Sinergi Hijau Cikapundung: EEBPro Berkolaborasi dengan PT. Foximas Mandiri Peringati Hari Lingkungan Hidup
Senin, 8 Juni 2026
Bandung - Aliran Sungai Cikapundung di kawasan pusat Kota Bandung mendadak riuh dan dipenuhi antusiasme warga pada Minggu pagi (7 Juni 2026). Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dengan satu tujuan mulia, yaitu menyelamatkan lingkungan. Mereka hadir untuk berpartisipasi dalam aksi massal penuangan cairan eco enzyme ke aliran salah satu sungai paling bersejarah di Kota Kembang tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ke-54.
Acara monumental ini diinisiasi oleh Komunitas Eco Enzyme Bandung Pro (EEBPro) yang dipimpin oleh Robert Hadi Koeatmodjo. Tidak bergerak sendirian, komunitas ini berhasil menggandeng berbagai pihak, termasuk PT. Foximas Mandiri yang bertindak sebagai salah satu sponsor utama acara. Perusahaan yang beralamat di Jl. Leuwi Panjang No.80, Situsaeur, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung ini menunjukkan komitmen sosialnya yang tinggi terhadap kelestarian alam lokal.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar tersebut, Ketua EEBPro, Robert Hadi Koeatmodjo, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada Direktur PT. Foximas Mandiri, Felix Sadikin. Dalam kesempatan itu, Felix Sadikin menyatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh acara ini karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi kelangsungan lingkungan hidup, khususnya dalam pemulihan ekosistem air di Kota Bandung.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh atau berkolaborasi dengan PT. Foximas Mandiri, perusahaan ini dapat dihubungi melalui nomor telepon +62-22 5205050 atau email resmi foximasmandiri@yahoo.com. Selain itu, aktivitas dan profil perusahaan juga dapat diakses melalui akun Instagram @foximasmandiri serta situs web resmi mereka di www.foximas.co.id. Dukungan dari sektor swasta seperti ini menjadi pilar penting bagi keberhasilan gerakan lingkungan berbasis massa.
Kawasan Cikapundung Riverspot, yang terletak tepat di sebelah Gedung Merdeka, dipilih sebagai pusat pelaksanaan kegiatan dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Bandung yang diwakili oleh Siti Khodijah, ST. MT., selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, memberikan dukungan moral yang besar sekaligus menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan komunitas akar rumput.
Pihak penyelenggara sejak awal pelaksanaan memang gencar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama belajar, peduli, dan bergerak. Ajakan tersebut disambut hangat oleh warga yang terbukti dengan membeludaknya jumlah peserta yang hadir membawa botol-botol berisi eco enzyme. Rangkaian acara sendiri diawali dengan sesi doa bersama, yang kemudian dicairkan oleh penampilan modern dance enerjik dari generasi muda.
Masuk ke acara inti, para panitia memberikan edukasi praktis berupa demonstrasi cara pembuatan eco enzyme dengan memanfaatkan limbah organik dapur, seperti sisa buah dan sayuran. Pembuatan cairan multiguna melalui proses fermentasi ini disambut antusias oleh warga. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya menciptakan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan lestari bagi anak cucu kelak.
Puncak dari seluruh rangkaian acara ini adalah penuangan ribuan liter cairan eco enzyme secara serentak ke aliran Sungai Cikapundung. Cairan organik ini dikenal memiliki kemampuan alami untuk menjernihkan air, mengurai zat polutan, serta memperbaiki ekosistem sungai yang telah tercemar. Aksi nyata di lapangan ini diharapkan mampu menginspirasi wilayah lain di Kota Bandung untuk melakukan gerakan pemulihan serupa.
Tidak hanya fokus pada lingkungan, acara ini juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 50 orang lanjut usia (lansia) di sekitar lokasi. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh partisipan, panitia menutup kegiatan dengan sesi makan gratis bersama. Momen ramah tamah ini sukses mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan antar-sesama pejuang lingkungan di Kota Bandung.
Melalui tema "Merawat Bumi, Sukacita Bersama", pihak penyelenggara berharap seluruh peserta dapat menularkan semangat cinta bumi kepada keluarga dan sahabat di rumah. Langkah kecil menyisihkan sampah organik dapur bisa menjadi awal dari pulihnya ekosistem global. Aksi ini meninggalkan refleksi mendalam bahwa bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang, melainkan titipan berharga untuk generasi mendatang.
What's Your Reaction?