Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf Raih Penghargaan SIAP Pendidikan 2025 pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Jawa Barat
Rabu, 24 Desember 2025
Bandung - Rektor International Women University (IWU) sekaligus Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Barat periode 2025–2030, Prof. Dr. Hj. Dewi Indriani Jusuf, S.E., M.Si., CDMP, menerima Penghargaan Perempuan Pelopor Pembangunan dalam bentuk “Suara dan Aksi Perempuan Pelopor” (SIAP) Bidang Pendidikan Tahun 2025. Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Nomor 002.6/Kep.851-BKD/2025 yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 19 Desember 2025.
Penghargaan prestisius ini diserahkan dalam rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dewi Indriani dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Jawa Barat.
Usai menerima penghargaan, Prof. Dewi Indriani mengungkapkan rasa bahagia dan syukur. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dari lingkungan akademik, organisasi perempuan, maupun pemerintah daerah yang selama ini bersinergi dalam memajukan pendidikan perempuan.
Peringatan Hari Ibu ke-97 di Jawa Barat tahun ini tidak lagi dibingkai sebatas agenda simbolik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan reposisi perempuan sebagai subjek utama pembangunan, sekaligus fondasi strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Penegasan itu mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Selasa, 23 Desember 2025. Dalam forum tersebut, disampaikan pesan kuat bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perempuan hari ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menekankan bahwa Hari Ibu harus dimaknai sebagai ruang refleksi atas kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor, bukan sekadar penghormatan normatif.
“Perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan, penopang bangsa, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Siska. Pernyataan ini sejalan dengan tema peringatan “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045.”
Siska menjelaskan bahwa pelaksanaan peringatan Hari Ibu berpijak pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan serta Keputusan Kepala DP3AKB Jawa Barat Nomor 71 Tahun 2025, yang menegaskan isu perempuan sebagai bagian dari kebijakan negara.
Sejak awal Desember 2025, rangkaian kegiatan telah digelar, mulai dari sarasehan Hari Ibu, pemeriksaan ketajaman mata, hingga pembagian 30 ribu kacamata gratis bagi anak sekolah dan lansia, serta berbagai program edukasi. Sepanjang tahun 2025, tercatat 13.990 perempuan lulus dari program Sekolah Perempuan dan sekolah tematik DP3AKB Jawa Barat.
Pada puncak acara, dilakukan pengukuhan Sekolah Perempuan, Sekolah Lansia, dan Sekolah Parenting, penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota serta mitra strategis, dan penampilan seni budaya sebagai penguat pesan sosial dan kultural.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa perempuan yang berdaya. “Ibu adalah ibunya kehidupan. Dari ibu-ibu inilah ditentukan kualitas generasi masa depan,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kemandirian, kolaborasi, etos kerja, dan produktivitas, serta komitmen mewujudkan Jawa Barat zero bank emok melalui akses keuangan formal yang aman dan adil.
What's Your Reaction?