Ceu Popong Puji Bandung Kota Angklung Festival 2026: 'Ieu Bukti Urang Sunda Teu Poho Ka Purwadaksi!'

Sabtu, 6 Juni 2026

Jun 6, 2026 - 10:05
Jun 6, 2026 - 10:11
 0  3
Ceu Popong Puji Bandung Kota Angklung Festival 2026: 'Ieu Bukti Urang Sunda Teu Poho Ka Purwadaksi!'

​Bandung, 6 Juni 2026 - Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Sunda melalui penyelenggaraan Bandung Kota Angklung Festival 2026 (Bandung Diriung Angklung Vol. 2) yang digelar megah di Plaza Balai Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan dan menguatkan eksistensi angklung sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Kemeriahan acara ini pun semakin terasa istimewa dengan kehadiran tokoh budayawan kharismatik Jawa Barat, Popong Otje Djundjunan, atau yang akrab disapa Ceu Popong.

​Sejak pagi hari, suasana Plaza Balai Kota Bandung sudah dipadati oleh ribuan masyarakat dan pencinta seni yang antusias menyaksikan gelaran budaya tahunan ini. Ceu Popong yang hadir mengenakan pakaian kebaya khas Sunda tampak bugar dan penuh semangat membaur di tengah-tengah undangan. Kehadiran sosok senior yang dikenal vokal dan sangat mencintai budaya Sunda ini langsung mencuri perhatian dan memberikan energi positif bagi seluruh peserta festival.

​Dalam wawancaranya bersama awak media, Ceu Popong menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Pemerintah Kota Bandung atas konsistensinya menggelar acara berskala besar seperti ini. Menurutnya, festival ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan sebuah gerakan nyata dalam menjaga jati diri bangsa. Beliau menegaskan bahwa melestarikan angklung merupakan tanggung jawab moral seluruh masyarakat Sunda agar warisan leluhur tidak punah digilas zaman.

​"Ieu bukti urang Sunda teu poho ka purwadaksi (asal-usul). Kehadiran Bandung Diriung Angklung Vol. 2 ini menunjukkan bahwa Kota Bandung memiliki komitmen kuat untuk menjaga apa yang sudah diwariskan oleh karuhun kita, terutama angklung yang sudah diakui dunia," ujar Ceu Popong dengan gaya bicaranya yang khas dan menggebu-gebu.

​Festival yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 12.00 WIB ini berhasil menghadirkan penampilan spektakuler yang memukau mata para penonton. Sebanyak 500 seniman angklung Kota Bandung tampil kompak membawakan berbagai aransemen lagu, mulai dari lagu tradisional hingga lagu modern. Getaran harmoni dari ratusan angklung yang dimainkan secara serempak menciptakan atmosfer magis yang menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.

​Selain penampilan kolosal dari ratusan seniman, panggung utama juga dimeriahkan oleh grup-grup angklung terbaik. Grup-grup yang tampil ini merupakan hasil seleksi ketat yang sebelumnya telah dilakukan di lima pusat perbelanjaan besar di Kota Bandung. Kehadiran mereka membuktikan bahwa musik angklung tetap memiliki ruang yang luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat urban modern.

​Acara juga dinilai semakin meriah dan hidup berkat kehadiran penyanyi naik daun, Ade Astrid, sebagai bintang tamu utama yang sukses mengajak penonton bernyanyi bersama. Kemeriahan festival ini pun dipandu dengan sangat apik dan interaktif oleh Yunni Mellashari sebagai Master of Ceremony (MC), yang mampu menjaga ritme serta antusiasme penonton dari awal hingga akhir acara.

​Tidak hanya fokus pada pertunjukan seni budaya, festival ini juga menjadi wadah strategis bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Pihak panitia menghadirkan sedikitnya 20 tenant UMKM binaan Diskop UKM Kota Bandung di sekitar area komersial plaza. Melalui konsep ini, para pengunjung dapat menikmati dan membeli berbagai produk unggulan lokal kuliner serta kerajinan tangan sambil menyaksikan jalannya pertunjukan budaya.

​Keberhasilan acara ini tidak lepas dari partisipasi aktif berbagai komunitas dan sanggar seni ternama di Jawa Barat. Nama-nama besar seperti Kabumi UPI, JEI Angklung, Saung Angklung Udjo, hingga Angklung Buncis Ujungberung turut andil dalam menyukseskan gelaran ini. Kolaborasi lintas generasi dan institusi ini menjadi bukti nyata adanya sinergi yang kuat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan seni tradisional di tengah pesatnya perkembangan zaman.

​Melalui Bandung Kota Angklung Festival 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat terus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kearifan lokal. Angklung bukan sekadar alat musik dari bambu, melainkan simbol kebersamaan, gotong royong, dan harmonisasi yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda. Festival ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya bangsa agar tetap hidup, relevan, serta dikenal hingga tingkat internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )