Duta dan Pembina Toleransi Apresiasi Seminar Internasional Asia-Afrika: Dorong Kawasan Inklusif Menuju Warisan Dunia UNESCO
Rabu, 15 Juli 2026
BANDUNG — Semangat kebersamaan dan keberagaman kembali menggema di Kota Kembang. Duta Toleransi Kota Bandung, Veronika Yeane Yosef, yang akrab disapa "Mamih", bersama Pembina Duta Toleransi Kecamatan Andir Kota Bandung, Ni Made Ratnadi, S.E., hadir dan memberikan apresiasi tinggi pada seminar bertajuk "Reaktualisasi Nilai Bandung Spirit dalam Penataan Kawasan Asia-Afrika yang Inklusif dan Berkelanjutan menuju Warisan Dunia UNESCO". Kehadiran kedua tokoh ini menegaskan bahwa nilai toleransi dan keadilan sosial merupakan pilar utama dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.
Seminar yang berlangsung dengan khidmat dan dinamis ini sukses diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2026. Mengambil tempat di tempat bersejarah, Grand Ballroom Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Nomor 112, Bandung, acara ini dimulai sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Pertemuan ilmiah dan budaya ini sekaligus menjadi penanda dibukanya rangkaian kegiatan megah Asia Africa Festival (AAF) 2026 di Kota Bandung.
Acara bergengsi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga identitas historis Bandung sembari terus beradaptasi dengan tuntutan zaman. Upaya penataan ini tidak hanya berfokus pada estetika fisik semata, melainkan juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Fokus utama dari seminar ini adalah percepatan pengusulan kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Langkah strategis tersebut ditempuh melalui konsep penataan ruang hidup yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, kawasan Asia-Afrika diharapkan dapat menjadi ruang publik yang ramah, adil, dan dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali.
Di sela-sela acara, Veronika Yeane Yosef atau Mamih menyampaikan pandangannya mengenai korelasi erat antara nilai "Bandung Spirit" dan toleransi. Sebagai tokoh penggerak sekaligus perwakilan masyarakat, Mamih aktif mendukung berbagai program humanis, termasuk penguatan Kampung Toleransi di Kota Bandung. Menurutnya, warisan dunia tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga budaya saling menghargai yang hidup di dalamnya.
"Nilai-nilai Bandung Spirit yang dicetuskan sejak Konferensi Asia Afrika 1955 merupakan cikal bakal dari sikap toleransi global. Kita harus memastikan bahwa penataan kawasan ini mencerminkan keramahan dan kerukunan beragama yang selama ini menjadi jiwa Kota Bandung," ujar Mamih dengan penuh semangat.
Selama ini, Mamih dikenal sangat aktif berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandung dalam berbagai kegiatan lintas agama dan sosial kemasyarakatan. Peran aktifnya menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antar-komunitas di Kota Bandung. Kehadirannya dalam seminar ini menegaskan bahwa elemen masyarakat sipil siap mengawal transformasi kawasan Asia-Afrika menjadi simbol perdamaian dunia.
Senada dengan Mamih, Pembina Duta Toleransi Kecamatan Andir, Ni Made Ratnadi, S.E., turut memberikan pandangan strategisnya. Ia menyatakan bahwa Kecamatan Andir, sebagai salah satu wilayah yang heterogen, sangat mendukung upaya penataan kota yang inklusif. Menurut Ni Made Ratnadi, ruang publik yang inklusif akan memberikan dampak positif bagi interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Program Kampung Toleransi sendiri merupakan inisiasi visioner dari Pemerintah Kota Bandung untuk merawat keragaman yang ada. Melalui program ini, pemerintah bersama masyarakat berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di berbagai wilayah. Keberhasilan Kampung Toleransi kini diintegrasikan sebagai ruh dalam menata kawasan Asia-Afrika agar memiliki nilai tawar kuat di mata UNESCO.
Melalui seminar ini, sinergi antara pemerintah, tokoh toleransi, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin solid. Rangkaian festival AAF 2026 yang diawali dengan diskusi berbobot ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Bandung siap melangkah maju. Bandung tidak hanya merawat sejarah besarnya, tetapi juga berkomitmen penuh menjaga kerukunan melalui Kampung Toleransi demi mewujudkan warisan dunia yang berkelanjutan.
What's Your Reaction?