Perry Tristianto Bagikan Strategi Digitalisasi UMKM di Bandung Marketing Week 2026: Sinergi ASN dan Pelaku Usaha Siap Kuasai Era AI
Selasa, 25 Agustus 2026
Bandung - Perhelatan bergengsi Bandung Marketing Week 2026 sukses diselenggarakan dengan meriah di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Acara ini menjadi panggung penting bagi para pelaku usaha, akademisi, hingga jajaran pemerintah untuk merumuskan masa depan perekonomian lokal. Suasana Balai Kota dipadati oleh ratusan peserta yang antusias menyimak berbagai wawasan mendalam terkait dinamika pasar modern.
Salah satu sesi yang paling menyedot perhatian publik adalah pemaparan dari sosok pengusaha kawakan sekaligus pelopor industri factory outlet dan pariwisata Indonesia, Perry Tristianto. Kehadirannya sebagai pembicara utama membawa energi segar dan sudut pandang praktis yang sangat dinantikan para pelaku Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM).
Dalam kesempatan tersebut, Perry membawakan topik krusial bertajuk "Battle of UMKM: Dari Lokal ke Juara dengan Kekuatan AI". Pemilihan tema ini dinilai sangat relevan dengan tantangan ekonomi global saat ini, di mana kecerdasan buatan (artificial intelligence) bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlanjutan bisnis.
Perry menekankan bahwa peta persaingan usaha telah berubah secara drastis. UMKM lokal tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional jika ingin bertahan. Integrasi teknologi AI menjadi kunci utama dalam melakukan penghematan efisiensi operasional, analisis perilaku konsumen yang lebih akurat, hingga personalisasi strategi pemasaran digital.
Lebih lanjut, Perry memaparkan langkah-langkah strategis bagaimana usaha skala mikro dan kecil dapat bertransformasi menjadi pemain tingkat nasional bahkan internasional. Dengan memanfaatkaan AI, hambatan geografis dan keterbatasan modal dapat diminimalisasi, sehingga produk lokal memiliki daya saing yang setara dengan produk dari korporasi besar.
Fokus utama perjumpaan ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi erat antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para pelaku UKM untuk bersama-sama menguasai era AI. Pemerintah daerah melalui para ASN diharapkan tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga bertindak sebagai fasilitator dan akselerator adaptasi teknologi bagi UMKM.
Sinergi yang kuat antara birokrasi dan sektor swasta dipandang sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem bisnis digital yang inklusif. ASN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan lebih mudah menyusun kebijakan, pelatihan, serta penyediaan sarana infrastruktur digital yang benar-benar dibutuhkan oleh para pelaku usaha di lapangan.
Dalam paparannya, Perry juga memberikan dorongan moral agar para pemilik UKM tidak merasa takut atau terintimidasi oleh kompleksitas teknologi AI. Menurutnya, perangkat AI saat ini semakin ramah pengguna dan terjangkau, sehingga dapat diterapkan secara bertahap mulai dari hal sederhana seperti pembuatan konten promosi hingga pengelolaan stok barang.
Diskusi interaktif yang berlangsung sepanjang sesi memperlihatkan besarnya komitmen Kota Bandung dalam memajukan sektor ekonomi kreatifnya. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan implementasi AI serta meminta arahan konkret untuk mengoptimalkan potensi produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Melalui momentum Bandung Marketing Week 2026 ini, diharapkan lahir semangat baru bagi UMKM Bandung untuk terus berinovasi. Penguasaan teknologi AI yang didukung penuh oleh sinergi pemerintah dan pelaku usaha diyakini bakal membawa UMKM lokal melesat menjadi juara di panggung ekonomi nasional maupun global.
What's Your Reaction?