Hddhs

Apr 2, 2026 - 22:22
Apr 12, 2026 - 06:24
 0  56

Bandung -  Bandung mencetak sejarah baru dengan menjadi sekolah menengah pertama yang disambangi oleh tim Global Innovation & Technology Platform (GITP) Asia untuk sosialisasi HICOOL 2026 – Global Entrepreneurship Competition. Acara yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, pukul 13.00 WIB ini bertempat di Ruang Aula/Training SMK MedikaCom, Jl. Rancabolang No.10 B, Bandung. Kegiatan ini bertujuan menjaring talenta muda berbakat untuk berkompetisi di kancah internasional dalam bidang inovasi dan teknologi.

​Sosialisasi ini menghadirkan dua pembicara prestisius, yakni Daniel Yukirobi dari GITP ASIA dan Dr. Dokmen Lubis, seorang Technologist, AI Visionary, sekaligus Founder GITP Indonesia. Keduanya memberikan wawasan mendalam mengenai potensi ekonomi digital dan bagaimana inovasi anak muda Indonesia dapat bersaing di pasar global. Kehadiran para pakar ini menegaskan bahwa peluang emas dalam kompetisi teknologi kini tidak lagi terbatas pada level mahasiswa atau profesional, tetapi juga terbuka lebar bagi siswa SMK yang kompeten.

​Kepala Sekolah SMK MedikaCom, Iis Ismawati, S.Kom, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak GITP Asia. Menurutnya, merupakan sebuah kehormatan besar bagi sekolah untuk dipilih sebagai lokasi sosialisasi, mengingat ajang HICOOL biasanya didominasi oleh peserta dari kalangan perguruan tinggi dan umum. "Alhamdulillah, kami dikontak langsung oleh tim GITP Asia. Mereka melihat bahwa di SMK MedikaCom sudah banyak talent yang memiliki ide-ide proyek yang luar biasa," ujar Iis saat diwawancarai awak media.

​Tingginya antusiasme siswa membuat pihak sekolah harus membagi kegiatan ke dalam dua ruangan berbeda guna mengakomodir seluruh peserta yang hadir. Iis menjelaskan bahwa para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar: kelompok yang sudah memiliki prototipe atau ide proyek matang, serta kelompok yang baru akan menggali ide inovasi. Pembagian ini dilakukan agar proses bimbingan dan pemaparan materi dari narasumber dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran bagi setiap siswa.

​Pihak GITP Asia sendiri mengakui bahwa keputusan memilih SMK MedikaCom didasarkan pada hasil observasi lapangan terhadap rekam jejak prestasi sekolah tersebut. Melalui proses wawancara dan presentasi singkat, tim GITP menemukan potensi besar yang tersembunyi di dalam diri para siswa. Oleh karena itu, GITP Asia berkomitmen untuk memberikan pendampingan intensif bagi siswa SMK MedikaCom agar mereka mampu melewati tahapan seleksi hingga lolos ke ajang final HICOOL 2026 nanti.

​Keyakinan sekolah terhadap kemampuan siswa bukan tanpa alasan. SMK MedikaCom memiliki catatan prestasi yang gemilang di bidang teknologi, salah satunya adalah meraih Juara 3 Tingkat Nasional di BSD Tangerang pada tahun 2025 melalui proyek Smart Green House. Selain itu, berbagai trofi di tingkat lokal dalam bidang teknologi juga telah berhasil mereka amankan, yang membuktikan bahwa kualitas inovasi siswa sekolah ini sudah teruji di berbagai level kompetisi.

​Sebagai informasi, HICOOL 2026 merupakan kompetisi kewirausahaan global yang menawarkan total hadiah sangat fantastis, yakni sebesar $22 juta USD. Selain uang tunai, peserta yang terpilih juga berkesempatan mendapatkan fasilitas kantor gratis (free office space) di Beijing, Tiongkok. Kompetisi ini mencakup berbagai sektor teknologi mutakhir, mulai dari Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga teknologi luar angkasa dan Healthtech.

​Iis Ismawati berharap melalui ajang ini, setidaknya ada perwakilan dari siswa SMK MedikaCom yang mampu menembus posisi 300 besar dunia untuk mewakili Indonesia, khususnya membawa nama baik Kota Bandung. Ia menekankan bahwa masuk ke dalam jajaran elit inovator dunia akan menjadi pencapaian luar biasa yang membanggakan bagi institusi pendidikan vokasi di tanah air. Hal ini juga menjadi pembuktian bahwa siswa SMK memiliki daya saing yang setara dengan inovator global lainnya.

​Kepada para siswanya, Iis memberikan pesan yang sangat menyentuh untuk membangkitkan semangat juang mereka. Ia mengingatkan agar para siswa tidak merasa rendah diri meskipun masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah. "Pimpinan kami pernah mengatakan bahwa mutiara walau di dalam lumpur, tetaplah mutiara yang bersinar. Tidak peduli asal-usul mereka dari mana, jadi jangan pernah minder atau rendah diri," tegasnya di hadapan para siswa yang hadir.

​Dengan adanya dukungan penuh dari sekolah dan pendampingan langsung dari pakar teknologi GITP Asia, SMK MedikaCom optimistis dapat melahirkan startup muda yang mampu berbicara banyak di panggung HICOOL 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Bandung untuk terus mendorong siswa agar berani bermimpi besar dan mewujudkan ide-ide teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )