Tiga Dekade Mengabdi, Pengusaha Senior Perry Tristianto Hadiri dan Apresiasi Kajian Akbar Yayasan MHABD di Pendopo Bandung
Selasa, 16 Juni 2026
BANDUNG – Menyambut momentum tahun baru Islam, Yayasan MHABD bersama Majelis Ta'lim MHABD menggelar acara Talkshow & Kajian akbar bertajuk "Muharram: Momentum Hijrah Menjadi Insan Rahmatan lil 'Alamiin melalui Ilmu, Ukhuwah, dan Muamalah". Perhelatan religius yang sarat akan makna dan edukasi ini berlangsung dengan khidmat pada Selasa (16/06/2026). Bertempat di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum No. 56, Balonggede, Kecamatan Regol, acara ini sukses mempertemukan ratusan jamaah, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat daerah dalam satu visi syiar Islam.
Di tengah deretan tokoh yang hadir, tampak pengusaha senior terkemuka asal Kota Bandung, Perry Tristianto, yang turut serta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Kehadiran beliau membawa makna tersendiri mengingat rekam jejaknya yang sangat panjang dalam membesarkan lembaga ini. Tokoh bisnis yang dikenal dengan berbagai inovasi pariwisatanya tersebut secara terbuka menyatakan apresiasi mendalam sekaligus dukungan penuhnya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan berskala besar ini.
Ikatan emosional antara Perry Tristianto dan Yayasan MHABD memang telah mengakar sangat kuat dan melintasi waktu yang panjang. Beliau tercatat merupakan salah satu Pembina di Yayasan MHABD, di mana dedikasi dan kontribusi nyatanya sebagai pembina telah berjalan selama kurang lebih 30 tahun. Kehadiran aktif beliau dalam acara ini menjadi bukti nyata komitmen berkelanjutannya dalam mendukung syiar Islam serta program kemaslahatan umat yang konsisten digulirkan oleh pihak yayasan.
Sejak pagi hari, dinamika acara sudah terasa sangat hangat berkat panduan dari pembawa acara, Fauzia Bella Cahya Ramdhania, M.Psi., Psikolog, yang mengawal jalannya kegiatan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Atmosfer spiritual di dalam Pendopo semakin terasa syahdu ketika ayat-ayat suci Al-Qur'an mulai dilantunkan secara berkolaborasi. Pembacaan firman Allah SWT yang merdu tersebut dibawakan oleh Qori'ah Nacita Shakila Jasmine selaku Juara MTQ Jawa Barat, dan disempurnakan melalui pembacaan Sari Tilawah oleh kader berprestasi peraih Juara MTQ Nasional, S Nurul Dini A, SH.
Memasuki sesi sambutan, Ketua Pembina MT MHABD sekaligus Ketua Baznas Indonesia, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., memberikan pemaparan penting mengenai esensi hijrah di zaman kontemporer. Beliau mengingatkan bahwa momen Muharram tidak boleh sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan harus dijadikan pijakan utama bagi setiap Muslim untuk bertransformasi menjadi pribadi yang membawa kedamaian bagi semesta (Rahmatan lil 'Alamiin). Untuk itu, beliau mengajak masyarakat luas memperkuat fondasi keilmuan dan menjaga ukhuwah demi menghadapi tantangan zaman.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua MT MHABD dan Ketua Yayasan MHABD, Hj. Selvi Lusiana, S.E., M.M., CRMO, GRCE, turut memaparkan visi besar lembaga yang dipimpinnya dalam melayani umat. Beliau menjelaskan bahwa sejak berdiri tegak pada tahun 1990, Yayasan MHABD secara konsisten memfokuskan gerakannya pada pembinaan hubungan yang harmonis antara anak, orang tua, dan sesama. Melalui agenda rutin seperti ini, pihak yayasan ingin menebarkan semangat perubahan positif yang manifestasinya dapat berdampak luas pada kesalehan sosial.
Rangkaian acara kemudian berlanjut pada sesi Talkshow interaktif yang dipandu secara lugas oleh moderator Dr. Apt. Hj. Evi Sylvia, S.Si., MBA dengan mengangkat tema "Makna Hijrah di Tengah Kehidupan Modern: Menjadi Muslim yang Bertumbuh dan Berdampak". Dalam sesi ini, Wali Kota Bandung Muhamad Farhan, S.E. diinformasikan berhalangan hadir karena agenda mendampingi Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Masjid Agung Alun-Alun Bandung. Posisi beliau kemudian digantikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc yang hadir memberikan pemaparan komprehensif.
Bersama Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Buky Wibawa Karya Guna., M.Si, Ir. H. Adi Junjunan Mustafa memaparkan implementasi nilai-nilai moral dan spiritual dalam ruang lingkup tata kelola pemerintahan serta regulasi daerah. Diskusi ini juga semakin berbobot dengan adanya pandangan dari sektor ekonomi umat yang disampaikan oleh Kepala Manajemen Pelaksana KDEKS Jawa Barat, Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., PhD, serta pengusaha muslimah sukses, Hj. Rizky Ananda Musa. Keduanya sepakat bahwa penguatan ekonomi syariah dan muamalah yang bersih adalah pilar utama kemandirian umat Islam.
Tidak hanya diisi oleh diskusi teoretis, sisi estetika dakwah juga dihadirkan melalui penampilan musisi dan budayawan legendaris nasional, Dr. (H.C.) Sam Bimbo. Ditambah dengan penampilan vokal yang memukau dari peraih juara Bintang Radio Indonesia, Shabilla Chaitra, alunan musik bernuansa islami tersebut berhasil menyentuh aspek emosional para hadirin. Kehadiran para seniman ini membuktikan bahwa seni yang santun dapat menjadi instrumen dakwah yang sangat efektif dan menyejukkan hati.
Sebagai pemungkas, sesi kajian rohani menghadirkan sinergi apik antara dai nasional Ustadz Fatih Karim dengan figur publik sekaligus inspirator muslimah, Paula Verhoeven. Dalam tausiyahnya yang bertema "Hijrah Melalui Ilmu, Menguatkan Ukhuwah, dan Memuliakan Muamalah", Ustadz Fatih Karim menekankan bahwa ilmu, persaudaraan, dan etika bermuamalah adalah tiga pilar yang tidak boleh dipisahkan. Didukung penuh oleh mitra strategis seperti BSI, J&C Cookies, Alanabi, serta lini fesyen Ivan Gunawan Prive, Mandjha, Ria Miranda, Meccanism, dan Parahita Diagnostic Center, ratusan jamaah akhirnya membubarkan diri dengan membawa semangat hijrah yang baru untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari.
What's Your Reaction?