H. Acep Jamaludin Bakar Semangat Ribuan Kader di Konsolidasi Akbar PKC PMII Jawa Barat
Jumat, 1 Mei 2026
BANDUNG – GOR Saparua Kota Bandung menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan aktivis dalam acara Konsolidasi Akbar yang digelar oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat pada Rabu, 1 Mei 2026. Agenda besar ini merangkum tiga rangkaian utama, yakni Pelantikan Pengurus, pembacaan Manifesto Gerakan, serta peringatan Semarak Harlah PMII. Suasana gegap gempita menyelimuti lokasi acara sejak pagi hari, menandai babak baru pergerakan mahasiswa di Tanah Pasundan.
Mengusung tema besar "Reignite PMII Jawa Barat menuju Masa Depan Peradaban", kegiatan ini dirancang sebagai momentum penyatuan visi dari seluruh pengurus cabang yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Semangat "Satu Narasi, Menyelaraskan Frekuensi" menjadi fondasi utama dalam acara ini, dengan tujuan memastikan seluruh kader bergerak dalam satu komando yang solid untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.
Hadir sebagai tokoh kunci, H. Acep Jamaludin, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat. Kehadiran beliau memberikan suntikan moral yang besar bagi para kader. Dalam sambutannya, Acep menekankan bahwa PMII bukan sekadar organisasi tempat berkumpul, melainkan kawah candradimuka yang harus melahirkan pemimpin-pemimpin peradaban di masa depan.
Dalam orasi pembukaannya, H. Acep Jamaludin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PKC PMII Jawa Barat yang berhasil menyelenggarakan konsolidasi dengan skala sebesar ini. Ia menegaskan bahwa tema "Reignite" atau menyalakan kembali semangat perjuangan adalah langkah tepat untuk memperkuat kembali identitas kader PMII sebagai pejuang yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah arus modernitas.
Sebagai pimpinan DPRD Jawa Barat, Acep juga menyoroti pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah. Ia mendorong agar PMII Jawa Barat mampu menyusun program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal, terutama dalam mengawal kebijakan publik di Jawa Barat agar tetap berpihak pada rakyat kecil dan kemaslahatan umum. Menurutnya, aktivis harus memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni agar kritiknya berbasis data dan solusi.
Momentum pelantikan pengurus pun berlangsung dengan khidmat. Di bawah panduan Pengurus Besar, jajaran pengurus PKC PMII Jawa Barat yang baru resmi diambil sumpahnya. H. Acep Jamaludin berpesan agar pengurus yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi ke tingkat cabang hingga komisariat. Ia menegaskan bahwa tugas pengurus bukan hanya mengelola struktur, melainkan menjaga agar api kaderisasi tetap menyala di setiap sanubari anggota.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Manifesto Gerakan. Manifesto ini menjadi dokumen politik dan intelektual yang merangkum arah perjuangan PMII Jawa Barat selama satu periode ke depan. Poin-poin dalam manifesto tersebut menekankan pada penguatan literasi digital, kemandirian ekonomi kader, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI dari paham-paham radikalisme yang merongrong ideologi negara.
Terkait perayaan Harlah PMII, suasana di GOR Saparua berubah menjadi penuh kegembiraan namun tetap reflektif. Pemotongan tumpeng yang dilakukan bersama jajaran pembina dan pengurus menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Acep Jamaludin pun turut larut dalam kegembiraan tersebut sembari berbagi wejangan mengenai pentingnya menjaga silaturahmi antar-generasi atau ikatan alumni.
Di paruh akhir sambutannya, Acep Jamaludin kembali menegaskan jargon "Tak Ada Kader yang Tertinggal di Belakang". Ia berharap konsolidasi ini menjadi jembatan bagi kader di pelosok daerah, mulai dari pesisir Pangandaran hingga pegunungan Sukabumi, agar mendapatkan akses pengembangan kapasitas yang merata. Baginya, pemerataan kualitas kader adalah syarat mutlak bagi PMII untuk menjadi lokomotif perubahan di Jawa Barat.
Kegiatan yang berakhir pada sore hari ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan organisasi dan kesejahteraan bangsa. Dengan terlaksananya Konsolidasi Akbar ini, PKC PMII Jawa Barat di bawah bimbingan Mabinda diharapkan mampu berlari kencang merealisasikan visi besarnya, menjadikan Jawa Barat sebagai pusat peradaban baru yang dipelopori oleh gerakan mahasiswa yang religius, nasionalis, dan progresif.
What's Your Reaction?