O
Bandung - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tingkat Kota Bandung digelar dalam suasana penuh khidmat pada Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin, 24 November 2025. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membacakan amanat resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya percepatan transformasi kesehatan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan sektor kesehatan, mulai dari anggota legislatif, perangkat daerah, hingga tenaga kesehatan dari berbagai instansi.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pemberian penghargaan kepada TPMB Ayus Nurhayati. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. dr. Sony Adam, SH., MM., kepada Bidan Ayus Nurhayati, S.Tr.Keb., Bdn., CHT., sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam pelayanan maternal dan neonatal di Kota Bandung.
Bidan Ayus, yang membuka praktik mandiri di Taman Holis Indah G1 No. 46, Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, dikenal luas oleh masyarakat atas kualitas layanan dan kepeduliannya terhadap kesehatan ibu dan anak. Selain berkompeten dalam pelayanan kebidanan, ia juga telah tersertifikasi sebagai Therapist Baby Spa and Maternity Treatment, menjadikannya salah satu tenaga kesehatan dengan layanan terlengkap di wilayahnya.
Praktik Bidan Ayus beroperasi setiap Senin hingga Sabtu dengan dua sesi pelayanan, yakni pukul 07.30–11.30 WIB pada pagi hari dan pukul 16.00–20.00 WIB pada sore hari. Sementara untuk layanan persalinan, tempat praktiknya buka penuh selama 24 jam. Keberadaan layanan tersebut sangat membantu masyarakat sekitar, terutama ibu hamil yang membutuhkan akses kesehatan cepat dan berkualitas.
Tempat praktik Bidan Ayus hampir selalu dipadati pasien setiap harinya. Masyarakat datang untuk memeriksakan kehamilan, melakukan persalinan, hingga memanfaatkan layanan bayi dan ibu pascapersalinan. Kepopulerannya menjadi bukti kepercayaan warga terhadap kompetensi dan keramahan pelayanan yang diberikan.
Dalam amanatnya, Menteri Kesehatan menegaskan bahwa tema HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” merupakan pengingat penting bahwa 84 juta anak Indonesia harus dipersiapkan sebagai generasi produktif pada tahun 2045. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menambahkan bahwa seluruh insan kesehatan memiliki tanggung jawab memastikan generasi hari ini tumbuh sehat dan kuat sebagai pewaris masa depan bangsa.
Amanat Menkes juga menyoroti enam pilar transformasi kesehatan yang harus segera diwujudkan, meliputi transformasi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, serta teknologi kesehatan. Keenam pilar ini menjadi arah pembangunan kesehatan nasional yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah pusat memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini bekerja di garis depan, termasuk bidan, dokter, akademisi, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha. Menkes juga menekankan pentingnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai pintu masuk skrinning kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan serius di Kota Bandung.
Dalam apel peringatan HKN tersebut, turut dilaksanakan kegiatan skrining kesehatan gratis bagi peserta dan masyarakat. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung juga resmi meluncurkan logo barunya, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Farhan sebagai simbol dimulainya era baru pelayanan kesehatan daerah.
Menutup amanatnya, Menteri Kesehatan menyerukan agar HKN ke-61 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menuju transformasi kesehatan nasional yang lebih kuat dan inklusif. “Dengan generasi sehat, kita wujudkan masa depan hebat menuju Indonesia Emas 2045,” demikian kutipan penutup amanat yang dibacakan Wali Kota Farhan di hadapan seluruh peserta apel.
What's Your Reaction?