Raih Penghargaan IFBC Local Brand West Java 2026, Restu Mande Bandung Siap Bawa Cita Rasa Nusantara Mendunia
Sabtu, 30 Mei 2026
Bandung - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc., resmi membuka pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat (29/5/2026). Perhelatan akbar yang menjadi ajang pameran peluang usaha terbesar di Indonesia kali ini mengusung tajuk “Grow Beyond Boundaries”. Pameran yang dinantikan oleh para pelaku usaha dan investor ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut hingga Sabtu, 31 Mei 2026.
Acara pembukaan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., dan Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar. Kehadiran para pejabat negara dan petinggi asosiasi ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung ekosistem bisnis waralaba di Indonesia. Ajang tahunan ini sengaja digelar untuk mempertemukan para pelaku usaha, investor potensial, serta masyarakat luas yang berminat untuk memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.
Dalam momen yang penuh dengan apresiasi tersebut, salah satu jenama kuliner kebanggaan asal Bandung, Restu Mande, berhasil mengukir prestasi gemilang. Restu Mande secara resmi dinobatkan sebagai penerima penghargaan bergengsi "IFBC Local Brand West Java 2026". Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., kepada pemilik (owner) Restu Mande Bandung, Hj. Nenden Rospiyani, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan kontribusi nyata brand lokal tersebut dalam industri kuliner regional.
Kepada awak media yang hadir meliput, Pemilik Restu Mande, Hj. Nenden Rospiani, menyampaikan rasa syukur dan haru yang mendalam atas pencapaian ini. Melalui pernyataan resmi yang juga dibagikan di akun Instagram resminya @restumande.id, beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Restu Mande. Beliau berharap penghargaan ini dapat menjadi sebuah suntikan semangat baru untuk terus konsisten memperkenalkan cita rasa otentik nusantara ke panggung dunia. Dalam kesempatan berharga tersebut, Hj. Nenden Rospiani juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Terkait arah kebijakan nasional, Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus berupaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung usaha dalam negeri agar tidak hanya jago kandang, tetapi juga mampu berekspansi ke luar negeri. Untuk itu, pemerintah memfasilitasi akses pasar global melalui berbagai kerja sama bilateral yang didukung kuat oleh 33 atase perdagangan serta jaringan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di seluruh dunia. “Kemendag mendorong dalam negeri bisa dikembangkan di luar negeri. Pemerintah percaya bahwa produksi dalam negeri akan bertahan dan berkembang di luar negeri,” ujar Dyah optimis.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyoroti tantangan nyata yang masih dihadapi oleh para pelaku usaha domestik saat ini. Beliau menekankan masih minimnya dominasi merek lokal di pusat perbelanjaan modern jika dibandingkan dengan waralaba asing yang kian menjamur. Menanggapi situasi tersebut, Erwan secara khusus meminta kepada para pengelola mal untuk memberikan ruang yang lebih besar dan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha domestik, termasuk dalam hal kebijakan harga sewa tempat yang lebih ramah. “Brand lokal kalah saing dengan waralaba asing,” kata Erwan mengingatkan pentingnya keberpihakan pada produk lokal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum AFI, Anang Sukandar, turut mengingatkan para pengusaha lokal untuk tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas produk mereka. Peningkatan mutu ini dinilai krusial agar merek-merek Indonesia mampu bersaing ketat dengan ekspansi masif franchise luar negeri. Lebih lanjut, Anang menekankan pentingnya bagi para pelaku usaha untuk mulai beralih dari sekadar mengekspor bahan mentah ke arah produksi produk jadi yang memiliki nilai tambah (value added) jauh lebih tinggi di pasar.
Sebagai informasi, pameran IFBC 2026 Bandung kali ini menghadirkan ratusan merek ternama dari berbagai sektor usaha yang sangat variatif. Pengunjung dapat mengeksplorasi peluang bisnis mulai dari sektor ritel, kuliner, minuman, laundry, kesehatan, pendidikan, otomotif, hingga gaya hidup. Keberagaman sektor ini memberikan banyak alternatif pilihan bagi para calon investor untuk memilih jenis bisnis yang paling sesuai dengan modal dan minat yang mereka miliki.
Sejumlah merek besar berskala nasional pun tampak antusias berpartisipasi dan memadati area Sudirman Grand Ballroom Bandung. Di antaranya terdapat nama-nama besar seperti Indomaret, Alfamart, Guardian, Burger Bangor, Kebab Turki Babarafi, Kumon, hingga Hype Padel. Kehadiran brand-brand mapan ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuktikan bahwa industri waralaba tanah air memiliki daya tahan dan prospek yang sangat cerah di masa depan.
Selain menyuguhkan pameran produk dan peluang usaha, perhelatan IFBC 2026 juga menyediakan rangkaian acara edukatif yang sangat bermanfaat bagi pengunjung. Terdapat sesi seminar, talkshow, serta sesi konsultasi bisnis gratis yang secara khusus membahas strategi jitu memilih waralaba, langkah pengembangan UMKM, hingga pentingnya perlindungan hak merek. Masyarakat umum yang tertarik hadir dapat membeli tiket masuk dengan harga terjangkau, yaitu Rp25 ribu untuk tiket harian dan Rp35 ribu untuk akses terusan selama tiga hari penuh.
What's Your Reaction?