Ubah Sampah Jadi Berkah: Gerakan Great Bandung 2026 Ajak Warga Tukar Sampah Anorganik dengan Kacamata Baca dan Sembako

Sabtu, 12 September 2026

Sep 12, 2026 - 18:44
Sep 14, 2026 - 09:10
 0  228
Ubah Sampah Jadi Berkah: Gerakan Great Bandung 2026 Ajak Warga Tukar Sampah Anorganik dengan Kacamata Baca dan Sembako

​Bandung - Gerakan peduli lingkungan kembali digelorakan oleh komunitas Great Bandung melalui ajang "Bazar Bayar Pakai Sampah Great Bandung 2026" yang sukses digelar di Balai Kota Bandung pada Sabtu, 12 September 2026. Mengusung semangat "Bergerak bersama, memberkati Kota", acara ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari masyarakat yang ingin berbelanja dan mendapatkan berbagai layanan gratis hanya dengan menukarkan sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah, seperti plastik, kertas, logam, hingga botol kaca.

​Ketua Great Bandung, Dr. Kikit Wirianti Sugata, S.H., mengungkapkan bahwa program inovatif ini tidak sekadar menjadi ajang tukar tambah barang, melainkan sarana edukasi penting agar masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan karena beban pengelolaan sampah di perkotaan tidak bisa hanya dibebankan kepada pundak pemerintah saja. Ia menekankan bahwa kesadaran mandiri untuk memilah sampah akan mengubah pandangan masyarakat sehingga sampah memiliki nilai ekonomis alih-alih langsung dibuang begitu saja ke tempat pembuangan.

​Melalui kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-216 Kota Bandung ini, sampah anorganik yang dibawa warga disulap menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Mulai dari voucher belanja, layanan medis, hingga bonus spesial berupa pembagian 1.000 kacamata baca demi menunjang kenyamanan aktivitas harian warga. Antusiasme pengunjung semakin terasa hidup dengan adanya rangkaian kegiatan pendukung seperti Bazaar UMKM, Lomba UMKM, serta penawaran bonus spesial di mana 100 penyetor sampah pertama mendapatkan nilai tukar 100%, dan penyetor selanjutnya tetap menikmati keuntungan hingga 50%.

​Kesuksesan acara ini turut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir meninjau lokasi sekaligus memberikan contoh nyata dengan menukarkan sampah bawaannya sendiri. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Farhan menilai bahwa inisiatif yang dimotori oleh Dr. Kikit bersama tim Great Bandung membuktikan kekuatan komunitas dalam menjadi motor penggerak penyelesaian masalah lingkungan perkotaan. Pemerintah Kota Bandung pun menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh serta menyediakan ruang bagi kreativitas masyarakat dalam mengelola lingkungan.

​Wali Kota Farhan berharap gerakan positif yang diinisiasi oleh Great Bandung ini ke depannya dapat terus berkembang dan menjangkau wilayah yang lebih luas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung. Pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan infrastruktur maupun tempat agar kolaborasi lintas sektor antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah daerah dapat berjalan secara berkelanjutan. Model penanganan sampah berbasis komunitas ini bahkan dinilai memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah lain di Jawa Barat, seperti lahirnya gerakan serupa di wilayah Bogor atau Sukabumi.

​Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa tantangan dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung masih cukup kompleks, yang terbagi menjadi aspek teknis dan nonteknis. Dari sisi teknis, Pemkot Bandung terus berbenah memperbaiki manajemen serta teknologi pengangkutan sampah hasil evaluasi bersama Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara itu, tantangan nonteknis terbesar adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat agar disiplin melakukan pemilahan sampah secara konsisten di tingkat rumah tangga.

​Ketua Great Bandung Dr. Kikit Wirianti Sugata bersama Wali Kota Farhan sepakat bahwa proses pemilahan sampah tidak bisa sekadar diandalkan lewat imbauan formal semata, melainkan membutuhkan edukasi dan ruang praktik nyata yang edukatif. Kegiatan bazar bayar pakai sampah ini dinilai mampu memaksa sekaligus mengedukasi masyarakat secara menyenangkan untuk memahami jenis-jenis sampah anorganik beserta cara penanganannya yang benar. Dengan langkah kecil memilah sampah dari rumah, masyarakat diajak untuk merasakan sendiri manfaat ganda, baik bagi kebersihan lingkungan kota maupun kesejahteraan pribadi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )