Dukung Penurunan Pengangguran, BPJS Ketenagakerjaan Sponsori Job Fair Kota Bandung 2026

Kamis, 18 Juni 2026

Jun 18, 2026 - 15:19
Jun 18, 2026 - 16:01
 0  23
Dukung Penurunan Pengangguran, BPJS Ketenagakerjaan Sponsori Job Fair Kota Bandung 2026

​BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar bursa kerja bertajuk Job Fair Future Connect Bandung 2026. Acara yang membuka sekitar 2.000 lowongan kerja dari 20 perusahaan ini diselenggarakan di GOR KONI, Jalan Jakarta, Kota Bandung, pada Kamis (18/6/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat.

​Guna menyukseskan agenda besar tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut hadir dan mengambil peran penting sebagai salah satu sponsor utama. Keterlibatan lembaga penjamin sosial ini menjadi bukti komitmen kuat dalam mendukung perluasan lapangan kerja. Kehadiran mereka juga sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial sejak awal seseorang memasuki dunia kerja.

​Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Nining Kania, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi Pemerintah Kota Bandung dalam memfasilitasi para pencari kerja. Nining menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh segala program pemkot yang bertujuan menekan angka pengangguran. Menurutnya, sinergi antara penyediaan lapangan kerja dan perlindungan ketenagakerjaan adalah kunci kesejahteraan pekerja.

​Tidak hanya hadir sebagai sponsor utama, BPJS Ketenagakerjaan juga menyemarakkan suasana dengan menyumbang berbagai hadiah menarik dalam sesi doorprize. Melalui sistem pengundian, hadiah-hadiah tersebut dibagikan kepada para peserta yang hadir memadati GOR KONI. Sesi ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari ribuan pencari kerja yang datang sejak pagi hari.

​Salah satu pencari kerja yang beruntung mendapatkan hadiah doorprize adalah Doriman (48), warga asal Baleendah. Pria paruh baya ini menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak penyelenggara atas apresiasi yang ia terima. Ia mendoakan agar BPJS Ketenagakerjaan semakin sukses, jaya di masa depan, serta konsisten melindungi seluruh tenaga kerja, khususnya di wilayah Kota Bandung.

​Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengajak para pencari kerja, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif mengambil peluang. Yayan mengingatkan agar para pelamar tidak terlalu memilih-milih jenis pekerjaan di awal karier. Menurutnya, semua kesempatan kerja yang tersedia saat ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat demi membangun pengalaman.

​Yayan juga menekankan bahwa pekerjaan yang tersedia tidak boleh dipandang sebelah mata karena bisa menjadi pintu masuk untuk membangun karier yang lebih besar di masa depan. Ia menilai sebagian generasi muda saat ini masih memiliki kecenderungan mencari posisi yang nyaman sejak awal. Padahal, banyak tokoh bisnis dan pimpinan perusahaan besar yang memulai karier mereka dari posisi dasar yang menuntut kerja keras serta pengalaman lapangan.

​"Jangan menganggap pekerjaan marketing itu sepele. Banyak bos besar memulai karier dari sana. Yang penting masuk dulu ke dunia kerja dan terus mengembangkan kemampuan," ujar Yayan, Kamis (18/6/2026).

​Lebih lanjut, Yayan menjelaskan bahwa selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, Disnaker juga tengah menyiapkan berbagai program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri masa kini. Salah satu sektor yang kini menjadi fokus utama adalah pengembangan tenaga kerja di bidang kendaraan listrik. Sektor ini diprediksi akan terus berkembang pesat seiring dengan tren global dan kebijakan ramah lingkungan.

​“Kota Bandung memiliki potensi besar menjadi pusat penghasil tenaga mekanik kendaraan listrik karena didukung perguruan tinggi, industri, serta sumber daya manusia yang memadai. Disnaker pun mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi," tambahnya. Selain sektor domestik, Disnaker juga mendorong peluang kerja luar negeri seperti ke Jepang, lengkap dengan fasilitas bantuan biaya dan dokumen dari pemerintah.

​Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menegaskan bahwa keberhasilan program ketenagakerjaan harus diukur dari tingkat penyerapan tenaga kerja yang nyata, bukan sekadar dari kuantitas kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu, DPRD berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas job fair, pelatihan vokasi, program pemagangan, hingga penempatan kerja agar benar-benar berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran di Kota Bandung.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )