Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Wamendag Roro Pacu Wirausaha Muda dan Ekosistem Waralaba di Bandung

Sabtu, 30 Mei 2026

May 30, 2026 - 14:41
May 30, 2026 - 14:47
 0  12
Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Wamendag Roro Pacu Wirausaha Muda dan Ekosistem Waralaba di Bandung

BANDUNG — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyoroti pentingnya keterlibatan wirausaha muda serta penguatan ekosistem waralaba (franchise) lokal. Hal ini dinilai sebagai pilar utama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

​Pernyataan tersebut disampaikan Wamendag Roro saat membuka secara resmi Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (29/5/2026). Pameran yang mengusung tema “Grow Beyond Boundaries” ini diinisiasi oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan berlangsung pada 29–31 Mei 2026.

Tantangan Rasio Kewirausahaan Indonesia

​Dalam sambutannya, Wamendag Roro mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,29 persen dari total angkatan kerja. Angka ini masih jauh dari target ideal sebuah negara maju.

​"Untuk menjadi negara maju, rasio tersebut harus mencapai minimal 10 hingga 12 persen. Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda penting sebab waralaba merupakan model bisnis yang efektif dalam mempercepat lahirnya wirausaha baru karena sifatnya yang terstandarisasi dan mudah direplikasi," jelas Wamendag Roro.

​Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri tergolong solid. Pada Triwulan I-2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,61 persen (y-on-y) dengan konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang utama sebesar 54,36 persen. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 5,79 persen (y-on-y).

​Kota Bandung, sebagai pusat ekonomi Jawa Barat, dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ini, khususnya melalui sektor perdagangan, industri, dan pariwisata yang diharapkan mampu melahirkan wirausaha lintas sektor.

​Sinergi Tiga Program Prioritas Kemendag

​Kementerian Perdagangan saat ini menetapkan tiga program prioritas utama:

​1. Pengamanan Pasar Dalam Negeri

​2. Perluasan Pasar Ekspor

​3. Dari Lokal Untuk Global

​Gelaran IFBC 2026 dinilai sangat sejalan dengan prioritas tersebut. Selain mengamankan pasar domestik, Kemendag juga menantang para pelaku waralaba lokal untuk berani merambah pasar internasional (go global).

​Pemerintah siap memfasilitasi ekspansi ini melalui jaringan global yang dimiliki, yakni:

​- 25 Atase Perdagangan dan Konsulat Dagang.

​- 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara untuk program business matching.

​Sebagai bukti nyata, melalui program UMKM BISA Ekspor, Kemendag berhasil mencatatkan kinerja impresif. Sepanjang tahun 2025, telah digelar 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 134,87 juta. Tren positif ini berlanjut di Triwulan I-2026 dengan 170 penjajakan bisnis yang menghasilkan USD 3,97 juta.

Edukasi Legalitas: Ingat Prinsip "2L"

​Berdasarkan data Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) hingga April 2026, tercatat telah diterbitkan 165 STPW untuk Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 STPW untuk Pemberi Waralaba Luar Negeri.

​Wamendag Roro mengimbau para pelaku usaha untuk memastikan kelengkapan izin sebelum menggunakan istilah atau logo "Waralaba" pada media promosi maupun perjanjian kerja sama. Kepada masyarakat luas, ia mengingatkan agar bijak memilih kemitraan usaha dengan memegang prinsip 2L (Legal dan Logis).

​"Saat memutuskan waralaba, pertimbangkan dulu 2L: legal dan logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko. Pada hakikatnya, setiap usaha memiliki dinamika dan risikonya masing-masing," tegasnya.

Dukungan Stakeholder dan Antusiasme Pelaku Usaha

​Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kepala Biro Perencanaan Kemendag Rihadi Nugraha, dan Ketua AFI Anang Sukandar.

​Pada kesempatan tersebut, Anang Sukandar menyampaikan gagasannya agar pemerintah terus mendorong pelaku UMKM kuliner lokal agar mampu bersaing di kancah internasional. “Makanan khas Indonesia sangat beragam di tiap daerah. Pemerintah diharapkan mendorong dan memfasilitasi UMKM makanan Indonesia agar tetap relevan dan mendunia,” tutur Anang.

​Optimisme juga datang dari peserta pameran. Ronny Fitriawan, Manajer Maklon Blessindo—perusahaan penyedia produk label privat untuk perawatan kulit dan rumah—mengaku antusias mengikuti IFBC 2026. “Kami mengikuti pameran waralaba ini dengan harapan meningkatkan skala usaha dengan menjaring lebih banyak mitra,” pungkas Ronny.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )