Maranatha Job Fair 2026: Menjembatani Talenta Unggul dengan Ekosistem Industri Modern
Kamis, 30 April 2026
BANDUNG – Universitas Kristen Maranatha kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keterserapan tenaga kerja nasional dengan menggelar Maranatha Job Fair (MJF) 2026. Acara yang berlangsung selama dua hari, yakni 29 dan 30 April 2026 ini, resmi dibuka di Kampus UK Maranatha, Bandung. Seremoni pembukaan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas serta perwakilan dari Disnakertrans Jawa Barat, Disnaker Kota Bandung, dan Pusat Karier Jawa Barat pada Rabu (29/4/2026).
Wakil Rektor III UK Maranatha, Dr. Hanny Juliany Dani, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa MJF 2026 menjadi wadah bagi sekitar dua ribu pencari kerja. Para peserta memiliki kesempatan untuk memperebutkan 157 lowongan pekerjaan yang disediakan oleh 19 perusahaan mitra. Perusahaan yang berpartisipasi mencakup skala multinasional, nasional, lokal, hingga BUMN yang siap menyerap talenta-talenta terbaik dari berbagai latar belakang pendidikan.
Sektor industri yang terlibat dalam bursa kerja ini sangat variatif, mulai dari perbankan, manufaktur, mebel, pendidikan, hingga layanan keuangan. Selain itu, hadir pula perusahaan dari bidang otomotif, garmen, logistik, perhiasan, dan kesehatan. Keberagaman sektor ini bertujuan agar para pencari kerja dapat menemukan posisi yang sesuai dengan minat dan spesialisasi mereka masing-masing dalam satu lokasi yang terintegrasi.
Dalam sambutannya, Dr. Hanny menekankan bahwa MJF 2026 adalah bukti dedikasi UK Maranatha sebagai institusi berakreditasi Unggul. Ia menyatakan bahwa universitas tidak hanya fokus pada pengembangan internal, tetapi juga berperan sebagai penghubung strategis antara potensi besar bangsa dan dunia industri. Harapannya, kegiatan ini memberikan manfaat timbal balik bagi perusahaan dalam mencari SDM berkualitas dan bagi peserta dalam meniti jenjang karier yang tepat.
Sekretaris Disnakertrans Jawa Barat, Sudianti, S.Sos., M.A., yang hadir mewakili pimpinan daerah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, Job Fair merupakan instrumen penting untuk memperkecil kesenjangan (gap) antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil di pasar kerja. Sudianti menilai langkah kolaboratif seperti ini sangat krusial dalam memperkuat jembatan antara dunia akademik dan ekosistem profesional.
Lebih lanjut, Sudianti memaparkan tantangan besar di Jawa Barat yang saat ini memiliki angka pengangguran terbuka mencapai 1,7 juta orang. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan kesempatan kerja melalui berbagai kanal. "Job Fair tetap menjadi salah satu sarana yang ampuh untuk mempercepat penurunan tingkat pengangguran terbuka di wilayah kita," ujarnya optimis di hadapan para hadirin.
Di sisi lain, pesan mengenai fleksibilitas karier disampaikan oleh Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Deriksa Arifianti Soewandana, S.H., M.A.P. Mewakili Kepala Disnaker Kota Bandung, ia mengimbau agar para lulusan tidak terpaku hanya pada sektor formal. Mengingat karakteristik Bandung sebagai kota jasa, peluang di sektor informal dan industri kreatif sebenarnya terbuka sangat lebar bagi mereka yang jeli melihat peluang.
Pemerintah Kota Bandung sangat mengharapkan munculnya wirausaha-wirausaha muda yang inovatif dan kreatif. Menanggapi hal tersebut, Dr. Hanny Juliany Dani menjelaskan bahwa UK Maranatha telah mengantisipasi kebutuhan tersebut dengan memasukkan kurikulum kewirausahaan. Hasilnya, banyak alumni Maranatha yang sudah terserap kerja dalam waktu kurang dari enam bulan, sementara sebagian lainnya sukses membangun lapangan kerja sendiri melalui bisnis rintisan.
Ketua Pusat Karier Jawa Barat, Pipin Sukandi, S.E., M.M., turut memberikan motivasi kepada para peserta agar memanfaatkan momen ini untuk membangun jejaring. Ia mengingatkan bahwa nilai akademis bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan. Keterampilan adaptasi, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama sering kali menjadi faktor pembeda yang dilirik oleh para rekruter saat berinteraksi langsung dalam sesi wawancara.
Mengusung tema “Building Future Careers: From Campus to Career Ecosystem”, MJF 2026 tidak hanya menawarkan lowongan kerja, tetapi juga pengembangan diri. Melalui fitur walk-in interview, Company Session, dan Career Talk, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai dinamika dunia kerja. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini diharapkan mampu mencetak generasi profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga siap beradaptasi dengan perubahan zaman.
What's Your Reaction?