Strategi Tekan Pengangguran: Agus Yanto Bagikan Kiat Sukses di Job Fair Future Connect 2026

Minggu, 26 April 2026

Apr 26, 2026 - 13:52
Apr 26, 2026 - 14:03
 0  46
Strategi Tekan Pengangguran: Agus Yanto Bagikan Kiat Sukses di Job Fair Future Connect 2026

​Bandung - Momentum kebangkitan bursa kerja di Kota Bandung kembali bergeliat melalui gelaran "Coaching Clinic" dalam rangkaian Job Fair Future Connect 2026. Bertempat di Teras Sunda Cibiru, Sabtu (25/4/2026), acara ini menghadirkan Agus Yanto, seorang praktisi hukum dan pakar sumber daya manusia terkemuka, sebagai narasumber utama di hadapan ratusan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari.

​Agus Yanto, yang dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai Advokat di AV Lawfirm sekaligus Managing Partner Kantor Hukum Agus Yanto & Rekan, tampil memukau saat berbagi perspektif dari sudut pandang korporasi. Sebagai GM Human Capital & Legal Corporate di Moritz Corporation, ia memberikan wawasan mendalam mengenai apa yang sebenarnya dicari oleh perusahaan di era kompetisi global saat ini.

​Dalam paparannya, Agus menekankan empat pilar utama bagi para pencari kerja agar mampu bersaing. Ia mengingatkan peserta untuk jangan pernah putus asa dalam menghadapi penolakan, serta terus memperbanyak pengalaman melalui berbagai lini. Selain itu, ia menegaskan pentingnya melakukan upgrade skill dan memperluas networking sebagai kunci pembuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.

​Kehadiran Agus Yanto tidak hanya menyedot perhatian para peserta, tetapi juga para petinggi daerah. Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, SH., bersama Kepala Disnaker Kota Bandung dan jajaran pejabat lainnya, turut menyimak materi yang disampaikan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara praktisi profesional dan pemerintah dalam membenahi ekosistem ketenagakerjaan di Kota Kembang.

​Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir langsung dalam acara tersebut, meyakini bahwa tantangan utama saat ini adalah mewujudkan link and match antara kebutuhan dunia usaha dengan ketersediaan tenaga kerja. Menurutnya, pemerintah harus berperan strategis sebagai regulator sekaligus perantara yang efektif untuk menjembatani kedua belah pihak demi menekan angka pengangguran secara signifikan.

​Farhan menjelaskan bahwa pemilihan Teras Sunda Cibiru sebagai lokasi acara didasarkan pada intervensi berbasis data. Kawasan Bandung Timur tercatat memiliki tingkat pengangguran sekitar 8–9 persen, lebih tinggi dari rata-rata kota di kisaran 7,2–7,4 persen. Melalui job fair rutin, pemerintah berkomitmen membuka akses informasi seluas-luasnya agar peluang kerja dapat terdistribusi secara merata di seluruh wilayah.

​Menanggapi kendala klasik terkait batas usia dan pengalaman, Wali Kota menyarankan program magang sebagai solusi portofolio bagi pemula, asalkan sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa magang maksimal dilakukan selama tiga bulan; lebih dari itu, perusahaan wajib memberikan upah. Langkah ini diperkuat dengan pelatihan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan kolaborasi erat bersama perguruan tinggi.

​Dalam evaluasinya, Farhan menyoroti pentingnya akurasi data penyerapan tenaga kerja. Dari 1.300 pendaftar daring, tercatat sekitar 600 orang hadir secara fisik dalam kegiatan ini. Ia meminta Disnaker untuk memantau ketat berapa banyak peserta yang akhirnya berhasil diterima bekerja, karena angka tersebut merupakan indikator keberhasilan utama dari setiap bursa kerja yang digelar.

​Lebih lanjut, tingginya persaingan di Bandung juga dipengaruhi oleh arus urbanisasi yang masif, di mana terdapat sekitar 100 ribu pendatang usia produktif setiap tahunnya. Dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 1,6 juta jiwa, kolaborasi dengan organisasi seperti Kadin dan Apindo menjadi harga mati untuk terus menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas bagi warga lokal.

​Pemerintah Kota Bandung optimis dapat menekan angka pengangguran hingga di bawah 7,2 persen melalui evaluasi triwulanan yang didukung data program Laci RW. Meski disadari bahwa hasil intervensi ini memerlukan waktu sekitar enam bulan hingga satu tahun untuk terlihat secara nyata, konsistensi dalam mempertemukan praktisi seperti Agus Yanto dengan para pencari kerja diharapkan menjadi katalis positif bagi ekonomi kota.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )