Terima Penghargaan Kategori Aksi Kolaborasi, Dansatgas Citarum Harum Dorong Edukasi Humanis Penanganan Sampah
Sabtu, 25 Juli 2026
BANDUNG — Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto, S.H., menghadiri sekaligus menerima penghargaan dalam kegiatan Apel Siaga Jabar Berseka yang diselenggarakan di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Kegiatan berskala besar yang mengusung tema "Apel Jabar Berseka Menuju Indonesia Asri" tersebut diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, komunitas, pelajar, hingga elemen masyarakat yang memiliki perhatian khusus terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
Penghargaan yang diraih oleh Satgas Citarum Harum ini dianugerahkan khusus untuk Kategori Aksi dengan Kolaborasi. Momen apresiasi tersebut menjadi wujud pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas konsistensi dan kerja keras jajaran Satgas yang secara berkesinambungan menjaga ekosistem sungai dan lingkungan darat di wilayah Jawa Barat.
Dalam kesempatan wawancara bersama awak media, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto menjelaskan bahwa sejak dimulainya program Satgas Citarum Harum pada tahun 2018, pihak TNI beserta seluruh elemen terkait rutin menggelar berbagai aksi pembersihan. Meskipun fokus utama diarahkan pada pengangkatan dan penanganan sampah di sepanjang aliran air, pembersihan di area darat pun tetap menjadi prioritas yang berjalan secara beriringan.
Lebih lanjut, Dansatgas menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari implementasi konsep pentahelix. Kehadiran jajaran TNI bertindak sebagai salah satu pilar penguat yang bersinergi erat dengan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi dari berbagai universitas, serta insan media. Sinergi lintas sektor inilah yang mendapat apresiasi tinggi dari Penjabat Gubernur Jawa Barat karena mampu menciptakan dampak nyata di lapangan.
Meranggapi penghargaan yang diterima, Kolonel Inf. Yanto Kusno Hendarto menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh anggota Satgas Citarum Harum agar semakin memacu semangat kerja, pantang menyerah, dan pantang mundur. Ia menginstruksikan personilnya untuk selalu mengedepankan pendekatan yang ramah dan humanis kepada masyarakat, alih-alih menggunakan cara-cara yang represif atau keras.
Menurutnya, penyelesaian akar masalah sampah harus dimulai dari tingkat individu dan keluarga sebelum meluas ke lingkungan RT dan RW. Dengan pendekatan humanis berupa ajakan serta penyadaran secara konsisten, diharapkan tumbuh rasa tanggung jawab pribadi dari setiap warga dalam mengelola limbah rumah tangganya masing-masing, sehingga kesadaran peduli lingkungan dapat terbangun secara alami dari bawah.
Persoalan penanganan limbah ini senada dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam acara tersebut. Dalam arahannya, Menko Pangan mengingatkan bahwa persoalan sampah saat ini telah memasuki kondisi darurat di berbagai kota besar, termasuk kawasan Bandung Raya yang memproduksi hampir 2.000 ton sampah per hari. Pemerintah pusat pun kini tengah menyederhanakan regulasi Pembangunan Fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di puluhan kota guna menghentikan sistem open dumping.
Meskipun teknologi modern berskala besar sedang disiapkan oleh pemerintah, Menko Pangan meyakinkan bahwa kunci paling mendasar tetap terletak pada kedisiplinan pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga. Sejalan dengan hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyentil kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih suka memvideokan tumpukan sampah ketimbang mengambil aksi nyata untuk memungutnya.
Guna mencetak generasi muda yang tanggap lingkungan, Pemprov Jawa Barat akan mengintegrasikan kegiatan pemilahan sampah ke dalam kurikulum sekolah, serta mewajibkan siswa penerima bantuan pendidikan untuk menyalurkan sampah plastik bersih ke mitra daur ulang. Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bakal segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang larangan membuang sampah sembarangan yang dilengkapi sanksi tegas demi menciptakan ketertiban lingkungan.
Rangkaian Apel Siaga Jabar Berseka yang ditutup dengan deklarasi bersama gerakan pilah sampah dari rumah ini diharapkan mampu memperkuat komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan. Lewat kolaborasi antara aksi nyata di lapangan seperti yang ditunjukkan Satgas Citarum Harum, regulasi tegas, serta pendidikan karakter sejak dini, target nasional penyelesaian 80 persen masalah sampah pada tahun 2029 optimis dapat tercapai.
What's Your Reaction?