OPTIMALCARE: Inovasi Kebijakan Homecare Berbasis Komunitas dalam Percepatan Penurunan Stunting, kelompok Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025
OPTIMALCARE: Inovasi Kebijakan Homecare Berbasis Komunitas dalam Percepatan Penurunan Stunting hadir sebagai sebuah terobosan penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia.
Program ini tidak hanya berorientasi pada layanan kesehatan rumah berbasis komunitas, tetapi juga dirancang untuk memberikan solusi berkelanjutan dalam percepatan penurunan angka stunting yang masih menjadi masalah serius di berbagai wilayah. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang mengakibatkan tinggi atau panjang badan lebih rendah dari standar usianya. Untuk mendeteksi stunting secara dini,
OPTIMALCARE menggunakan acuan WHO Child Growth Standards (0–59 bulan) dengan indikator Height/Length-for-Age Z-score (HAZ). Rumus perhitungannya menggunakan metode LMS (Box–Cox): HAZ = ((X/M)^L − 1) / (L·S), dengan X adalah tinggi/panjang badan anak dalam sentimeter, sedangkan L, M, dan S adalah parameter dari tabel WHO. Batas klasifikasi WHO antara lain: Normal (HAZ ≥ −2 SD), Stunted (HAZ < −2 SD), dan Severe Stunted (HAZ < −3 SD).
Melalui pendekatan berbasis komunitas, OPTIMALCARE tidak sekadar memberikan deteksi dini, tetapi juga menghadirkan skema pemberdayaan masyarakat. Program ini mendorong kolaborasi aktif antara tenaga kesehatan, kader posyandu, akademisi, pemerintah lokal, dan keluarga. Dengan kemitraan yang kuat, masyarakat didorong untuk lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, memastikan pemenuhan gizi, serta meminimalkan risiko penyakit kronis di masa depan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah DPPM Kemdiktisaintek tahun 2025 dengan Ketua Tim Pelaksana Prof. Dr. Ns. Suprapto, M.Kes.
Beliau menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara sistematis, terpadu, dan melibatkan semua unsur masyarakat. Dengan adanya OPTIMALCARE, diharapkan lahir generasi baru yang sehat, cerdas, dan produktif, bebas dari ancaman stunting. Inovasi ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dan mitra strategis dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat. OPTIMALCARE membuktikan bahwa sinergi antara sains, teknologi, dan pemberdayaan komunitas dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
What's Your Reaction?