Kawal Kawasan Asia-Afrika Menuju Warisan Dunia UNESCO, Duta Kampung Toleransi Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Bandung Spirit

Kamis, 16 Juli 2026

Jul 16, 2026 - 04:48
Jul 16, 2026 - 08:07
 0  31
Kawal Kawasan Asia-Afrika Menuju Warisan Dunia UNESCO, Duta Kampung Toleransi Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Bandung Spirit

BANDUNG — Semangat kebersamaan dan keberagaman kembali menggema dengan kuat di Kota Kembang. Duta Kampung Toleransi Kota Bandung, Veronika Yeane Yosef, yang akrab disapa "Mamih", hadir langsung memberikan apresiasi serta dukungan penuh pada seminar strategis yang digelar di jantung bersejarah kota. Kehadiran tokoh penggerak ini menegaskan bahwa nilai toleransi dan keadilan sosial merupakan pilar utama yang tidak boleh terpisahkan dari pembangunan kota yang berkelanjutan.

​Seminar yang berlangsung dengan khidmat dan dinamis tersebut sukses diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026. Mengambil tempat di lokasi yang sarat akan nilai historis, yakni Grand Ballroom Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Nomor 112, Bandung, acara ini berlangsung produktif sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pertemuan ilmiah dan budaya ini sekaligus menjadi penanda resmi dibukanya rangkaian kegiatan megah Asia Africa Festival (AAF) 2026 di Kota Bandung.

​Acara bergengsi yang mempertemukan berbagai elemen penting ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga identitas historis Bandung sembari terus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Upaya penataan kawasan ini ditegaskan tidak hanya berfokus pada estetika fisik semata, melainkan juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Bertajuk "Reaktualisasi Nilai Bandung Spirit dalam Penataan Kawasan Asia-Afrika yang Inklusif dan Berkelanjutan menuju Warisan Dunia UNESCO", seminar ini menyoroti visi besar kota. Fokus utamanya adalah percepatan pengusulan kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Langkah strategis tersebut ditempuh melalui konsep penataan ruang hidup yang inklusif, sehingga kawasan Asia-Afrika diharapkan dapat menjadi ruang publik yang ramah, adil, dan dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali.

​Di sela-sela dinamika acara, Veronika Yeane Yosef alias Mamih menyampaikan pandangan mendalamnya mengenai korelasi erat antara nilai "Bandung Spirit" dan toleransi. Sebagai tokoh penggerak sekaligus perwakilan masyarakat sipil, Mamih secara aktif mendukung berbagai program humanis yang digulirkan di Kota Bandung. Bagi dirinya, esensi dari sebuah warisan dunia tidak hanya terbatas pada keindahan bangunan fisik, melainkan juga pada budaya saling menghargai yang hidup berdampingan di dalamnya.

​"Nilai-nilai Bandung Spirit yang dicetuskan sejak Konferensi Asia Afrika 1955 merupakan cikal bakal dari sikap toleransi global. Kita harus memastikan bahwa penataan kawasan ini mencerminkan keramahan dan kerukunan beragama yang selama ini menjadi jiwa Kota Bandung," ujar Mamih dengan penuh semangat. 

​Selama ini, Mamih dikenal luas sebagai sosok yang sangat aktif berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandung dalam berbagai kegiatan lintas agama dan sosial kemasyarakatan. Peran aktifnya yang konsisten telah menjadi jembatan kokoh yang memperkuat hubungan antar-komunitas di Kota Bandung. Kehadiran nyata Mamih dalam seminar ini kembali menegaskan bahwa elemen masyarakat sipil siap mengawal transformasi kawasan Asia-Afrika agar bertransformasi menjadi simbol perdamaian dunia yang hidup.

​Komitmen Mamih ini sejalan dengan penguatan program Kampung Toleransi yang terus digaungkan di Kota Bandung. Program Kampung Toleransi sendiri merupakan inisiasi visioner dari Pemerintah Kota Bandung untuk merawat keragaman yang ada di tengah masyarakat. Melalui wadah ini, pemerintah bersama tokoh masyarakat berkomitmen penuh menjaga kerukunan antarumat beragama di berbagai wilayah administratif kota.

​Langkah integrasi ini dinilai menjadi poin krusial dalam penilaian internasional. Keberhasilan dan eksistensi Kampung Toleransi kini diintegrasikan sebagai ruh utama dalam menata kawasan Asia-Afrika. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut memiliki nilai tawar yang kuat serta keunikan sosial yang menonjol di mata tim penilai UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang hidup.

​Melalui penyelenggaraan seminar ini, sinergi antara pemerintah, tokoh toleransi, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berjalan semakin solid. Rangkaian festival AAF 2026 yang diawali dengan diskusi berbobot ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Bandung siap melangkah maju ke panggung global. Bandung tidak hanya sukses merawat sejarah besarnya, tetapi juga berkomitmen penuh menjaga kerukunan melalui Kampung Toleransi demi mewujudkan warisan dunia yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )