Khidmat Ulama untuk Bandung Utama: MUI Kota Bandung Gelar Musda XI Menuju Kota yang Unggul dan Agamis
Rabu, 9 September 2026
Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung secara resmi menggelar perhelatan penting Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Kota Bandung 2026. Kegiatan akbar ini dilangsungkan pada hari Rabu, 9 September 2026 yang bertepatan dengan tanggal 27 Rabiul Awwal 1448 H. Agenda strategis ini menjadi momentum krusial bagi para ulama dan umara di Kota Kembang untuk merumuskan arah kepengurusan serta program kerja ke depan.
Pelaksanaan Musda XI ini mengusung tema utama yang sarat makna, yaitu "Meningkatkan Khidmah Ulama Menuju Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju dan Agamis)". Tema tersebut merefleksikan komitmen kuat para ulama untuk terus memberikan pelayanan terbaik, membimbing umat, serta bersinergi dengan pemerintah dalam membangun kota yang bermartabat. Nilai-nilai unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis dijadikan landasan moral dalam setiap gerak langkah organisasi.
Rangkaian kegiatan Musda dimulai sejak pagi hari dengan agenda registrasi peserta dan tamu undangan yang ditangani langsung oleh panitia kesekretariatan. Suasana khidmat tampak menyelimuti ruang acara menjelang pembukaan resmi pembagian sesi persidangan. Para peserta yang terdiri dari pengurus MUI, tokoh agama, dan perwakilan elemen masyarakat hadir dengan antusias tinggi.
Acara pembukaan dipandu secara profesional oleh pembawa acara (MC) yang membuka rangkaian kegiatan secara runtut. Suasana semakin khusyuk ketika H. Dadang Hamdullah, S.Ag tampil ke mimbar untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Lantunan kalam Ilahi tersebut memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi barokah bagi jalannya musyawarah.
Sesi berikutnya diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dr. Heri Harun Trismiyanto, SE., MM. Seluruh peserta Musda berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Hal ini menegaskan bahwa ulama Indonesia selalu berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Laporan dari panitia pelaksana kemudian disampaikan oleh Dr. KH. Asep Zainal Ausop selaku Ketua Pelaksana Musda XI. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini serta melaporkan kesiapan teknis penyelenggaraan. Laporan ini memberikan gambaran transparan mengenai proses persiapan hingga terselenggaranya musyawarah besar tersebut.
Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari para tokoh penting di tingkat kota maupun provinsi. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Umum MUI Kota Bandung, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, yang memberikan arahan strategis mengenai pentingnya peran ulama dalam menghadapi tantangan zaman. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MUI Jawa Barat, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I., yang menekankan pentingnya soliditas organisasi keulamaan.
Sinergi antara ulama dan pemerintah daerah juga nampak dari kehadiran jajaran pimpinan daerah dalam acara ini. Sambutan turut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, SH, yang mendukung penuh langkah-langkah strategis MUI dalam membina umat. Puncak sambutan sekaligus peresmian acara disampaikan oleh Walikota Bandung, M. Farhan, yang memberikan amanat penting sekaligus membuka Musda MUI Kota Bandung secara resmi.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas sinergi yang terjalin, dilakukan prosesi penyerahan cindera mata kepada Walikota Bandung. Penyerahan kenang-kenangan tersebut diwakili oleh Drs. KH. Asep Mulyana Ismail, M.Pd.I. kepada Walikota Bandung di hadapan para peserta Musda. Momen ini mencerminkan keharmonisan hubungan yang erat antara ulama dan umara di Kota Bandung.
Rangkaian acara pembukaan Musda XI MUI Kota Bandung 2026 ditutup dengan pembacaan doa yang penuh khidmat. Sesi ini ditutup dengan agenda foto bersama yang melibatkan jajaran pengurus, tamu undangan, serta panitia pelaksana untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. Setelah sesi pembukaan ini selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno Musda untuk membahas program kerja dan pemilihan kepengurusan baru.
What's Your Reaction?