Rumah Zakat Perkuat Edukasi Kesehatan Ibu Hamil di Kawal Bumil Fest 2025 Bandung
Senin, 17 November 2025
Bandung - Rumah Zakat menjadi salah satu lembaga yang berperan penting dalam terselenggaranya Kawal Bumil Fest 2025, sebuah acara edukasi kesehatan ibu hamil yang digelar di Kiara Artha Park, Jalan Banten, Kota Bandung, pada Sabtu, 15 November 2025. Partisipasi aktif Rumah Zakat menambah semarak kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan berbagai mitra kesehatan.
Booth Rumah Zakat menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi para peserta. Para ibu hamil dan keluarga terlihat antusias mengikuti berbagai aktivitas, konsultasi, dan layanan informasi yang disediakan. Kehadiran Rumah Zakat dalam event ini menunjukkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Direktur Operasional Rumah Zakat, Hikmah Fitriyani, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam penyelenggaraan acara ini. Ia menegaskan bahwa Rumah Zakat terus berupaya mengambil peran strategis dalam mendukung program kesehatan pemerintah, khususnya terkait pemenuhan gizi ibu hamil dan pencegahan stunting.
Salah satu agenda penting dalam acara tersebut adalah penandatanganan kerja sama antara Kemendukbangga Jawa Barat dan Rumah Zakat. Kerja sama ini menandai langkah baru dalam memperkuat program pemberdayaan keluarga, khususnya dalam upaya edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan ibu hamil berisiko.
Kawal Bumil Fest sendiri merupakan bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat dalam memperkuat langkah pencegahan stunting dan kematian ibu-anak. Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan, dalam paparannya menyebut bahwa akar persoalan kesehatan ibu dan anak dimulai sejak masa remaja. Minimnya kesiapan kesehatan perempuan menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi berkelanjutan.
Kukuh menekankan bahwa dua bulan pertama kehamilan merupakan periode krusial karena seluruh sistem saraf janin telah mulai terbentuk. Karena itu, deteksi dini kehamilan serta pemenuhan nutrisi menjadi kunci untuk memastikan tumbuh kembang janin yang sehat. Ia juga menyoroti fokus BKKBN Jabar dalam menurunkan angka kematian ibu, angka kematian anak, serta mencegah stunting.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa anemia pada remaja putri menjadi faktor risiko terbesar yang berpotensi memengaruhi generasi mendatang. Dengan 70 persen kasus anemia perempuan terjadi di Jawa Barat, Kukuh mendorong remaja untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah, menjaga pola makan, dan melakukan skrining kesehatan sederhana.
Kabid Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kota Bandung, Endah Komalasari, turut memaparkan berbagai program layanan bagi ibu hamil dan remaja, seperti BKB dan BKR. Menurutnya, 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah masa emas yang harus dijaga secara optimal, meski tantangan di perkotaan seperti sanitasi dan kepadatan penduduk masih menjadi isu yang memengaruhi kasus stunting.
Untuk memperkuat dukungan komunitas, Kota Bandung meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting, kolaborasi besar yang melibatkan Rumah Zakat, Blackmores, PKBI, hingga UNFPA. Namun, tingkat kehadiran warga di posyandu masih menjadi tantangan karena baru mencapai 50–60 persen.
Acara Kawal Bumil Fest turut diramaikan dengan prenatal yoga, talk show interaktif, dan berbagai booth edukasi untuk ibu hamil. Dengan kolaborasi besar antara Pemprov Jabar, BKKBN, Rumah Zakat, UNFPA Indonesia, dan DPPKB Kota Bandung, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
What's Your Reaction?