Ratusan Mahasiswa UNINUS Antusias Ikuti Kuliah Umum Pangdam III/Siliwangi tentang Bela Negara di Era Digital
Selasa, 23 Juni 2026
BANDUNG — Ratusan mahasiswa Universitas Islam Nusantara (UNINUS) memadati Aula Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana pada Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran mereka yang memenuhi ruangan sejak siang hari bertujuan untuk mengikuti acara Kuliah Umum yang mengusung tema besar dan krusial bagi generasi muda saat ini.
Acara bertajuk "Pangdam III/Siliwangi Goes to Campus: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Bela Negara di Era Digital" ini diselenggarakan tepat pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Agenda ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan pemikiran akademis kampus dengan perspektif pertahanan dan keamanan nasional.
Kuliah umum ini resmi dibuka dengan opening speech yang disampaikan langsung oleh Rektor UNINUS, Prof. Dr. Endang Komara, M.Si. Berikut wawancara awak media bersama Beliau, hari ini telah diadakan studium generale atau kuliah umum di Universitas Islam Nusantara (Uninus) bersama Pangdam III/Siliwangi, Bapak Mayjen TNI Kosasih, SE. MM. Beliau memaparkan materi dengan tema yang sangat menarik dan relevan, yaitu: "Peran Mahasiswa dalam Bela Negara di Era Digital."
Poin-Poin Penting Penyampaian Pangdam III/Siliwangi
Bela Negara sebagai Kewajiban Belas Kasih dan Iman
Bela negara merupakan sebuah keharusan bagi setiap warga negara. Beliau mengutip salah satu hadis, “Hubbul wathan minal iman” yang berarti cinta tanah air adalah bagian dari iman.
Karakter Mahasiswa yang Diharapkan
Dalam konteks ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki sikap religius, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki solidaritas dan toleransi yang tinggi.
Uninus sebagai Kampus Pluralistik
Uninus dibangun di atas nilai-nilai pluralisme. Kampus ini tidak membedakan suku, agama, maupun bahasa. Semua kalangan dapat bersama-sama menuntut ilmu, baik di jenjang S1, S2, maupun S3.
Tantangan Bela Negara di Era Digital
Di era kabinet saat ini, fokus pada pembelajaran digital menjadi hal yang tidak bisa dihindari—mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Digitalisasi harus dimanfaatkan sebagai upaya untuk membentuk manusia yang cerdas dan saling menghargai. Di sisi lain, kita juga harus lebih waspada agar teknologi digital tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak bermanfaat di luar dunia pendidikan.
Kesan dan Harapan Rektor terhadap Mahasiswa
Melalui kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa dapat mengeksplorasi diri lebih jauh. Sosok Pangdam III/Siliwangi merupakan inspirasi nyata karena beliau lahir dan tumbuh dari kalangan biasa hingga bisa mencapai posisi jenderal.
Dalam acara tersebut, beliau juga membagikan lima buah buku. Salah satu buku yang cukup menyentuh hati berjudul “Marbot Bisa Jadi Jenderal.” Ini adalah bukti nyata dari prinsip:
"Where there is a will, there is a way" — di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Dalam agama kita juga mengenal prinsip "Man jadda wajada" (siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil). Jika kita memiliki keinginan yang kuat, tentu Allah SWT akan mengabulkannya.
Hadir sebagai narasumber utama, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memaparkan materi yang sangat relevan mengenai dinamika geopolitik dan ancaman siber. Dalam penjelasannya, Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa era digital membawa berkah sekaligus ancaman nyata seperti hoaks, disinformasi, dan radikalisme daring.
Lebih lanjut, Pangdam III/Siliwangi menggarisbawahi bahwa bela negara di era modern tidak lagi selalu identik dengan mengangkat senjata atau kekuatan fisik. "Peran mahasiswa hari ini adalah menjadi agen literasi digital, menjaga persatuan di ruang siber, dan menggunakan keahlian teknologi untuk kemajuan bangsa," tegas Mayjen TNI Kosasih.
Suasana di dalam aula semakin interaktif saat memasuki sesi tanya jawab yang difasilitasi oleh moderator. Banyak mahasiswa yang berebut mengajukan pertanyaan kritis mengenai batas-batas kebebasan berpendapat di media sosial hingga strategi taktis menghadapi ancaman perang asimetris (asymmetric warfare).
Melalui pemaparan yang komprehensif tersebut, para mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa setiap klik, unggahan, dan komentar di media sosial memiliki dampak terhadap ketahanan nasional. Bela negara digital dapat diwujudkan dengan memproduksi konten-konten positif dan menangkal narasi yang dapat memecah belah bangsa.
Kuliah umum ini akhirnya ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan sesi foto bersama dan penyerahan plakat penghargaan antara pihak UNINUS dan Kodam III/Siliwangi. Acara ini sukses menyuntikkan semangat nasionalisme baru bagi civitas akademika UNINUS agar lebih bijak, kreatif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
What's Your Reaction?