Panggung Perubahan Bisnis Bandung: Perry Tristianto dan Chandra Tambayong Bedah Strategi Tangguh di Era Disrupsi

Kamis, 10 September 2026

Sep 10, 2026 - 11:05
Sep 10, 2026 - 17:11
 0  76
Panggung Perubahan Bisnis Bandung: Perry Tristianto dan Chandra Tambayong Bedah Strategi Tangguh di Era Disrupsi

​Bandung - Paguyuban Bandungariung sukses menyelenggarakan forum strategis bertajuk "The Game Has Changed! Tangguh Bertahan, Terus Bertumbuh & Mampu Berkembang" di Atrium LGF D'Botanica Mall (BTC), Bandung, pada Rabu malam, 9 September 2026. Diskusi mendalam yang dimulai pukul 18.30 WIB ini mempertemukan dua tokoh penggerak ekonomi kreatif dan properti terkemuka di Jawa Barat. Kehadiran para pelaku usaha dan profesional yang memadati lokasi acara menunjukkan tingginya antusiasme terhadap peta jalan bisnis di tengah dinamika ekonomi yang kian menantang.

​Forum ini menghadirkan dua narasumber utama yang rekam jejak bisnisnya telah membentuk wajah pariwisata dan ritel Bandung selama beberapa dekade. Sesi pertama menampilkan Perry Tristianto, CEO Perisai Group yang dikenal sebagai maestro di balik destinasi ikonik seperti Floating Market Lembang, Farmhouse, The Great Asia Africa, Tahu Susu Lembang, De Ranch, hingga Rumah Sosis. Sesi tersebut juga diperkaya oleh wawasan Chandra Tambayong, CEO Bandung Inti Graha Group selaku pengembang di balik D' Botanica Mall, The Majestic, Green Forest, Ciumbuleuit Apartemen, JATOS, dan Pagaron Mall.

​Dalam pemaparannya, Perry Tristianto secara tegas menyoroti bahwa lanskap kompetisi bisnis saat ini telah mengalami pergeseran fundamental yang menuntut adaptasi cepat. Ia menyatakan bahwa rumus kesuksesan masa lalu tidak lagi relevan jika diterapkan tanpa pembaharuan strategi secara konstan. Perubahan perilaku konsumen, digitalisasi, serta ketidakpastian global memaksa para pelaku usaha untuk tidak sekadar bertahan hidup, melainkan harus memiliki daya dorong yang proaktif untuk terus bertumbuh.

​Pengalaman panjang mengelola puluhan destinasi wisata dan kuliner memberikan Perry perspektif unik mengenai ketahanan sebuah korporasi. Ia membagikan bagaimana Perisai Group mampu melalui berbagai fase krisis ekonomi berkat kemampuan membaca tren pasar sebelum orang lain menyadarinya. Inovasi produk yang konsisten dan keberanian mengambil risiko terukur menjadi pilar utama yang menjaga keberlangsungan bisnis-bisnisnya tetap relevan bagi masyarakat lintas generasi.

​Lebih jauh dari sekadar taktik pemasaran dan pengelolaan modal, Perry menekankan bahwa fondasi paling krusial dalam membangun kesuksesan jangka panjang terletak pada integritas dan karakter personal. Dengan pengalaman dekade demi dekade menghadapi naik turunnya dunia usaha, ia mengingatkan audiens bahwa modal finansial dan kecerdasan intelektual tidak akan berarti banyak tanpa fondasi karakter yang tangguh. Karakter inilah yang menentukan bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan etis dan memimpin tim di masa krisis.

​Menurut Perry, karakter yang harus dimiliki seseorang jika ingin berhasil sukses di manapun meliputi ketekunan, kejujuran, disiplin tinggi, serta mentalitas pembelajar yang tidak mudah menyerah. Karakter kuat berfungsi sebagai kompas moral dan operasional ketika perusahaan dihadapkan pada badai disrupsi industri. Tanpa keteguhan karakter, pelaku usaha akan mudah goyah saat strategi bisnis di lapangan melenceng dari proyeksi awal.

​Sementara itu, Chandra Tambayong melengkapi diskusi dengan membedah perspektif dari sektor properti dan pengelolaan pusat perbelanjaan skala besar. Chandra memaparkan bagaimana infrastruktur fisik dan ekosistem ritel harus bertransformasi menjadi ruang pengalaman yang hidup, bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Sinergi antara pusat perbelanjaan dan destinasi kreatif di Bandung dinilai menjadi kunci untuk menarik kembali minat kunjungan publik secara berkelanjutan.

​Diskusi interaktif yang dipandu oleh Paguyuban Bandungariung ini juga membuka ruang tanya jawab yang dinamis antara narasumber dan para peserta. Sejumlah pelaku UMKM dan pengusaha muda tampak antusias menggali strategi konkret seputar pengelolaan arus kas, inovasi produk wisata, hingga cara mempertahankan relevansi merek di tengah persaingan ketat. Sesi tanya jawab tersebut mencerminkan kebutuhan nyata para pengusaha lokal akan bimbingan langsung dari para mentor senior.

​Menjelang akhir acara, para narasumber menyimpulkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan instrumen terkuat untuk menghadapi gelombang perubahan besar di masa depan. Ekosistem bisnis di Bandung harus dibangun di atas semangat gotong royong dan keterbukaan terhadap inovasi teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal. Sinergi antara jejaring ritel, pariwisata, dan komunitas kreatif diyakini mampu menjaga posisi Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

​Forum strategis yang diinisiasi oleh Paguyuban Bandungariung ini ditutup dengan sesi networking dan foto bersama dengan kedua narasumber. Para peserta meninggalkan ruang acara dengan membawa wawasan baru, peta jalan operasional yang lebih tajam, serta inspirasi konkret dari perjalanan hidup Perry Tristianto dan Chandra Tambayong. Acara ini berhasil menegaskan bahwa di tengah aturan permainan bisnis yang terus berubah, ketangguhan mental dan kekuatan karakter tetap menjadi pemenang sejati di arena bisnis.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )