Musda XI Golkar Jabar Jadi Penentu Arah Politik Menuju Pemilu 2029

Kamis, 2 April 2026

Apr 2, 2026 - 17:36
Apr 2, 2026 - 18:20
 0  48
Musda XI Golkar Jabar Jadi Penentu Arah Politik Menuju Pemilu 2029

Bandung - Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat menjadi momentum strategis yang tidak hanya berfokus pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menentukan arah kekuatan politik partai menjelang Pemilu 2029.

Kegiatan yang digelar di Bandung pada 1–3 April 2026 ini menyedot perhatian publik, mengingat Jawa Barat merupakan salah satu basis politik terbesar yang sangat berpengaruh terhadap peta nasional.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham, mengungkapkan arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar ketua terpilih mampu melanjutkan bahkan melampaui capaian kepemimpinan sebelumnya.

Diketahui, di bawah kepemimpinan TB Ace Hasan Syadzily, performa Partai Golkar di Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan pada Pemilu 2024.

“Harapan ketua umum agar ke depan kursi legislatif tetap bertambah. Maka Musda ini tidak hanya soal pergantian ketua, tetapi membangun komitmen bersama untuk membesarkan partai,” ujar Idrus, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus mampu menanamkan kesadaran kolektif di kalangan kader, dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan program.

Menurut Idrus, pendekatan yang mengedepankan program kerakyatan akan memperkuat kedekatan emosional antara partai dan masyarakat. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di masa depan.

“Sebalik-baik partai adalah yang menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Dengan demikian, pada Pemilu 2029, dukungan masyarakat akan meningkat dan tercermin dari perolehan kursi legislatif,” jelasnya.

Di sisi lain, kontestasi antara Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin menjadi sorotan dalam Musda kali ini. Persaingan tersebut dinilai sebagai ujian soliditas internal partai.

Idrus juga menekankan pentingnya menjaga Partai Golkar sebagai “rumah bersama” bagi seluruh kader. Paradigma ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya perpecahan dan memperkuat kerja kolektif dalam membangun partai.

Menurutnya, Jawa Barat merupakan miniatur Indonesia, sehingga keberhasilan Golkar di wilayah ini akan memberikan dampak besar terhadap konstelasi politik nasional secara keseluruhan.

“Siapa pun yang terpilih harus memiliki visi membesarkan Golkar, bukan sekadar menguasai. Dengan begitu seluruh potensi kader dapat bersatu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, TB Ace Hasan Syadzily memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri dalam Musda XI. Ia memilih fokus menjalankan amanah di tingkat pusat serta tugasnya sebagai Gubernur Lemhannas.

Ace menilai dinamika pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam tradisi panjang Partai Golkar sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia.

Ia juga optimistis proses pemilihan ketua baru akan berjalan demokratis melalui mekanisme Musda, serta mampu menghasilkan pemimpin yang membawa Golkar Jawa Barat semakin solid dan kompetitif menghadapi Pemilu 2029.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )