Edukasi Bantuan Hidup Dasar dan Layanan Kesehatan Gratis IPAI Jabar Sedot Perhatian Warga di CFD Dago Bandung
Minggu, 16 Agustus 2026
BANDUNG — Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) Jawa Barat bersama Alumni Akademi Anestesi Jakarta menggelar aksi sosial bertajuk "Kewaspadaan Indera Mewujudkan Keselamatan" di kawasan Car Free Day (CFD) Dago, Kota Bandung, Minggu (16/8/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Melalui program tersebut, panitia menyajikan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) sekaligus membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat umum, khususnya yang berusia 30 tahun ke atas. Tingginya antusiasme warga membuat area kegiatan dipadati pengunjung yang ingin belajar teknik penyelamatan jiwa serta memeriksakan kondisi fisik mereka.
Ketua Alumni Akademi Anestesi Jakarta, Lasiape, B.Sc., menjelaskan bahwa edukasi BHD menyasar penanganan darurat pada kejadian henti jantung mendadak. Menurutnya, kondisi kritis ini dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan rumah, ruang publik, hingga dalam perjalanan di darat, laut, maupun udara.
"Kami dari penata anestesi yang sehari-hari bertugas di kamar bedah ingin mengedukasi masyarakat luas agar memiliki keahlian dasar dalam menghadapi situasi darurat. Siapapun bisa belajar, dan teknik pertolongan pertama seperti ini di luar negeri sudah menjadi hal yang sangat memasyarakat," ujar Lasiape di sela-sela kegiatan.
Untuk menunjang efektivitas pelatihan, panitia menyediakan sekitar 30 unit manekin peraga yang didatangkan langsung dari Singapura. Pelatihan ini dipandu oleh 60 instruktur profesional yang merupakan tenaga penata anestesi kualifikasi sarjana terapan dengan masa pendidikan empat tahun.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan sekitar 150 tenaga penata anestesi profesional se-Jawa Barat. Selain memberikan praktik BHD, dengan urutan untuk BHD yang dilakukan masyarakat Non Nakes (Danger berupa aman diri, aman korban, aman lingkungan, Cek Respon, Minta bantuan hub 119, Kompresi Jantung), masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan berupa cek kolesterol, asam urat, gula darah, hingga tekanan darah.
Lasiape menambahkan bahwa seluruh alat medis yang digunakan dalam kegiatan ini telah mengadopsi teknologi digital terkini. "Kami menggunakan pasien monitor canggih yang serba digital untuk memastikan akurasi hasil pemeriksaan. Kami juga menyediakan satu unit ambulans beserta fasilitas medis lengkap yang standby untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
Mengenai pemilihan lokasi, Lasiape menyebutkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi pertama atau 'obor pertama' dalam rangkaian program edukasi berskala nasional ini. Setelah Bandung, IPAI berencana melanjutkan aksi serupa ke berbagai wilayah lain seperti Jawa Tengah, Bali, hingga Banten.
Sementara itu, Ketua DPD IPAI Wilayah Regional Jawa Barat, Yayan Suryanto, S.Tr.Kes., M.M.R.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sumbangsih nyata penata anestesi bagi masyarakat di momentum kemerdekaan. Ia menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat awam mengenai penanganan awal pasien henti jantung.
"Sebagian besar masyarakat awam belum mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri akibat sakit jantung. Oleh karena itu, edukasi ini wajib diberikan guna menekan risiko komplikasi fatal hingga kematian di tempat," ungkap Yayan.
Yayan mengapresiasi sambutan hangat dari warga Bandung dan berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara intensif di masa mendatang. Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan lintas instansi, mulai dari DPKP, Dinas Perhubungan, kepolisian setempat, hingga instansi kelurahan dan kecamatan.
Melalui sinergi ini, IPAI Jawa Barat berkomitmen untuk terus memberikan warna positif dan kepedulian sosial demi meningkatkan derajat kesehatan serta keselamatan masyarakat luas. Panitia pun membagikan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.
What's Your Reaction?