Prof. Mohamad Sapari Dwi Hadian Dikukuhkan sebagai Guru Besar Geoheritage Unpad: Menjadikan Geologi Fondasi Ketahanan Bangsa

Kamis, 30 April 2026

Apr 30, 2026 - 06:30
Apr 30, 2026 - 06:46
 0  50
Prof. Mohamad Sapari Dwi Hadian Dikukuhkan sebagai Guru Besar Geoheritage Unpad: Menjadikan Geologi Fondasi Ketahanan Bangsa

​Bandung - Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali memperkuat jajaran pakar akademiknya dengan mengukuhkan delapan Guru Besar baru dari berbagai disiplin ilmu. Prosesi pengukuhan yang khidmat ini dilaksanakan di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, pada Selasa, 28 April 2026. Acara tersebut dipimpin dan dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Dr. Yoni Syukriani.

​Pencapaian ini menjadi momen bersejarah bagi Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad, khususnya dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ir. Mohamad Sapari Dwi Hadian, S.T., M.T., sebagai Guru Besar dalam bidang Geoheritage. Beliau merupakan satu dari delapan profesor yang berasal dari empat fakultas berbeda, yakni Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik Geologi, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

​Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “GeoHeritage Indonesia untuk Ketahanan Bangsa: Fondasi Peradaban Berkelanjutan: Dari Laboratorium Alam Dunia Menuju Ketahanan Bangsa di Era Krisis”, Prof. Sapari menekankan pentingnya memandang warisan geologi lebih dari sekadar objek studi. Menurutnya, kekayaan geologi Indonesia adalah aset strategis yang memiliki peran krusial dalam menjaga eksistensi bangsa di tengah berbagai tantangan global.

​Prof. Sapari menjelaskan bahwa geoheritage harus dikelola sebagai bentuk investasi jangka panjang yang mampu memberikan imbal hasil nyata. Ia mencontohkan bagaimana tanah vulkanik yang subur mendukung ketahanan pangan, serta bagaimana pemahaman mendalam tentang struktur bumi dapat memperkuat ketahanan bencana melalui edukasi masyarakat yang lebih tangguh dan waspada.

​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sektor ekonomi juga dapat terdongkrak melalui pengembangan geowisata yang inklusif. Dengan mengintegrasikan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal, geoheritage tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah bumi, tetapi juga menjadi mesin penggerak kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan bagi penduduk di sekitarnya.

​Namun, Prof. Sapari juga memberikan peringatan keras bahwa sumber daya geoheritage bersifat tidak dapat diperbarui dan sangat rentan terhadap kerusakan, baik karena faktor alam maupun aktivitas manusia (antropogenik). Ia menegaskan bahwa tanpa kesadaran untuk menjaga keragaman geologi (geodiversity), generasi mendatang akan kehilangan jati diri dan arah dalam menavigasi masa depan mereka.

​“Saya mengajak kita semua untuk berkomitmen bahwa ilmu geologi bukan sekadar ilmu masa lalu, melainkan ilmu masa depan,” ujar Prof. Sapari dengan penuh semangat di hadapan para hadirin. Baginya, setiap batuan dan mineral yang ada di bumi Indonesia adalah fondasi utama bagi ketahanan nasional yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

​Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, SE., MM. Kehadiran tokoh pemerintahan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap sinergi antara dunia akademisi dan pengambil kebijakan dalam upaya memajukan potensi daerah berbasis riset ilmiah.

​Dr. Edwin Senjaya secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pencapaian tertinggi akademik yang diraih oleh Prof. Sapari. Ia berharap gelar dan kepakaran yang disandang dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga bagi kemaslahatan masyarakat luas serta kejayaan nusa dan bangsa.

​Selain Prof. Sapari, tujuh Guru Besar lainnya yang turut dikukuhkan adalah Prof. Wahyu Daradjat Natawigena, Prof. Dicky Muslim, Prof. Heni Indrijani, Prof. Indrawati Yudha Asmara, Prof. Mansyur, Prof. Shabarni Gaffar, dan Prof. I Gede Nyoman Mindra Jaya. Penambahan delapan Guru Besar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset dan daya saing Universitas Padjadjaran di kancah internasional.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )