BPJS Ketenagakerjaan Jadi Sponsor Utama Fun Walk Hari BPR-BPRS Nasional 2026 di Lapangan Tegallega Bandung
Senin, 1 Juni 2026
BANDUNG — Ribuan peserta memadati kawasan Tegallega Park, Kota Bandung, pada Minggu (31/5/2026), dalam rangkaian peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO). Kegiatan bertajuk Fun Walk Hari BPR-BPRS Nasional 2026 ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan nasional. Mengusung tema "BPR Sahabat Anak Negeri", acara tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor jasa keuangan, mulai dari BPR dan BPRS, regulator, pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum.
Dalam momentum besar tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut ambil bagian dengan bertindak sebagai salah satu sponsor utama kegiatan jalan santai tersebut. Dukungan penuh dari lembaga jaminan sosial ini terlihat nyata melalui karangan bunga ucapan selamat yang terpampang rapi di sekitar area Lapangan Tegallega, Kota Bandung. Karangan bunga tersebut dikirimkan langsung atas nama Faizal Rachman, selaku Deputi Kepesertaan Program Khusus & Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, sebagai wujud apresiasi atas sinergi yang terjalin erat.
Meskipun Faizal Rachman selaku Deputi Kepesertaan Program Khusus & Keagenan berhalangan hadir secara langsung dalam seremoni di lapangan, komitmen dukungan lembaga tetap berjalan optimal. Kehadiran beliau didelegasikan kepada Rizky Noviandri (Duduk tengah) yang menjabat sebagai Relationship Manager Keagenan pada Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan. Sinergi ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memberikan perlindungan jaminan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi ekosistem keuangan daerah.
Antusiasme peserta yang memadati Tegallega sudah terlihat sejak pagi hari melalui berbagai rangkaian kegiatan menarik yang dihadirkan oleh pihak panitia. Tidak hanya jalan santai dan senam bersama, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba band antar kampus se-Jawa Barat, lomba poster campaign, pameran edukasi perbankan, hingga bazar UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah. Suasana semakin semarak dengan penampilan grup musik ADA Band sebagai bintang tamu utama serta pembagian berbagai hadiah menarik bagi peserta, termasuk doorprize utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat.
Di balik kemeriahan acara, terselip pesan penting mengenai keamanan dana masyarakat yang disimpan di BPR dan BPRS dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPS, Doddy Zulverdi, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan dana di BPR maupun BPRS selama memenuhi ketentuan penjaminan yang berlaku. Menurutnya, industri perbankan nasional, termasuk BPR dan BPRS, berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana masyarakat juga mendapatkan perlindungan jaminan simpanan dari LPS.
Lebih lanjut, Doddy menjelaskan kepada awak media bahwa nilai simpanan yang dijamin LPS saat ini mencapai maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank dengan memenuhi prinsip 3T. Ketentuan tersebut meliputi Tercatat secara resmi dalam pembukuan bank, Tingkat bunga simpanan tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS yang saat ini berada di kisaran 6 persen untuk BPR/BPRS, serta Tidak merugikan bank seperti tidak memiliki kredit macet. Ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat terhadap penawaran bunga yang terlalu tinggi karena berpotensi tidak masuk dalam cakupan penjaminan LPS.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PERBARINDO, Tedy Alamsyah, menegaskan bahwa BPR dan BPRS memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya melalui pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan BPR dan BPRS menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan umum. Di tengah maraknya bank digital dan beragam instrumen investasi, BPR dan BPRS tetap memiliki keunggulan tersendiri karena kedekatannya dengan masyarakat serta kemampuannya memahami karakteristik ekonomi lokal.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Bernard Widjaja, yang hadir mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari BPR-BPRS Nasional merupakan simbol kuat sinergi antara regulator, industri perbankan, dan masyarakat dalam membangun sistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, OJK, LPS, serta PERBARINDO, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR dan BPRS dapat terus tumbuh dan meningkat secara berkelanjutan.
Perayaan Hari BPR-BPRS Nasional 2026 ini kian berbobot karena turut dihadiri oleh sejumlah pejabat nasional dan tokoh penting dari berbagai lembaga negara serta regulator sektor keuangan. Selain Doddy Zulverdi (LPS), Tedy Alamsyah (PERBARINDO), dan Bernard Widjaja (OJK), tampak hadir Mustofa selaku Anggota Komisi XI DPR RI, Budi Joyo Santoso selaku Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Diffi Johansyah dan Moh. Jufrin selaku Anggota Badan Supervisi OJK, serta Agung Gunawan Raharja selaku Deputi Direktur Departemen Surveilans Sistem Pembayaran Bank Indonesia.
Penyelenggaraan acara di Kota Bandung ini akhirnya menjadi bukti nyata bahwa industri BPR dan BPRS tetap menjadi salah satu pilar utama dalam memperluas akses keuangan masyarakat dan memperkuat sektor UMKM. Melalui dukungan sinergis dari berbagai pihak sponsor utama seperti BPJS Ketenagakerjaan serta pengawasan yang solid dari regulator, perbankan lokal ini diharapkan terus konsisten menyokong pertumbuhan ekonomi nasional. Ke depan, penguatan industri ini akan terus diarahkan demi mewujudkan sistem perekonomian kerakyatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di seluruh pelosok negeri.
What's Your Reaction?