Strategi Pemanfaatan AI Dorong Transformasi Digital Industri Manufaktur, Forum Nasional Digelar di Bandung

Grand Pacific Hotel, 8 Mei 2025

Jan 21, 2026 - 09:49
Jan 21, 2026 - 09:52
 0  41
Strategi Pemanfaatan AI Dorong Transformasi Digital Industri Manufaktur, Forum Nasional Digelar di Bandung

Bandung - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin menjadi topik hangat dalam dunia industri. Menyadari pentingnya peran AI dalam mendorong daya saing sektor manufaktur, sebuah acara bertajuk “Strategi Pemanfaatan AI dalam Transformasi Digital di Industri Manufaktur” sukses digelar di Grand Pacific Hotel Bandung pada 8 Mei 2025. Forum ini mempertemukan para pelaku industri, pakar teknologi, serta profesional bisnis dalam satu ruang diskusi yang sarat wawasan dan inspirasi.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua DPK APINDO Kota Bandung, Drs. Dadang Budiaji, M.M. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara industri dan teknologi digital menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor manufaktur di tengah persaingan global. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis yang harus segera diadopsi.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. AI hadir untuk membantu industri menjadi lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Dadang. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak menimbulkan kesenjangan kompetensi.

Sesi pertama disampaikan oleh Ajie Nugroho, Product Specialist dari Lima Dua Satu, yang membahas peran smart monitoring berbasis AI sebagai tulang punggung industri 4.0. Ia menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai sistem analitik yang mampu memproses data secara real-time untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam pemaparannya, Ajie menegaskan bahwa smart monitoring berbasis AI jauh melampaui fungsi CCTV konvensional. Teknologi ini mengintegrasikan kamera, sensor, dan sistem kecerdasan buatan untuk memantau berbagai parameter produksi, seperti suhu, kelembaban, serta performa mesin. Sistem ini juga mampu mendeteksi anomali, memprediksi potensi gangguan, dan mengirimkan peringatan otomatis agar pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat.

Menurut Ajie, smart monitoring bukan hanya alat kontrol, melainkan fondasi penting dalam optimalisasi proses produksi. Dengan data yang terintegrasi dan dianalisis secara cerdas, perusahaan dapat mengurangi risiko downtime, meningkatkan produktivitas, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.

Sesi berikutnya diisi oleh M. Rifky Al Fitrah, SE., M.I.Kom, selaku Head of Brand & Marketing dari Indo Mega Vision. Ia mengulas secara mendalam peran strategis AI dalam mendorong digitalisasi sektor manufaktur. Rifky menekankan bahwa AI bukan sekadar teknologi canggih, melainkan fondasi untuk membangun sistem industri yang lebih responsif, presisi, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi perangkat baru, tetapi harus menyentuh perubahan proses kerja, budaya organisasi, serta sistem layanan. AI memungkinkan otomatisasi yang lebih cerdas, peningkatan kualitas produk melalui kontrol yang lebih presisi, serta penerapan pemeliharaan prediktif guna mencegah kerugian akibat gangguan produksi.

Beberapa studi kasus turut dipaparkan, termasuk sistem pendingin pintar berbasis AI milik Siemens yang mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Meski demikian, Rifky juga mengakui adanya tantangan dalam implementasi AI, seperti biaya awal, keterbatasan talenta, serta integrasi dengan sistem lama. Ia menyarankan pendekatan bertahap, dimulai dari proyek kecil dengan dampak langsung.

Untuk menutup sesi pemaparan, Yudhi Heryadi, Sales Manager Indo Mega Vision, memperkenalkan profil perusahaan beserta solusi teknologi terkini yang ditawarkan bagi industri manufaktur. Ia menjelaskan bahwa strategi implementasi AI harus dimulai dari evaluasi kebutuhan internal, penggunaan sistem modular, serta pelatihan SDM secara berkelanjutan agar adaptasi teknologi berjalan lancar.

Yudhi juga menekankan pentingnya memilih solusi yang bersifat scalable dan mudah diintegrasikan dengan sistem yang sudah ada. Dengan demikian, transformasi digital dapat berlangsung tanpa mengganggu proses produksi yang sedang berjalan dan tetap memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber. Beragam pertanyaan seputar pemanfaatan AI, tantangan implementasi, hingga peluang bisnis di era industri digital menjadi bukti tingginya antusiasme peserta. Forum ini diharapkan dapat menjadi pemantik kolaborasi dan inovasi dalam mempercepat transformasi digital industri manufaktur di Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )