Peringati Hari Jadi ke-3, Paguyuban Bandung Ngariung Rayakan Syukuran Hangat yang Dihadiri Walikota M. Farhan

Kamis, 9.Juli 2026

Jul 9, 2026 - 08:28
Jul 9, 2026 - 08:31
 0  213
Peringati Hari Jadi ke-3, Paguyuban Bandung Ngariung Rayakan Syukuran Hangat yang Dihadiri Walikota M. Farhan

​Bandung - Ratusan orang menghadiri Paguyuban Bandung Ngariung yang merayakan hari jadinya yang ke-3 melalui acara 3rd Anniversary yang digelar secara khidmat namun penuh kehangatan. Bertempat di Ruang L, Lantai 1, D'Botanica Mall (BTC) Bandung, acara ini berlangsung pada Rabu malam, 8 Juli 2026, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Nuansa biru dan putih yang menjadi tema dresscode malam itu tampak mendominasi ruangan, menciptakan atmosfer yang solid dan bersahaja di antara ratusan anggota paguyuban yang hadir.

​Acara syukuran ini terasa semakin spesial dengan kehadiran orang nomor satu di Kota Kembang, yakni Walikota Bandung, M. Farhan. Sejak awal kehadirannya, suasana akrab langsung terasa kental di dalam ruangan. Dalam sambutannya, M. Farhan memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas konsistensi dan eksistensi paguyuban ini yang disebutnya terus aktif bergerak mendampingi dinamika kewilayahan di Kota Bandung sejak resmi berjalan pada tahun 2023 lalu.

​Mengenang perjalanan awal paguyuban tersebut, M. Farhan bercerita bahwa dahulu kegiatan Bandung Ngariung sering kali dilakukan secara berpindah-pindah tempat alias keliling bersama para tokoh awal seperti Martin. Namun, sejak tahun 2023, paguyuban ini akhirnya memiliki tempat berkumpul yang tetap di lokasi milik Candra. Pertemuan rutin yang diadakan setiap hari Rabu pun menjadi wadah diskusi yang hidup bagi warga dan pemerintah daerah.

​Bagi M. Farhan, keberadaan Bandung Ngariung kini telah menjadi ruang serap aspirasi yang sangat intensif bagi jajaran pemerintah kota. Bahkan secara berseloroh, ia mengaku kini 'tidak dikasih napas' oleh berbagai laporan serta masukan yang masuk dari komunitas tersebut. Kendati berbagai macam permasalahan kota datang dan pergi silih berganti, sang Walikota menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut satu per satu demi kesejahteraan warga Bandung.

​Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas segala masukan, kritik, maupun saran yang disampaikan oleh para anggota paguyuban, baik melalui media maupun saat bertatap muka langsung. Ia memuji integritas Bandung Ngariung dan meyakini bahwa segala aspirasi yang keluar dari forum ini merupakan suara murni masyarakat yang bebas dari kepentingan terselubung.

​Salah satu momen berkesan yang diceritakan oleh M. Farhan adalah komitmen kuat dari salah satu tokoh paguyuban, Martin, yang sejak awal pelantikan menegaskan tidak ingin mendekati Walikota demi urusan personal atau bisnis. Sikap tersebut, menurut Farhan, telah menular positif kepada seluruh anggota paguyuban lainnya. Komitmen ini menjaga marwah organisasi agar tetap berjalan di jalur sosial kemasyarakatan yang lurus.

​Sikap independen dan penuh integritas ini terbukti nyata pula dari figur-figur penting di dalam paguyuban seperti Candra, Hari Jontor, Oting, hingga Akiun. Mereka murni bertemu dengan jajaran pemerintah hanya dalam koridor acara kepemudaan atau kepentingan masyarakat luas. Komunitas ini konsisten menjaga jarak profesional demi menjaga objektivitas kemitraan dengan pemerintah kota.

​M. Farhan mengaku sangat bersyukur dan bangga karena hingga saat ini tidak ada satu pun anggota dari Bandung Ngariung yang mencoba memanfaatkan kedekatan dengan dirinya demi mendapatkan keuntungan sepihak atau proyek-proyek pemerintah. Integritas moral seperti inilah yang menurutnya menjadi barang mewah pada masa kini. Hal tersebut sekaligus menjadi kunci utama yang harus terus dipertahankan dalam menjaga hubungan antara komunitas warga dan pihak birokrasi.

​Di tengah sambutannya, suasana sempat berubah menjadi penuh gelak tawa saat Walikota menyempatkan diri untuk 'curhat' mengenai banyaknya godaan yang dihadapi oleh seorang kepala daerah. Ia mengungkapkan bahwa posisi sebagai Walikota kerap kali mendatangkan fasilitas yang berlebihan dari orang-orang sekitar. Banyak pihak yang berniat mencari muka atau memberikan pelayanan ekstra yang sebenarnya tidak diperlukan dalam kepemimpinan sehari-hari.

​Menutup pidatonya yang sarat akan pesan moral tersebut, M. Farhan berterima kasih karena Bandung Ngariung telah mengawal dirinya agar tetap menjadi pemimpin yang membumi, rendah hati, dan terhindar dari ego kekuasaan. Sambil bercanda mengenai kondisi fisiknya yang kini menua dengan rambut memutih dan kantong mata yang membesar akibat memikirkan tugas negara, Farhan menegaskan bahwa dirinya tetap merasa sangat bahagia bisa terus bersinergi bersama sahabat-sahabat di Bandung Ngariung

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )