Perkuat Sinergi Ekonomi dan Intelektual, Ketua Umum KADIN Jabar Almer Faiq Rusydi Apresiasi Silakwil ICMI Jawa Barat

Rabu, 8 April 2026

Apr 8, 2026 - 21:17
Apr 8, 2026 - 21:23
 0  38
Perkuat Sinergi Ekonomi dan Intelektual, Ketua Umum KADIN Jabar Almer Faiq Rusydi Apresiasi Silakwil ICMI Jawa Barat

Bandung - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030, Almer Faiq Rusydi, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) dan Halal Bihalal ICMI Orwil Jawa Barat. Acara bertajuk "Meneguhkan Transformasi Kecendekiawanan untuk Jawa Barat Istimewa" ini digelar di GSG Bale Dayang Sumbi ITENAS, Kota Bandung, pada Rabu (8/4/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Almer juga mengirimkan karangan bunga ucapan "Selamat dan Sukses" atas nama Beliau sebagai Ketua Umum KADIN Jawa Barat di lokasi acara.

​Almer Faiq Rusydi menilai bahwa sinergi antara pelaku usaha dan kaum cendekiawan merupakan pilar penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan. Kehadirannya di acara ini mempertegas komitmen KADIN Jabar untuk berkolaborasi dengan para intelektual dalam merumuskan strategi pembangunan daerah yang lebih inklusif. Menurutnya, transformasi kecendekiawanan yang diusung ICMI sangat relevan dengan upaya KADIN dalam mendorong inovasi di sektor industri dan perdagangan.

​Dalam kesempatan yang sama, Ketua ICMI Jawa Barat, Prof. Sutarman, menyatakan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Beliau menekankan bahwa ICMI tidak akan segan memberikan masukan kritis terhadap berbagai persoalan pembangunan. Tantangan yang dihadapi Jawa Barat saat ini sangat beragam, mencakup aspek kesehatan, lingkungan, hingga kesejahteraan ekonomi masyarakat yang memerlukan penanganan lintas sektoral.

​Salah satu fokus utama yang disoroti Prof. Sutarman adalah sektor pendidikan, di mana rata-rata lama sekolah di Jawa Barat masih berada di bawah angka 9 tahun. Hal ini dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan pemikiran kolektif para cendekiawan. ICMI berkomitmen untuk memberikan solusi aplikatif, baik diminta secara langsung maupun melalui inisiatif mandiri, agar masalah fundamental seperti kualitas SDM dapat segera teratasi.

​ICMI Jawa Barat juga telah membuktikan kontribusinya melalui aksi nyata, salah satunya dalam penanganan kasus stunting. Prof. Sutarman mengungkapkan keberhasilan kolaborasi ICMI dengan LLDIKTI dan para guru besar dalam menurunkan angka stunting di salah satu kabupaten dari 27% menjadi 14%. Penurunan signifikan ini menjadi bukti bahwa keterlibatan intelektual secara praktis mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat Jawa Barat.

​Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menyambut hangat kesiapan ICMI untuk berkontribusi lebih dalam. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks seiring dengan masifnya transformasi digital. Herman menyoroti perlunya perhatian khusus pada pembangunan SDM generasi muda, terutama Gen Y, Gen Z, hingga Gen Alpha, yang memiliki karakteristik kreatif namun memerlukan penguatan secara mental.

​Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengakui bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan zaman. Herman menyampaikan bahwa Pemda sangat membutuhkan peran aktif ICMI dalam melakukan pendalaman dan pengkajian kebijakan secara cermat. Masukan dari para cendekiawan sangat krusial agar kebijakan pemerintah tetap selaras dengan aspirasi publik dan tidak terjadi ketimpangan antara rencana dan realitas di lapangan.

​Herman mengibaratkan pentingnya masukan cendekiawan agar arah kebijakan pemerintah tidak menyimpang. "Jangan sampai kebijakan pemerintah ka kidul (ke selatan), padahal masyarakat menghendaki ka kaler (ke utara)," cetusnya. Sinergi ini diharapkan dapat menjaga momentum positif pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, yang saat ini mencatat tingkat kepuasan masyarakat yang cukup tinggi di tahun 2026.

​Wakil Ketua Umum ICMI Pusat, Priyo Budi Santoso, turut memperkuat pernyataan tersebut dengan mengenang nilai-nilai dasar ICMI yang dirintis oleh B.J. Habibie. Ia menegaskan bahwa ICMI memiliki tanggung jawab intelektual untuk menawarkan pikiran-pikiran alternatif kepada negara. Menurutnya, organisasi ini tidak boleh berdiam diri jika melihat adanya kebijakan yang perlu diluruskan demi kepentingan rakyat banyak.

​Melalui acara Silakwil ini, kolaborasi antara KADIN Jawa Barat di bawah kepemimpinan Almer Faiq Rusydi, ICMI Jabar, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin solid. Kehadiran berbagai elemen penting ini menjadi sinyal positif bagi masa depan Jawa Barat dalam mencapai visi "Jawa Barat Istimewa" melalui penggabungan kekuatan ekonomi, kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, dan landasan intelektual yang kokoh.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow

Surga Nama : ADI PRAKOSO ( WA : 0857 5912 3153 )