKM ini tidak hanya menambah kemeriahan suasana, tetapi juga wujud nyata dukungan terhadap perekonomian sesama anggota majelis. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang selaras dengan slogan acara yaitu seru-seruan bareng dan berbagi kebermanfaatan.
Di balik kemeriahan lomba, MQA memiliki misi sosial dan keagamaan yang kuat dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an di Indonesia. Rinna Noerhayati menyebutkan bahwa merujuk pada data survei, masih ada sekitar 70 persen masyarakat di Indonesia yang buta aksara Al-Qur'an. Melalui Yayasan Taawun Amanah Insani, MQA bertekad untuk terus berkontribusi menekan angka tersebut melalui metode pembelajaran yang inklusif bagi dewasa dan lansia.
Pihak manajemen MQA berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Selain sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air, kegiatan ini di harapkan mampu menjaga semangat para jemaah untuk terus istiqomah mempelajari Al-Qur'an. Kedekatan emosional yang terjalin lewat acara kekeluargaan ini diyakini dapat membuat hati para jemaah semakin mencintai Al-Qur'an.
Majelis Qurrata A'yun (MQA) juga menggandeng Samira Travel Umroh sebagai mitra strategis untuk memberikan kemudahan bagi para jamaah yang berencana menunaikan ibadah umroh maupun haji. Melalui kolaborasi ini, MQA dan Samira Travel siap menghadirkan pelayanan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh anggota majelis serta masyarakat luas.
Menutup rangkaian kegiatan hari itu, Rinna Noerhayati berpesan agar seluruh anggota MQA senantiasa menjaga semangat belajar mereka. Ajang Gebyar Kemerdekaan ini sukses membuktikan bahwa usia senja bukanlah halangan untuk terus berkarya, merajut ukhuwah, serta menebar kebermanfaatan bagi sesama di bawah naungan nilai-nilai Islam dan semangat nasionalisme.
What's Your Reaction?