Wagub Jabar Buka Musprov XII INKINDO Jabar 2026, Tegaskan Peran Strategis Konsultan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Selasa, 13 Januari 2026
Bandung - Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Jawa Barat Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE, di El Hotel Bandung, Selasa (13/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para konsultan nasional untuk memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan daerah yang berkualitas, berintegritas, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Erwan Setiawan menegaskan bahwa INKINDO bukan sekadar organisasi profesi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam seluruh proses pembangunan. Menurutnya, keberadaan konsultan sangat menentukan keberhasilan pembangunan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan pengawasan.
Ia menyampaikan bahwa ribuan perusahaan konsultan yang tergabung dalam INKINDO telah memberikan kontribusi besar dalam perencanaan, pengawasan, dan pengendalian pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Jawa Barat yang memiliki dinamika pembangunan sangat tinggi.
“INKINDO adalah pilar penting dalam ekosistem pembangunan. Terutama di Jawa Barat yang memiliki dinamika pembangunan sangat tinggi, mulai dari infrastruktur, kawasan industri, transportasi, lingkungan, hingga transformasi tata kelola pemerintahan,” ujar Erwan.
Erwan juga menekankan pentingnya empat aspek keamanan dalam setiap proyek pembangunan, yakni aman dalam perencanaan, aman dalam penganggaran, aman dalam pelaksanaan, dan aman dalam pelaporan. Keempat aspek ini, menurutnya, menjadi kunci agar proyek tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administrasi di kemudian hari.
“Yang paling utama adalah aman dalam perencanaan. Kalau perencanaannya buruk, maka pelaksanaannya juga akan buruk. Tapi jika perencanaannya matang dan tertata dengan baik, Insyaallah pekerjaannya akan berhasil,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan harus dijalankan secara disiplin, mulai dari studi kelayakan (FS), detail engineering design (DED), penganggaran, hingga pelaksanaan dan pelaporan. Ia mengingatkan agar tidak ada perubahan di tengah jalan yang menyimpang dari perencanaan awal.
“DED sudah jelas, anggarannya sudah jelas. Jangan di tengah jalan diubah-ubah. Kalau ada kebutuhan tambahan, ajukan kembali setelah pekerjaan awal selesai, jangan merusak perencanaan yang sudah disepakati,” tegasnya.
Selain itu, Erwan juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme para konsultan. Ia meminta agar para anggota INKINDO tetap berjalan lurus sesuai aturan, serta tidak tergoda oleh praktik-praktik menyimpang yang dapat merugikan diri sendiri dan institusi.
“Kalau kita bekerja dengan baik, sesuai perencanaan dan aturan, jangan takut. Tidak perlu memberi dan jangan coba-coba memberi. Lebih baik aman, tenang, keluarga juga tenang,” katanya dengan tegas.
Ia juga mendorong agar sejak awal proses perencanaan, konsultan, pemerintah, dan aparat penegak hukum dapat duduk bersama untuk mengawal proyek. Dengan demikian, potensi kesalahpahaman maupun permasalahan hukum dapat dicegah sejak dini.
Menurut Erwan, Musprov INKINDO Jawa Barat harus menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk melahirkan kepemimpinan yang solid serta program kerja yang selaras dengan arah pembangunan Jawa Barat, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.
“Siapapun ketua yang terpilih nanti, harus mampu berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Program kerja INKINDO harus sinkron dengan kebijakan pembangunan Jawa Barat,” ujarnya.
Ia pun mengajak INKINDO Jawa Barat untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, terbuka terhadap kemitraan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
What's Your Reaction?