SPPG Sukasari–Sarijadi Raih Juara II SPPG Penyedia Makanan Bergizi Terbaik pada Bandung Iconic 2025
Sabtu, 29 November 2025
Bandung - Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasari–Sarijadi sukses meraih Juara Kedua kategori SPPG Penyedia Makan Bergizi (MBG) Terbaik dalam ajang Bandung Iconic (Innovation Contest and Coaching Clinic) 2025. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Kecamatan Sukasari, mengingat SPPG yang berlokasi di Jalan Sariasih No. 54, Kelurahan Sarijadi, tersebut baru diresmikan pada 29 Agustus 2025.
SPPG Sukasari–Sarijadi dibawah kepemimpinan Muhammad Youri Alkayyis, S.Tr.Sos. M.A.P., sebelumnya diresmikan dengan dukungan penuh dari Camat Sukasari, Suharyanto, S.STP., bersama Lurah Sarijadi. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan layanan gizi masyarakat sekaligus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di wilayah Sukasari. SPPG ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) yang diketuai oleh Dr. Kiagus Muhammad Amran, S.E., M.M., yang turut aktif dalam edukasi dan pelayanan gizi.
Untuk memberikan layanan yang terbaik, SPPG ini bermitra dengan PT. Prima Yasa Eduka (Anak perusahan Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia) yang dipimpin oleh Harry Hermawan, S.E., M.M.
Pengumuman penghargaan dilakukan pada kegiatan Bandung Iconic 2025 yang digelar di Taman Sejarah, Balai Kota Bandung, pada Selasa, 27 November 2025. Berbagai inovasi dari kecamatan, kelurahan, serta SPPG di seluruh Kota Bandung dipamerkan pada acara tersebut, dengan fokus utama pada peningkatan layanan gizi dan strategi penanganan stunting.
Anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Setwapres, Zeny Dermawan, menyampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh pelaksanaan Bandung Iconic 2025. Ia menjelaskan bahwa kompetisi ini memiliki indikator penilaian yang terukur dan menjadi sarana untuk memacu peningkatan kualitas layanan publik terkait gizi. “Bandung Iconic memiliki indikator penilaian yang jelas, dan kami memberi dukungan penuh,” ujarnya.
Zeny juga menekankan bahwa ajang semacam ini penting untuk meningkatkan kemampuan wilayah dalam memberikan layanan gizi terbaik. Ia menyoroti beberapa inovasi di Kota Bandung, seperti program Buruan Sae, yang terbukti berkontribusi positif bagi pemenuhan gizi masyarakat. “Harapannya, Bandung semakin hebat dalam memecahkan persoalan stunting,” tambahnya.
Kepala Bapperida Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menegaskan bahwa Bandung Iconic merupakan agenda strategis untuk memperkuat tata kelola penanganan stunting. Menurutnya, inovasi dan kolaborasi lintas instansi menjadi fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi. Ia menyebut SPPG sebagai salah satu pilar penting dalam meningkatkan literasi gizi keluarga.
Apresiasi juga datang dari Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Perekonomian, Pariwisata, dan Transformasi Digital, sekaligus Plt. Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM, Dia Kusumastuti. Ia mengingatkan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang memengaruhi perkembangan otak, sistem imun, hingga kualitas produktivitas generasi mendatang. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak sangat diperlukan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menjelaskan bahwa pemerintah kota telah mengarahkan seluruh perangkat daerah hingga TPPS kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat. Fokus utamanya mencakup ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting. Monitoring dan evaluasi berlapis diterapkan untuk memastikan kualitas layanan gizi di lapangan.
Bandung Iconic 2025 tidak hanya menampilkan kompetisi inovasi, tetapi juga berbagai aktivitas publik seperti booth gizi, penimbangan balita, talkshow bersama ahli, pertunjukan seni, hingga sesi awarding. Kehadiran mahasiswa internasional dari Bangladesh, Jepang, Aljazair, dan India turut menambah ragam wawasan melalui perkenalan makanan bergizi khas negara masing-masing.
Dengan capaian juara kedua ini, SPPG Sukasari–Sarijadi menjadi salah satu sorotan utama dalam acara penghargaan. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya serius, kolaboratif, dan inovatif dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Ke depannya, tim SPPG berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan serta memberikan kontribusi berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Bandung.
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Kecamatan Sukasari, tetapi juga menunjukkan bahwa kekuatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi kualitas gizi dan kesehatan anak-anak di Kota Bandung.
What's Your Reaction?