Songsong 81 Tahun Indonesia Merdeka, FPK Kota Bandung Gelar Saresehan Tokoh Masyarakat demi Wujudkan 'Bandung UTAMA'

Kamis, 9 Juli 2026

Jul 9, 2026 - 06:45
Jul 9, 2026 - 09:16
 0  21
Songsong 81 Tahun Indonesia Merdeka, FPK Kota Bandung Gelar Saresehan Tokoh Masyarakat demi Wujudkan 'Bandung UTAMA'

​Bandung - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Bandung sukses menyelenggarakan agenda Saresehan Pembauran Kebangsaan Bersama Tokoh Masyarakat pada Rabu, 8 Juli 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Mini Ballroom lantai 2, Grand Asrilia Hotel Bandung, dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan strategis ini secara khusus mengusung tema besar "Menyongsong 81 Tahun Indonesia Merdeka: Peran Tokoh Masyarakat dalam Mewujudkan Bandung UTAMA" sebagai refleksi sekaligus aksi nyata elemen daerah dalam mengawal kemajuan kota.

​Saresehan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang mengupas tuntas dinamika sosial dan pembangunan dari berbagai perspektif keahlian. Para pembicara tersebut adalah tokoh agama KH. Ruslan Abdul Gani, M.Pd., pakar psikologi Dr. Medina Chodijah, M.Psi., serta tokoh insan media, Irwan. Kehadiran ketiga tokoh ini mampu memberikan ulasan komprehensif mengenai sinergi psikososial, edukasi, dan peran aktif warga dalam menyongsong kemerdekaan bangsa yang semakin matang.

​Ketua FPK Kota Bandung, Tjatja Kuswara, dalam sesi wawancara khusus bersama awak media menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan mandat yang dititipkan langsung oleh Wali Kota Bandung. Menurutnya, FPK sebagai organisasi mandatoris mengemban tanggung jawab krusial untuk senantiasa memelihara pembauran, persatuan, dan kesatuan di tengah keberagaman warga Kota Bandung. Iklim harmonis tersebut dipandang sebagai fondasi utama pendukung roda pemerintahan.

​Lebih lanjut, Tjatja menguraikan filosofi penting di balik visi "Bandung UTAMA" yang menjadi acuan gerak pembangunan bersama. Singkatan kata UTAMA tersebut merepresentasikan karakteristik kepemimpinan dan target daerah yang ingin dicapai, yakni masyarakat yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan berlandaskan nilai-nilai Agamis. Seluruh komponen ini dirancang untuk membentuk ketangguhan kota dalam menghadapi segala tantangan zaman ke depan.

​Pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa pencapaian visi Bandung UTAMA tidak dapat bersandar pada kekuatan internal birokrasi pemerintah semata. Tjatja menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu berbuat banyak tanpa adanya kolaborasi dan dukungan riil dari seluruh lapisan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat pun memerlukan kepemimpinan yang konsisten, kuat, dan terarah dari Wali Kota beserta jajaran pimpinan daerah lainnya agar program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran.

​Sinergitas ini juga ditegaskan harus mewujud dalam satu kesatuan sistem yang utuh dan menyeluruh di tingkat kelembagaan daerah. Hubungan yang harmonis, selaras, dan satu visi antara Pemerintah Kota selaku eksekutif (Wali Kota dan Wakil Wali Kota), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku legislatif, serta seluruh elemen masyarakat menjadi syarat mutlak. Keterpaduan langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian target-target makro pembangunan Kota Kembang.

​Kendati visi besar terus dipacu, saresehan ini tidak menutup mata terhadap tiga persoalan klasik yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Kota Bandung. Berdasarkan pemaparan salah satu narasumber, Irwan, sektor transportasi menempati urutan pertama mengingat kesan kemacetan yang kian melekat di Kota Bandung hampir sepanjang waktu. Persoalan krusial berikutnya yang mendesak untuk diselesaikan secara sistemik adalah penanganan sampah yang terintegrasi serta mitigasi bencana banjir.

​Menyikapi dinamika cuaca yang sedang berlangsung, Tjatja mengingatkan warga untuk memperkuat kewaspadaan terhadap potensi bencana lingkungan. Di tengah musim kemarau saat ini, ancaman kebakaran akibat kelalaian harus diantisipasi sedini mungkin, di samping bersiap menghadapi datangnya musim hujan dan fase pancaroba. Perubahan cuaca yang ekstrem dinilai memicu kerentanan kesehatan masyarakat, salah satunya peningkatan kasus Infeksi Saluran Penyerap Nafas Akut (ISPA) dan gangguan paru-paru.

​Melalui perpanjangan tangan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Bandung, Andri Darusman, Wali Kota Bandung menitipkan pesan agar FPK terus aktif menciptakan suasana rukun dan membaur. Upaya preventif merawat keberagaman ini menjadi pilar penting agar stabilitas sosial kota tetap terjaga dengan baik. Tjatja mengajak seluruh warga agar dengan bangga membangun Kota Bandung menggunakan karakteristik lokal demi kesejahteraan bersama.

​Saresehan ini ditutup dengan optimisme tinggi bahwa dengan dukungan multi-pihak, termasuk peran strategis media massa cetak, elektronik, maupun penyiaran, visi mulia ini dapat terwujud. Kota Bandung diharapkan mampu tampil sebagai figur teladan atau soko guru bagi kabupaten dan kota lain di wilayah Jawa Barat. Keberhasilan menjaga persatuan dan menuntaskan persoalan internal kota pada akhirnya bermuara pada tujuan tertinggi, yaitu memakmurkan dan menyejahterakan seluruh masyarakat.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )